Perbedaan Penyakit Darah Rendah Dan Anemia Apa?

Hipotensi adalah keadaan ketika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan normal dan biasa disebut dengan tekanan darah rendah. Saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri, tekanan itulah yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah.

Terhambat atau terbatasnya jumlah darah yang mengalir ke otak dan organ vital lainnya seperti ginjal dapat terjadi jika tekanan darah terlalu rendah, sehingga dapat menyebabkan kepala terasa ringan dan pusing. Tubuh juga akan terasa tidak stabil atau goyah, bahkan kehilangan kesadaran.

Ada dua ukuran yang digunakan dalam tekanan darah, yaitu tekanan sistolik (bilangan atas) dan tekanan diastolik (bilangan bawah). Tekanan darah yang normal adalah antara 90/60 dan 140/90. Penderita hipotensi memiliki tekanan darah di bawah 90/60 dan disertai dengan gejala hipotensi. Sedangkan jika tekanan darah di atas 140/90, maka orang tersebut menderita tekanan darah tinggi/hipertensi.

Kurang darah adalah istilah awam untuk menyebutkan keadaan anemia yaitu kadar hemoglobin (hb) darah yang rendah atau kurang dari normal. Sedangkan darah rendah adalah kekuatan pompa jantung yang dibandingkan dengan tahanan yang ada di perifir atau pembuluh darah tepi.

Secara sederhana mungkin bisa dibedakan kalau tekanan darah rendah yaitu tekanan darah dalam pembuluh darah yang berkurang sedangkan darah rendah yaitu zat dalam darah itu sendiri berkurang atau alau darah rendah itu tekanan darahnya yang rendah atau lemah, ini diukurnya dengan menggunakan tensi meter.

Sedangkan anemia adalah butir darah merahnya yang berkurang, ini diukurnya pakai Hb meter. Hemoglobin tersebut terdapat pada sel darah merah (eritrosit) yang berfungsi untuk membawa oksigen keseluruh organ tubuh. Oleh karena itu apabila seseorang kurang darah (anemia) maka akan mengeluh lemah (fatique) karena oksigen yang ke jaringan dan organ tubuh berkurang.

Kaum wanita sangat rentan mengalami anemia atau kekurangan zat besi. Karena gejala anemia dan tekanan darah rendah mirip, yaitu rasa lelah dan pusing, banyak orang mengira anemia dan tekanan darah rendah adalah kondisi yang sama.

Ciri Anemia Dan Tekanan Darah Rendah

Seseorang disebut mengalami anemia apabila kadar hemoglobinnya (sel darah merah) rendah. Pada wanita nilai normal hemoglobin 12-16 gr/dl, pria 13,5-18 gr/dl. Secara klinis biasanya pasien terlihat pucat dan lemas.

Sementara ciri tekanan darah rendah, berbeda. Jika tekanan darah seseorang 90/60 mmHg atau kurang, sudah bisa disebut mengalami hipotensi. Kejadian hipotensi lebih banyak dialami para wanita dari pada pria karena berhubungan dengan perdarahan (menstruasi/melahirkan) atau kehamilan yang juga bisa menyebabkan terjadinya hipotensi.

Penyebab Anemia Dan Tekanan Darah Rendah

Penyebab anemia bermacam-macam, bisa karena produksi yang rendah, karena perdarahan, kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat, anemia karena penghancuran berlebih atau anemia karena penyakit kronis misal kanker.

Wanita hamil dan menyusui adalah kelompok pertama yang berisiko anemia. Peningkatan volume darah membutuhkan lebih banyak zat besi untuk diberikan ke bayi atau janin, demi pertumbuhan organ tubuhnya.

Sementara pada seseorang yang mengalami hipotensi alias darah rendah. Hipotensi yaitu suatu keadaan di mana tekanan darah berada di bawah 90 mmHg/60 mmHg. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala pusing, sempoyongan, terutama saat tiba-tiba melakukan perubahan posisi tubuh (misalnya saat tiba-tiba berdiri dari posisi tidur).

Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan tekanan darah rendah adalah kehilangan cairan atau darah misalnya muntah-muntah hebat, mecret atau diare, perdarahan baik melalui saluran cerna atas maupun saluran bawah yang terjadi tiba-tiba, perdarahan melalui vagina, infeksi berat atau gangguan pada jantung.

Pengobatan Anemia Dan Darah Rendah

Karena kondisi anemia dan hipotensi ini sering tumpang tindih atau sekilas mirip, kadang kala seseorang dengan kondisi hipotensi pun mengonsumsi zat besi. Padahal, hal itu tidak tepat. Pasien anemia dan hipotensi sama-sama merasakan lemas, kepala pusing, dan seperti melayang. Kadang kala penyebabnya bisa sama. Pasien dengan anemia karena perdarahan bisa juga mengalami tekanan darah rendah.

Tapi, tambahnya, beberapa kali ia mendapatkan pasien yang sebenarnya kadar hemoglobin normal tetapi mempunyai tekanan darah rendah. Nah bila pasien itu mengosumsi zat besi, sebenarnya tidak tepat. Sembarangan mengonsumsi suplemen zat besi harus dihindari karena kadar zat besi yang tinggi dalam darah bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Maka sebelum membeli obat, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter untuk mendapati penganganan yang tepat. Ada obat-obatan yang menyebabkan terjadinya penurunan tekanan darah antara lain obat anti darah tinggi, obat penenang atau obat diuresis (untuk merangsang buang air kecil).

Leave a comment