Penyakit Limfadenitis Tuberkulosis Itu Apa?

Penyakit Tuberkulosis dibedakan menjadi 2 yaitu Tuberkulosis Paru dan Tuberkulosisekstra paru. Tuberkulosis kelenjar/limpadenitis Tuberkulosis/lymphadenitis Tuberkulosis merupakan manifestasi terbanyak dari Tuberkulosis ekstra paru, dimana kuman Tuberkulosis menyerang kelenjar getah bening sehingga menimbulkan pembengkakan.

Kelenjar yang paling sering terinfeksi adalah kelenjar di leher, ketiak dan selakangan karena lokasikelenjarnya agak ke permukaan kulit (superfisial). Selain kelenjar, yang termasuk Tuberkulosis ekstra paru adalah Tuberkulosis otak, kulit, ginjal, tulang, ususdan sebagainya.

Limpadenitis Tuberkulosis makin banyak seiring dengan makin banyaknya penderita Tuberkulosis Paru, apalagiyang tidak terdeteksi/ tidak diobati dengan benar. Pertama kali kuman akan masuk ke paru-paru orang yang tertular tetapi tidak menimbulkan sakit (tidak ada keluhan),ini disebut Tuberkulosis Paru primer.

Pada kondisi tubuh yang menurun, kuman Tuberkulosis yang sudah ada dalam paru-paru tersebut akan menyebar ke tempat atau organ lain dalamtubuh dan baru menimbulkan bermacam keluhan. Dari infeksi Tuberkulosis paru primerkuman Tuberkulosis dapat menyebar salah satunya ke kelenjar getah bening dan menimbulkan limpadenitis Tuberkulosis.

Pada keadaan lanjut, limpadenitis Tuberkulosis bisa pecahmenembus kulit dan menyebabkan Tuberkulosis kulit atau disebut scrofuloderma, walaupun scrofuloderma sendiri tidakselalu diawali dengan limpadenitis Tuberkulosis.

Gejala Limfadenitis

Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Jika muncul limfadenitis berarti kelenjar getah bening mengalami infeksi, baik yang berasal dari kelenjar itu sendiri maupun karena komplikasi dari infeksi di bagian tubuh lain.

Dua hal yang bisa dirasakan ketika limfadenitis terjadi adalah kelenjar getah bening terasa nyeri dan permukaan kulit di atasnya merah, ukuran kelenjar getah bening bisa membengkak hingga lebih besar dari kacang polong.

Gejala umum yang muncul bersama limfadenitis bila terdapat infeksi di bagian tubuh lain adalah:

– Mengalami infeksi saluran pernapasan atas. Limfadenitis biasa disertai pilek, nyeri tenggorokan, dan demam.

– Pembengkakan kelenjar getah bening di seluruh tubuh, bisa menandakan infeksi HIV, mononukleosis, atau lupus.

– Pembengkakan tangan dan kaki, bisa menandakan terhalangnya aliran dari kelenjar getah bening.

– Kelenjar getah bening mengalami pengerasan, kaku, dan membesar. Hal ini bisa mengindikasikan adanya tumor.

– Demam dan berkeringat pada malam hari.

Membengkaknya kelenjar getah bening bisa kembali normal saat kondisi tubuh juga kembali normal. Segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami pembengkakan kelenjar getah bening tanpa sebab yang jelas, disertai sakit tenggorokan, kesulitan bernapas dan menelan, pembengkakan terus membesar selama 14-30 hari, demam dan berkeringat di malam hari, serta terjadi penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Penyebab Limfadenitis

Umumnya penyebab terjadinya limfadenitis adalah terjadinya infeksi, baik infeksi virus, bakteri, atau parasit. Berikut ini jenis-jenis infeksi yang bisa menyebabkan terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening:

Infeksi umum, seperti infeksi telinga, abses gigi, mononukleosis, infeksi kulit atau luka, HIV, campak, radang tenggorokan.

Infeksi khusus, seperti Tuberkulosis, beberapa penyakit menular seksual, toksoplasmosis, infeksi bakteri dari cakaran dan gigitan kucing.

Langkah Pengobatan Tuberkulosis kelenjar

Pada zaman dahulu sangat populer dilakukan penanganan Tuberkulosis kelenjar dengan cara operasi (Eksisi), namun ternyata memiliki angka kekambuhan yang tinggi serta pembentukan fistula (lubang). Selain itu, operasi bisa menyebarkan penyakit ke organ lain.

Pendekatan terbaik dalam pengobatan Tuberkulosis kelenjar adalah dengan menggunakan cara konvensional yaitu membunuh kuman tuberkulosis dengan antibiotik. Kelompok obat (paket) yang digunakan untuk membasmi kuman Tuberkulosis disebut OAT (Obat Anti Tuberkulosis) yang terdiri dari obat rifampisin bersama dengan pirazinamid, isoniazid, etambutol, dan streptomisin. Lebih lanjut akan dijelaskan oleh dokter yang menangani.

Dengan perawatan yang memadai, Tuberkulosis kelenjar dapat disembuhkan hingga 100%. Disarankan juga bagi orang-orang yang memiliki kontak dekat dengan orang yang sakit, seperti anggota keluarga atau yang tinggal dalam satu rumah, untuk dilakukan pemeriksaan terhadap penyakit Tuberkulosis karena ini merupakan penyakit yang menular.

Pencegahan Tuberkulosis Klenjar

Tentu, mencegah jauh lebih menguntungkan daripada sakit walaupunbisa berobat gratis. Mengingat penyakit ini berkaitan dengan daya tahan tubuh, maka jaga selalu daya tahan tubuh anda dengan makanmakananbergizi, menjaga kebersihan dan mencegah penularan.

Penyakit ini menular dari penderita Tuberkulosis Paru,jadi bila ada orang dengan gejala batuk lebih dari 2 minggu, berat badan menurun,keringatmalamhari, sarankan untuksegera memeriksakan diri ke dokter sebab bisa saja dia menerita Tuberkulosis Paru dan bisa menulari orang-orang disekitarnya.

Leave a comment