Prevalensi Tentang Penyakit Tuberkulosis Di Indonesia!

Penyakit Tuberkulosis Paru-Paru ini banyak menyerang orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah, Orang-orang lanjut usia yang pada masa kanak-kanaknya pernah terserang tuberkulosis dan mereka yang hasil tes HIV-nya positif menjadi sasaran utama tuberkulosis. Penyakit Tuberkulosis Paru-Paru ditularkan melalui sekresi pernapasan yang dihembuskan penderitanya kemudian diisap oleh orang lain.

Gejala Penyakit Tuberkulosis

Berikut ini adalah beberapa gejala dari penyakit Tuberkulosis:

  1. Berat badan menurun

Berat badan menurun disebabkan karena nafsu makan berkurang sehingga asupan makanna tidak dapat tercukupi akibatnya tubuh menjadi lelah dan berat badan menjadi turun.

Hal ini disebabkan karena tidak ada makanan yang mengandung karbohidrat yang dikonsumsi sehingga badan terasa sangat kurus, meskipun pada dasarnya makanan mengandung karbohidrat ini menyebabkan ngantuk, tetappi makanan ini juga diperlukan untuk melengkapi kebutuhan asupan dalam tubuh.

  1. Batuk berdarah

Batuk yang diderita tidak hanya batuk biasa, batuk Tuberkulosis paru ini biasanya disertai dengan keluarnya darah pada saat batuk. Keluarnya darah pada saat batuk ini mengakibatkan dada menjadi sakit dan sesak.

Hal ini dikarenakan ada bagian yang luka pada dada sehingga dada menjadi terluka dan mengeluarkan darah ketika batuk. Tentunya hal ini dikarenakan adanya bakteri penyebab Tuberkulosis yang membuat fungsi pada bagian pernafasan menjadi abnormal.

  1. Penurunan nafsu makan

Ciri ciri penyakit Tuberkulosis ketika paru paru di infeksi oleh bakteri yaitu penurunan nafsu makan. Tidak memiliki selera untuk makan bisa terjadi pada saat terinfeksi oleh bakteri di paru paru atau Tuberkulosis. Karena itu ciri ciri penyakit Tuberkulosis juga akan menyebabkan penderitanya akan kehilangan banyak berat badan selama mengalami penyakit ini.

Penyakit Tuberkulosis Di Indonesia

WHO Global Tuberculosis Report 2016 menyatakan Indonesia menempati rangking kedua dengan jumlah kasus tuberkulosis (Tuberkulosis) terbanyak di dunia. Tuberkulosis menjadi penyebab kematian nomor empat setelah penyakit kardiovaskuler.

Hasil survei memperkirakan setiap tahun terdapat 1 juta kasus baru Tuberkulosis di Indonesia. Ironisnya masyarakat masih banyak yang tidak sadar/tidak tahu tentang Tuberkulosis dan bagaimana mengakses cara pengobatannya.

Sedangkan data survei mencatat hanya 26% dari populasi umum dapat mengidentifikasi tanda dan gejala Tuberkulosis. Selanjutnya hanya 19% yang mengetahui Tuberkulosis bisa diobati secara gratis.

Satu orang yang tidak terdeteksi dan tidak menjalani pengobatan bisa menularkan Tuberkulosis pada 10-15 orang lainnya dalam 1 tahun kontak dekat. Kurangnya pengetahuan tentang Tuberkulosis mengakibatkan penderita terlambat mencari pengobatan atau bahkan tidak berobat sama sekali. Hal ini otomatis berkontribusi pada tingginya kasus baru Tuberkulosis di Indonesia.

Pencegahan Penyakit Tuberkulosis

Cara pencegahan penyakit Tuberkulosis ini dapat dilakukan mulai dari menjaga kesehatan serta menerapkan pola hidup yang sehat. Lingkungan yang kotor dan tidak sehat merupakan sarang dari berkembangnya kuman kuman dan bakteri bakteri yang merupakan salah satu berkembangannya bakteri penyebab Tuberkulosis. Berikut cara pencegahan yang dapat dilakukan terhadap penyakit Tuberkulosis:

  1. Jaga kesehatan organ paru paru Anda dengan menghindari rokok dan minuman beralkohol. Bagi anda perokok aktif segera mungkin berhenti merokok jika Anda tidak ingin menderita penyakit Jagalah kesehatan Anda, penggunaan masker sangat baik untuk mencegah penularan Tuberkulosis. Dengan mencuci kaki dan tangan secara teratur dapat mengurangi resiko penularan penyakit Tuberkulosis.
  2. Hindari tinggal satu rumah dengan orang yang menderita Tuberkulosis aktif namun belum dilakukan pengobatan terhadap dirinya.
  3. Olahraga rutin dan teratur sangat baik untuk mencegah penularan penyakit Tuberkulosis. Dengan berolah raga yang teratur dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dengan begitu bakteri pun tidak mudah menyerang tubuh Anda.
  4. Istirahat yang cukup. Sebisa mungkin untuk mendapatkan istirahat yang cukup, khususnya bagi Anda para pekerja keras. Karena dengan tidur dan istirahat yang cukup dapat memberikan kekuatan dan kesehatan pada badan Anda sehingga tidak mudah terserang virus ataupun bakteri penyakit Tuberkulosis.
  5. Tuberkulosis, dan jika Anda perokok pasif sebisa mungkin menghindari orang orang atau lingkungan sekitar yang penuh dengan asap rokok. Selain rokok hindari minuman beralkohol karena tidak baik bagi kesehatan dan dapat merusak organ paru paru Anda.

Leave a comment