Penyebab Sakit Maag Pada Anak Balita!

Maag adalah kondisi ketika lapisan lambung mengalami iritasi, peradangan atau pengikisan. Maag berasal dari bahasa Yunani yaitu gastro, yang berarti perut/lambung dan itis yang berarti inflamasi/peradangan.

Lambung pada dasarnya adalah sebuah kantung otot dimana makanan dicerna. Ketika makanan masuk ke lambung, secara bersamaan mukosa pada lambung mengeluarkan asam hidroklorida. Asam ini amat korosif sehingga paku pun dapat larut dalam cairan ini.

Berdasarkan jangka waktu perkembangan gejala, maag dibagi menjadi dua, yaitu akut (berkembang secara cepat dan tiba-tiba) dan kronis (berkembang secara perlahan-lahan).

Lambung memiliki sel-sel penghasil asam dan enzim yang berguna untuk mencerna makanan. Untuk melindungi lapisan lambung dari kondisi radang atau pengikisan asam, sel-sel tersebut juga sekaligus menghasilkan lapisan “lendir” yang disebut mucin.

Penyakit maag biasanya menyerang orang dewasa, namun menurut para ahli kesehatan, penyakit maag juga dapat menyerang anak balita.

Penyebab Sakit Maag Pada Balita

Timbulnya sakit maag pada anak balita disebabkan oleh beberapa hal seperti infeksi helicobacter pylori yang masuk melalui makanan, stres pasca operasi, trauma efek samping obat, efek radioterapi, efek samping penyakit pencernaan seperti diare dan trauma sonde yaitu alat selang yang dimasukkan ke dalam tenggorokkan untuk mengirim makanan ke lambung.

Kuman helicobacter pylori adalah kuman yang dapat menginfeksi lambung dan bagian usus lainnya pada anak balita tanpa menimbulkan gejala yang jelas dan sebagian besar anak balita yang menderita akibat kuman ini tidak memiliki gejala selama hidupnya. Penularan kuman ini memang belum dapat dipastikan.

Faktor lingkungan yang padat dengan kondisi sosial ekonomi yang rendah diduga menjadi penyebab timbulnya kuman helicobacter pylori. Orang tua atau ibu yang terinfeksi memiliki peranan penting dalam penularan kuman ini pada anaknya.

Gejala Sakit Maag Pada Balita

Gejala sakit maag pada anak hampir sama dengan sakit perut pada umumnya yang disertai dengan mual, muntah serta rasa kembung. Dan, apabila diamati, pusat sakit berasal dari daerah lambung ke atas, mulai dari ulu hati hingga ke rongga dada. Apabila sakitnya bertambah parah, akan disertai rasa terbakar pada dada.

Ciri lainnya adalah ketika anak muntah disertai darah yang mirip kopi, darah ini terkena asam lambung akibat luka pada lambung. Selain itu, jika anak terlihat tidak nafsu makan, lemah serta mengalami penurunan berat badan maka harus diwaspadai anak terkena sakit maag. Gejala sakit maag ini, biasanya timbul atau mulai terasa pada malam hari.

Jangan biarkan hal ini terus berlanjut, bawalah segera anak Bunda ke dokter untuk mendapatkan pertolongan dan dokter akan memberikan antacida untuk meredakan gejala serta antibiotik jika ditemukan adanya infeksi bakteri.

Pengobatan Sakit Maag Pada Anak Balita

Banyak orangtua yang khawatir ketika anaknya terkena sakit maag, namun sekali lagi orangtua jangan khawatir berlebihan. Karena kuman sakit maag ini dapat diobati. Jika terjadi infeksi, biasanya dokter memberikan antibiotika dan obat yang harus diminum dua kali sehari, selama 1-2 minggu.

Setelah pemberian obat selama kurun waktu tersebut, baru satu bulan kemudian anak tersebut harus dikontrol kembali oleh dokter.

Sedangkan kalau sakit maag pada anak balita yang diderita sudah sangat hebat dan ada pendarahan yang cukup banyak pada saluran pencernaan, biasanya akan dirawat di Rumah Sakit. Cara penanganannya pun harus diendoskopi lebih dulu. Setelah itu akan diberikan obat-obatan yang dapat mengurangi asam lambung.

Sedangkan untuk menghentikan pendarahan yang terjadi, pasien tersebut akan dipuasakan, sampai pendarahan tersebut berhenti. Biasanya satu sampai dua hari. Dan sebagai pengganti masuknya makanan, sang anak akan diinfus sebagai pengganti makanan. Selain itu, perhatikan pula pola makannya, diatur, jangan lupa makan sayur dan jangan minum susu terlalu banyak.

Jika produksi gasnya tinggi, maka akan diberi obat untuk mengeluarkan gasnya. Sedangkan kalau asamnya tinggi, akan diberi obat anti asamnya. Sedangkan pemberian antibiotika jarang dilakukan, kecuali ada infeksi.

Leave a comment