Sejarah Penyakit Thypoid Di Dunia!

Demam thypoid atau sering disebut dengan thypoid, merupakan salah satu jenis penyakit pencernaan yang cukup banyak diderita di Indonesia, dan dapat menyebabkan kematian. Thypoid ini disebabkan oleh kuman atau bakteri yang disebut Salmonella typhi (S. typhi).

Kuman ini mempunyai 107 strain yang berbeda. Sedangkan Parathypoid sendiri, penyebabnya adalah kuman Salmonella paratyphi A, B atau C. Gejala penyakit dari Parathypoid mirip dengan penyakit thypoid, hanya infeksi yang terjadi mempunyai gejala yang lebih ringan.

Penyakit ini menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi kuman thypoid ini. Tinja yang mengandung kuman thypoid ini mencemari air untuk minum maupun untuk masak dan mencuci makanan. Dapat juga disebabkan karena makanan tersebut disajikan oleh seorang penderita thypoid laten (tersembunyi) yang kurang menjaga kebersihan saat memasak.

Seseorang dapat membawa kuman thypoid dalam saluran pencernaannya, tanpa sakit, ini yang disebut dengan penderita laten. Penderita ini dapat menularkan penyakit thypoid ini ke banyak orang, apalagi bila dia bekerja dalam menyajikan makanan bagi banyak orang seperti tukang masak di restoran.

Gejala dari thypoid ini biasanya dimulai dengan demam yang muncul tiba-tiba, terutama pada sore hari, lidah terlihat putih kotor, nyeri pada perut, tidak nafsu makan, sakit kepala, mual-muntah, sembelit atau bisa juga diare.

Sejarah Penyakit Thypoid

Seorang wanita bernama Mary Mallon (1869-1938) adalah sosok penting dalam dunia kedokteran di Amerika Serikat. Pasalnya, Mallon merupakan orang pertama di AS yang diidentifikasi sebagai pembawa sehat (healthy carrier) kuman thypoid. Healthy carrier berarti tubuhnya membawa kuman namun dia tak menderita sakit thypoid.

Malon berimigrasi ke New York tahun 1884. Dia bekerja sebagai juru masak tahun 1900-1907. Selama dia bekerja menjadi juru masak, 53 orang tertular penyakit thypoid dan tiga di antaranya meninggal dunia.

Di tahun 1900 Malon bekerja menjadi juru masak di Mamaroneck New York dan kurang dari dua minggu penghuni rumah yang dilayani langsung sakit thypoid. Di Manhattan dia bekerja di sebuah keluarga tahun 1901 dan anggota keluarga itu menderita demam dan diare.

Kemudian dia bekerja pada seorang pengacara dan tujuh dari delapan anggota keluarga pengacara itu menderita thypoid. Tahun 1906 dia bekerja di Long Island. Dalam dua minggu enam dari sebelas anggota keluarga yang dilayaninya masuk rumah sakit karena thypoid. Dia terus pindah kerja lagi dan menulari thypoid pada lebih dari tiga keluarga lagi.

Healthy carrier adalah orang sehat yang pernah menderita demam thypoid namun bakteri penyebab thypoid itu tetap hidup tanpa menyebabkan si pembawa sakit. Si pembawa ini terus mengeluarkan bakteri di kotoran dan urinenya.

Kasus Typhoid Mary jadi terkenal karena Mallon menolak disebut sebagai penular penyakit thypoid. Apalagi ketika itu konsep healthy carrier alias pembawa penyakit tapi tetap sehat belum dikenal baik. Dia pun menolak berhenti bekerja sebagai juru masak.

Kasus menjadi semakin memanas apalagi ketika dikaitkan dengan prasangka bahwa imigran miskin seperti dirinya disebut sebagai sumber penyakit.

Namun akhirnya pejabat kesehatan memaksanya dikarantina dan Malon pun mati di karantina. Diperkirakan Mary Malon dilahirkan dengan kuman thypoid karena ibunya menderita demam thypoid ketika mengandung dirinya.

Cara Mencegah Penularan

Agar terhindar dari penularan penyakit thypoid ini, pastikan selalu mencuci tangan menggunakan sabun sebelum menyiapkan makanan. Penularan penyakit infeksi bisa efektif dihentikan berkat cuci tangan dengan air hangat dan sabun antiseptik yang membersihkan tangan menyeluruh.

Obat yang tepat untuk penyakit demam thypoid adalah antibiotika. Obat antibiotika ini dapat diberikan pada pasien yang dirawat di rumah sakit dan berobat jalan. Antibiotika ini penting untuk memberantas kuman agar tidak terjadi kekambuhan atau membuat penderitanya jadi pembawa kuman (carrier).

Selama puluhan tahun demam thypoid biasanya diobati dengan antibiotika bernama kloramfenikol selama dua minggu.

Leave a comment