Penyebab  Penyakit Menular Tuberkulosis!

Tuberkulosis adalah sebuah penyakit infeksi yang terjadi pada saluran pernafasan manusia yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri penyebab penyakit Tuberkulosis ini merupakan jenis bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengobati penyakit Tuberkulosis ini.

Secara umum, bakteri ini lebih sering menginfeksi organ pernapasan paru-paru (90%) dibandingkan dengan bagian lain pada tubuh manusia.

Penyakit Tuberkulosis yang disebabkan oleh bakteri ini dapat menular melalui:

  1. Melalui Cairan

Aktivitas seperti berciuman dengan penderita Tuberkulosis juga akan menyebabkan infeksi virus menyerang dengan lebih gampang. Contoh-contoh lainnya yang perlu Anda hindari dan waspadai adalah makan menggunakan peralatan yang sama dengan yang dipakai oleh penderita Tuberkulosis, minum memakai gelas yang sama, berhubungan intim serta menyikat gigi memakai sikat gigi yang sama.

Penularan kuman Tuberkulosis akan dengan mudah terjadi apabila aktivitas-aktivitas tersebut kita lakukan. Jadi meski sudah menjauhi penderitanya agar tidak menghirup udara yang sama.

Anda juga masih perlu untuk menghindari serangkaian kegiatan di atas supaya meminimalisir potensi penyebaran virus dan penularannya. Orang-orang yang berada di sekitar penderita Tuberkulosis sebaiknya memang lebih ekstra hati-hati.

  1. Melalui Udara

Selain menular lewat cairan penularan dan penyebaran tuberkulosis juga diketahui melalui udara dan itulah mengapa penularannya tergolong sangat mudah. Ketika kita menghirup udara yang sama dengan penderita Tuberkulosis aktif, maka kita pun dapat tertular secara instan. Potensi tertular pun menjadi lebih tinggi ketika daya tahan tubuh kita tak begitu kuat.

Ketika penderita Tuberkulosis berbicara kepada kita, atau batuk, bersin serta meludah di dekat kita, hal ini bisa sangat membahayakan bagi tubuh kita. Meski tak semua orang yang berada di dekat penderita Tuberkulosis serta menghirup udara yang sama dan sudah tercemar bakteri pasti terserang Tuberkulosis, tetaplah waspada akan hal ini, terutama ketika daya tahan tubuh tengah lemah.

Orang-orang dengan tingkat kekebalan tubuh yang rendah akan lebih mudah terserang virus serta bakteri, maka akan sangat mudah bagi mereka untuk tertular bila berada di tempat yang sama dengan penderita Tuberkulosis. Sama halnya dengan orang-orang dengan masalah kekurangan gizi. Faktor lainnya yang mampu meningkatkan risiko tersebut adalah adanya lingkungan yang kurang sehat.

Lingkungan yang kurang baik bakal memberikan dampak negatif bagi orang-orang yang kekebalan tubuhnya sedang menurun sehingga terkena infeksi Mycobacterium tuberculosa secara lebih mudah. Kuman tersebut merupakan penyebab infeksi Tuberkulosis dan sudah ada pembuktiannya dengan kultur konfirmatori.

Bersin, batuk dan juga bicara adalah sarana untuk menularkan bakteri lewat udara, ditambah juga dengan meludah (khususnya jika seorang penderita Tuberkulosis melakukannya di dekat kita).

Bahkan menyanyi pun adalah aktivitas yang ternyata bisa juga menjadi proses penularan bakteri penyakit Tuberkulosis ini. Ini karena diketahui bahwa pada aktivitas-aktivitas tersebut, titis-titis aerosol infeksius akan tersemprotkan dari sang penderita.

Diameternya pun adalah 0.5 sampai 5 µm dan saat terjadi bersin, ada partikel-partikel berukuran kecil yang jumlahnya dapat mencapai 40 ribu titis. Penyakit Tuberkulosis dapat ditularkan oleh setiap titis yang tersemprotkan dikarenakan rendahnya dosis infeksius penyakit ini. Itulah alasan mengapa seseorang yang tak sengaja menghirup 10 bakteri ke bawah pun dapat terinfeksi secara langsung.

Seseorang yang sudah tertular biasanya menimbulkan gejala, adapun berikut beberapa penjabaran tentang gejala penyakit tuberkulosis:

  1. Berat badan menurun

Berat badan menurun disebabkan karena nafsu makan berkurang sehingga asupan makanna tidak dapat tercukupi akibatnya tubuh menjadi lelah dan berat badan menjadi turun.

Hal ini disebabkan karena tidak ada makanan yang mengandung karbohidrat yang dikonsumsi sehingga badan terasa sangat kurus, meskipun pada dasarnya makanan mengandung karbohidrat ini menyebabkan ngantuk, tetappi makanan ini juga diperlukan untuk melengkapi kebutuhan asupan dalam tubuh.

  1. Batuk lama

Selain batuk berdarah, pada penderita Tuberkulosis paru ini akan mengalami batuk yang cenderung lama, tentu batuk itu akan dialami lebih dari 3 minggu, jika batuk kurang dari tiga minggu, itu biasanya masih tergolong pada batuk biasa, namun jika batuk sudah lebih dari 3 minggu bahkan sampai berbulan-bulan.

Tentu hal ini sudah harus diwaspadai karena hal tersebut bisa jadi menandakan bahwa batuk itu adalah batuk dari Tuberkulosis.

  1. Sakit kepala

Sakit kepala akan kerap terjadi ketika sedang sakit, karena ada beberapa syaraf yang tertekan oleh bakteri sehingga menyebabkan syaraf-syaraf menajdi tertekan, begitu pula dengan syafat bagian kepala, sehingga menyebabkan sakit pada kepala. Sakit ini bisa berakibat kepala menjadi berat sehingga susah beraktivitas. Bawaannya merasa ingin terus terusan tidur.

  1. Badan terasa pegal-pegal

Selain itu badan pun akan mudah terasa pegal-pegal pada saat menderita Tuberkulosis paru ini, karena Tuberkulosis paru tidak hanya menyerang bagian paru saja tetap ada beberapa bagian yang dimana bakteri itu menyebar hampir ke seluruh tubuh, sehingga orang yang menderita penyakit ini akan merasakan lelah dan pegal serta capek seluruh tubuh.

Vaksin Untuk Tuberkulosis

Daya tangkis orang dengan reaksi tuberkulin negatif dapat diperkuat melalui vaksinasi dengan vaksin BCG. Vaksin ini mengandung basil Tuberkulosis sapi yang telah dihilangkan keganasannya (virulensi) setelah dibiakkan di laboratorium selama bertahun-tahun.

Vaksinasi meninggalkan tanda bekas luka yang nyata, biasanya dilengan bawah dan memberikan kekebalan selama 3-6 tahun terhadap infeksi primer dan efektif untuk rata-rata 70%. Vaksin BCG terutama efektif untuk menghindari Tuberkulosis miliar dan Tuberkulosis meningitis. Bayi di daerah dengan insidensi Tuberkulosis besar seringkali diimunisasi dengan BCG secara rutin.

Efektivitas vaksin BCG adalah kontroversial, walaupun sudah digunakan lebih dari 50 tahun di seluruh dunia. Hasilnya sangat bervariasi, beberapa penelitian baru telah memperlihatkan perlindungan terhadap lepra, tetapi sama sekali tidak terhadap tuberkulosis. Vaksin BCG diberikan intradermal 0,1 ml bagi anak-anak dan orang dewasa, 0,05 untuk bayi.

Leave a comment