Tanda-Tanda Penyakit Hepatitis B Yang Harus Kamu Tau!

Hepatitis B adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang serius yaitu virus hepatitis B. Dalam beberapa kasus yang terjadi penyakit hepatitis B ini bisa sangat berbahaya bahkan penyakit ini bertahan sampai 6 bulan lamanya.

Bagi seseorang yang memiliki atau menderita penyakit hepatitis B memiliki resiko untuk mengembangkan penyakit sampai bisa mengalami penyakit berbahaya seperti kanker hati, sirosis hati, maupun gangguan fungsi hati.

Pada kebanyakan kasus anak anak memiliki resiko paling besar untuk mengembangkan penyakit hepatitis B, namun penyakit hepatitis B ini bisa sembuh secara total setelah mereka memasuki usia dewasa.

Penyakit hepatitis B ini terbagi menjadi dua macam, yang pertama adalah hepatitis akut dan yang kedua adalah hepatitis kronis, kedua macam penyakit hepatitis B ini masing-masing memiliki tingkat keparahan sendiri dan tingkat waktu lamanya penyakit ini menyerang.

Tanda-Tanda Penyakit Hepatitis B

Berikut ada beberapa tanda-tanda yang akan dirasakan penderita hepatitis B:

– Urine berubah warna menjadi gelap.

– Merasakan sakit pada bagian perut.

– Mengalami mual dan muntah.

– Kehilangan selera makan.

– Timbulnya rasa nyeri pada sendi.

– Mengalami diare atau sembelit.

– Mengalami sakit kepala.

– Mengalami kelelahan dan kelemahan yang ekstrim.

– Menguningnya kulit dan putih mata.

– Timbul ruam di kulit.

– Mengalami demam.

Penyebab Penyakit Hepatitis B

Infeksi hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Virus ini ditularkan dari orang ke orang melalui darah, air mani atau cairan tubuh lainnya.

Ketika virus Hepatitis B memasuki liver Anda, itu menyerang sel-sel hati dan mulai berkembang biak. Hal ini menyebabkan peradangan pada hati dan mengarah ke tanda-tanda dan gejala infeksi hepatitis B. Cara umum HBV ditularkan meliputi:

– Berbagi jarum.

Virus Hepatitis B mudah ditularkan melalui jarum suntik terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi. Berbagi obat injeksi menempatkan Anda pada risiko tinggi hepatitis B dan bahkan penyakit lainnya.

Hepatitis B merupakan masalah bagi pekerja perawatan kesehatan dan orang lain yang berisiko terpapar kontak dengan darah manusia.

– Ibu ke anak dan wanita hamil yang terinfeksi Hepatitis B dapat menularkan virus kepada bayi mereka selama melahirkan.

– Seksual kontak Anda dapat terinfeksi jika Anda memiliki kontak seksual tanpa pelindung dengan pasangan yang terinfeksi, yang darah, air liur, air mani atau sekresi vagina memasuki tubuh Anda.

Infeksi hepatitis B akut berlangsung kurang dari enam bulan. Jika penyakit ini akut, sistem kekebalan tubuh biasanya dapat membersihkan virus dari tubuh, dan Anda harus sembuh total dalam beberapa bulan.

Kebanyakan orang dewasa yang mendapatkan hepatitis mengalami infeksi akut. Infeksi hepatitis B kronis berlangsung selama enam bulan atau lebih. Ketika sistem kekebalan tidak dapat melawan virus, infeksi hepatitis B dapat menetap seumur hidup bahkan mungkin menyebabkan penyakit serius seperti sirosis dan kanker hati.

Kebanyakan bayi terinfeksi dengan HBV saat lahir dan adapula anak yang terinfeksi antara 1-5 tahun menjadi terinfeksi secara kronis. Infeksi kronis mungkin tidak terdeteksi selama beberapa dekade sampai seseorang menjadi sakit parah.

Faktor Risiko

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya sudah terinfeksi. Berikut adalah beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko terkena hepatitis B pada diri Anda:

– Bekerja dan berurusan dengan darah. Paramedis dan staf laboratorium memiliki risiko lebih tinggi terhadap ketidaksengajaan tertusuk jarum suntik bekas.

– Berbagi sikat gigi, alat cukur, dan handuk yang sudah terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi.

– Menggunakan obat-obatan terlarang dan berbagi jarum suntik.

– Menjalani transfusi darah di klinik atau rumah sakit yang tidak memeriksa darah untuk hepatitis B. Semua darah yang akan digunakan dalam transfusi harus dites untuk berbagai penyakit, termasuk hepatitis B.

– Menjalani pengobatan atau perawatan gigi di klinik atau rumah sakit dengan peralatan yang tidak steril.

– Menindik atau menato tubuh di tempat yang peralatannya tidak steril.

– Berhubungan seks dengan pengguna obat-obatan terlarang yang memakai dan berbagi jarum suntik.

– Memiliki luka terbuka dan terjadi kontak dengan darah yang terinfeksi.

Cara Mencegah Hepatitis

– Istirahat yang cukup.

– Olah raga teratur.

– Khusus untuk bayi agar diberikan imunisasi lengkap.

– Menjaga kebersihan makanan, lingkungan hidup.

– Menggunakan tusuk jarum, termasuk transfusi darah yang steril.

– Tidak melakukan seks bebas, terlebih seks bebas terhadap seorang pengidap hepatitis.

– Tidak menggunakan narkoba, terlebih yang menggunakan jarum suntik dalam proses penggunaannya.

Leave a comment