Wajib Tau! Ciri Penyakit Bronkitis Yang Hanya Ada Pada Perempuan!

Bronkitis adalah sebuah penyakit dimana terjadi peradangan pada mukosa atau permukaan saluran pernapasan. Peradangan menyebabkan terjadinya iritasi dari permukaan organ dan menyebabkan terjadinya penyempitan jalan saluran napas dan meningkatnya produksi lendir. Pasien bonkitis seringkali batuk dan kesusahan dalam bernapas.

Terdapat dua jenis bronkitis; Berdasarkan lama waktu gejala timbul terbagi menjadi akut dan kronis. Bronkitis akut terjadi selama paling lama tiga minggu. Sedangkan bronkitis kronis bertahan sampai minimal tiga bulan dalam satu tahun, dan berlangsung selama dua tahun berturut turut.

Bronkitis akut sering ditemukan pada anak anak, sedangkan bronkitis kronis ditemukan pada orang yang lebih tua, khususnya mereka yang berumur lebih dari 65 tahun. Bronkitis sebelumnya teramati lebih sering pada pria dibanding dengan wanita, namun pada saat ini jumlah khasus pasien perempuan meningkat.

Ciri Penyakit Bronkitis

Ciri-ciri penderita penyakit bronkitis antara lain:

– Napas yang berat saat sedang menarik napas.

– Mudah mengalami kelelahan.

– Pembengkakan yang terjadi dibagian pergelangan kaki, kaki dan juga tungkai kiri serta kanan.

– Wajah, telapak tangan dan juga selaput lendir yang warnanya menjadi agak kemerahan.

– Batuk berdahak (biasanya dahaknya akan berwarna seperti kemeraha atau juga kekuningan). Jika warna dahak sudah berwarna seperti ini lebih baik lakukan pemeriksaan ke dokter.

– Pipi yang terlihat juga menjadi agak kemerahan.

– Sakit kepala yang dirasakan serta terjadinya gangguan pada penglihatan.

– Menderita penyakit infeksi saluran pernapasan atas salah satunya adalah flu atau pilek.

– Sesak nafas atau asma mendadak yang diderita saat Anda melakukan aktivitas fisik misalnya adalah melakukan olahraga atau melakukan aktivitas yang ringan.

Diagnosa Penyakit Bronkitis

Ciri-ciri yang telah disebutkan di atas bisa menjadi penanda bagi seseorang untuk mendiagnosa penderita penyakit batuk bronkitis. Namun tetap perlu memeriksakan ke dokter untuk benar-benar memastikan apakah penyakitnya adalah batuk bronkitis atau bukan.

Dokter sendiri biasanya akan mendiagnosa penyakit bronkitis berdasarkan ciri-ciri yang telah disebutkan. Dokter akan menanyakan tentang batuk yang diderita seperti berapa lama dan berapa sering. Beberapa hal yang biasanya ditanyakan oleh dokter antara lain:

– Riwayat kesehatan.

– Apakah baru-baru ini terserang demam atau flu.

– Apakah merokok atau menghabiskan waktu di sekitar perokok.

– Apakah terpapar debu, gas, atau polusi udara lainnya.

Dokter akan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan pernapasan kita apakah terdengar suara yang tidak biasa dari paru-paru. Dokter juga akan melihat lendir yang keluar saat batuk, apakah ada infeksi bakteri pada lendir tersebut.

Ada juga tes untuk mengetahui tingkat oksigen dalam darah menggunakan sebuah sensor yang ditempelkan pada ujung jari. Pemeriksaan lebih detail dapat dilakukan melalui x-ray, tes fungsi paru-paru, dan tes darah.

Setelah memastikan apakah benar menderita bronkitis atau tidak maka dokter akan memberikan resep atau pengobatan selanjutnya. Jika menderita bronkitis akut maka dokter mungkin akan merekomendasikan untuk istirahat cukup, banyak minum air putih, dan aspirin untuk orang dewasa.

Tujuan utama dari mengobati batuk bronkitis yaitu untuk meredakan gejala yang diderita dan membuat sistem pernapasan menjadi lebih lancar.

Bagi penderita bronkitis kronis dan di diagnosa menderita COPD, maka pasien membutuhkan obat-obatan untuk membuka jalan udara dan membersihkan lendir. Pengobatan lainnya berupa terapi oksigen yang akan membantu untuk bernapas lebih lancar dan bisa menyediakan oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh.

Terapi Penyakit Bronkitis

Untuk terapi disesuaikan dengan penyebab, karena bronkitis biasanya disebabkan oleh virus maka belum ada obat kausal. Obat yang diberikan biasanya untuk mengatasi gejala simptomatis (antipiretika, ekspektoran, antitusif, roburantia). Bila ada unsur alergi maka bisa diberikan antihistamin. Bila terdapat bronkospasme berikan bronkodilator.

Terapi oksigen diberikan jika terdapat kegagalan pernafasan karena hiperkapnia dan berkurangnya sensivitas terhadap CO2­. Fisioterapi membantu pasien untuk mengeluarkan sputum dengan baik.

Bronkodilator, untuk mengatasi obstruksi jalan nafas, termasuk di dalamnya golongan adrenergik b dan antikolinergik. Pada pasien dapat diberikan salbutamol 5 mg dan iptakopium bromida 250 mg diberikan tiap 6 jam dengan nebulizer atau aminofilin 0,2-0,15 giu secara perlahan.

Penatalaksanaannya adalah istirahat yang cukup, kurangi rokok (bila merokok), minum lebih banyak daripada biasanya, dan tingkatkan intake nutrisi yang adekuat.

Bila pengobatan sudah dilakukan selama 2 minggu tetapi tidak ada perbaikan maka perlu dicurigai adanya infeksi bakteri sekunder dan antibiotik boleh diberikan. Pemberian antibiotik adalah 7-10 hari, jika tidak ada perbaikan maka perlu dilakukan thorak foto untuk menyingkirkan kemungkinan kolaps paru segmental dan lobaris, benda asing dalam saluran pernafasan dan tuberkulosis.

Leave a comment