Semua Tentang Penyakit Tuberkulosis Ada Di Bawah Ini!

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang umum, dan dalam banyak kasus bersifat mematikan. Penyakit ini disebabkan oleh berbagai strain mikobakteria, umumnya Mycobacterium tuberculosis.

Tuberkulosis biasanya menyerang paru-paru, namun juga bisa berdampak pada bagian tubuh lainnya. Tuberkulosis menyebar melalui udara ketika seseorang dengan infeksi Tuberkulosis aktif batuk, bersin, atau menyebarkan butiran ludah mereka melalui udara.

Siapapun dan dimana pun Anda berada bisa mengidap penyakit Tuberkulosis, akan tetapi faktor faktor tertentu dapat meningkatkan risiko penyakit ini. Faktor-faktor penyebab Tuberkulosis meliputi:

  1. Perokok, merokok sangat meningkatkan risiko seseoang terkena Tuberkulosis.
  2. Narkoba. Penyalahgunaan narkoba ataupun alkohol dapat membuat sistem imunitas tubuh menjadi lemah. Hal ini dapat membuat tubuh anda lebih rentan terserang Tuberkulosis.
  3. Sistem imun yang lemah. Sistem kekebalan tubuh menjadi faktor penting untuk menjaga tubuh dari serangan bakteri Tuberkulosis. Tidak sedikit penderita Tuberkulosis yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, sehingga tidak dapat melawan bakteri penyebab Tuberkulosis tersebut.

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah pada umumnya memiliki kondisi sebagai berikut:

– Seorang pengidap HIV / AIDS

– Diabetes atau kencing manis

– Penderita ginjal stadium akhir

– Mereka yang mengkonsumsi beberapa obat yang dipakai untuk mengobati penyakit Crohn, rheumatoid arthritis dan psoriasis

– Malnutrisi

– Jenis penyakit kanker tertentu

– Orang yang sedang menjalani terapi pengobatan kanker, seperti kemoterapi

– Mengkonsumsi obat untuk mencegah penolakan transplantasi organ

– Mereka yang berusia sangat muda ataupun terlalu tua.

Gejala Penyakit Tuberkulosis

Bagi seseorang yang terserang bakteri penyebab penyakit Tuberkulosis biasanya akan mengalami beberapa gejala seperti akan meraskan demam yang terlalu tinggi, dan disertai dengan influenza yang bersifat hilang timbul.

Selain itu juga akan disertai dengan penurunan nafsu makan dan berat badan, batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu hingga dapat disertai dengan darah. Nah berikut ini merupakan gejala umum yang sering terjadi pada pederita penyakit Tuberkulosis.

– Batuk hingga lebih dari 3 bulan dan dahak bercampur darah/batuk darah.

– Sesak nafas atau sering merasa nyeri pada dada.

– Berkeringat pada malam hari.

– Mengalami penurunan nafsu makan secara drastis

– Sering mudah demam dan badan mudah lemas.

Komplikasi Penyakit Tuberkulosis

Adapun komplikasi dapat timbul apabila Tuberkulosis semakin parah yaitu:

  1. Kerusakan otak

Kuman Tuberkulosis yang menyebar hingga ke otak bisa menyebabkan meningitis atau peradangan pada selaput otak. Radang tersebut memicu pembengkakan pada membran yang menyelimuti otak dan seringkali berakibat fatal atau mematikan.

  1. Kerusakan tulang dan sendi

Nyeri tulang punggung dan kerusakan sendi bisa terjadi ketika infeksi kuman Tuberkulosis menyebar dari paru-paru ke jaringan tulang. Dalam banyak kasus, tulang iga juga bisa terinfeksi dan memicu nyeri di bagian tersebut.

  1. Kerusakan hati dan ginjal

Hati dan ginjal membantu menyaring pengotor yang ada adi aliran darah. Fungsi ini akan mengalami kegagalan apabila kedua organ tersebut terinfeksi oleh kuman Tuberkulosis.

  1. Gangguan mata

Ciri-ciri mata yang sudah terinfeksi Tuberkulosis adalah berwarna kemerahan, mengalami iritasi dan membengkak di retina atau bagian lain.

  1. Kerusakan jantung

Jaringan di sekitar jantung juga bisa terinfeksi oleh kuman Tuberkulosis. Akibatnya bisa terjadi cardiac tamponade, atau peradangan dan penumpukan cairan yang membuat jantung jadi tidak efektif dalam memompa darah dan akibatnya bisa sangat fatal.

  1. Resistensi kuman

Pengobatan dalam jangka panjang seringkali membuat pasien tidak disiplin, bahkan ada yang putus obat karena merasa bosan. Pengobatan yang tidak tuntas atau tidak disiplin membuat kuman menjadi resisten atau kebal, sehingga harus diganti dengan obat lain yang lebih kuat dengan efek samping yang tentunya lebih berat.

Diagnosis Tuberkulosis

Interferon-Gamma Release Assays (IGRA) adalah pemeriksaan darah yang digunakan untuk membantu dalam diagnosis penyakit Tuberkulosis (Tuberkulosis) maupun Infeksi Laten Tuberkulosis (LTuberkulosisI). Pemeriksaan ini mengukur respon imun seluler terhadap M. Tuberculosis (M. Tuberkulosis).

Sel leukosit dari seseorang yang terinfeksi M. Tuberculosis akan melepaskan interferon-Gamma (IFN-y) apabila diberikan antigen dari M. Tuberculosis. Selanjutnya jumlah Interferon-Gamma (IFN-y) ini diukur untuk menentukan interpretasi hasil pemeriksaan.

Center for Disease Control (CDC) USAt merekomendasikan penggunaan Tes IGRA pada segala kondisi dimana pemeriksaan Tuberculin Skin Test (TST) / Mantoux biasa digunakan, kecuali pada anak usia kurang dari 5 tahun. Tes IGRA dianjurkan untuk orang yang pernah mendapatkan vaksinasi BCG atau orang yang tidak mungkin datang kembali untuk pembacaan hasil TST.

Tes IGRA tidak memerlukan persiapan khusus. Pasien tidak diharuskan puasa sebelumnya kecuali ada pemeriksaan lainnya yang mempersyaratkan puasa. Sampel pemeriksaan diambil dari darah (whole blood) sebanyak 3 mL, kemudian ditempatkan dalam tabung khusus untuk Tes IGRA.

Pengobatan Penyakit Tuberkulosis

Pengobatan jangka panjang untuk Tuberkulosis dengan banyak obat tentunya akan menimbulkan dampak efek samping bagi pasien. Efek samping yang biasanya terjadi pada pengobatan Tuberkulosis adalah nyeri perut, penglihatan/pendengaran terganggu, kencing seperti air kopi, demam tinggi, muntah, gatal-gatal dan kemerahan kulit, rasa panas di kaki/tangan, lemas, sampai mata/kulit kuning.

Itu sebabnya penting untuk selalu menyampaikan efek samping yang timbul pada dokter setiap kali kontrol sehingga dokter dapat menyesuaikan dosis, mengganti obat dengan yang lain, atau melakukan pemeriksaan laboratorium jika diperlukan.

Pengobatan untuk penyakit-penyakit lain selama pengobatan Tuberkulosis pun sebaiknya harus diatur dokter untuk mencegah efek samping yang lebih serius/berbahaya. Penyakit Tuberkulosis dapat dicegah dengan cara:

– Mengurangi kontak dengan penderita penyakit Tuberkulosis aktif.

– Menjaga standar hidup yang baik, dengan makanan bergizi, lingkungan yang sehat, dan berolahraga.

– Pemberian vaksin BCG (untuk mencegah kasus Tuberkulosis yang lebih berat). Vaksin ini secara rutin diberikan pada semua balita.

Adapun hal yang mudah dilakukan untuk mencegah Tuberkulosis yaitu:

  1. Mengkonsumsi makanan yang sehat

Makanan sehat adalah makanan yang mengandung gizi dan zat-zat yang diperlukan oleh tubuh manusia.

  1. Menjaga kebersihan lingkungan

Jagalah kebersihan lingkungan rumah dan sekitar rumah.

  1. Berolahraga secara teratur

Lakukan olah raga secara teratur, pilihlah olah raga yang murah seperti lari dan sebagainya.

Leave a comment