Penyakit HIV Pada Lansia

Lansia cenderung lebih tertutup mengenai masalah seks mereka. Lagipula pada wanita yang sudah melewati masa haid, cenderung untuk tidak memakai kondom saat berhubungan intim.Lansia yang didiagnosis terjangkit HIV/AIDS biasanya sudah cukup terlambat untuk ditangani.

HIV/AIDS kadang disalahapamahi sebegai penyakit lain yang umumnya diderita lansia. Kurangnya sosialisasi mengenai HIV/AIDS untuk lansia diyakini membuat lansia semakin beresiko terkena HIV/AIDS.

Walaupun sudah tua dan mungkin tidak produktif lagi, lansia tetap ingin melakukan seks tanpa takut terkena HIV/AIDS. Mereka juga berhak untuk mendapat pembekalan dan tuntunan mengenai HIV/AIDS dan seks yang sehat dan aman dari pihak medis.

Penyakit HIV/AIDS

HIV ( Human Immunodeficiency Virus ) adalah virus pada manusia yang menyerang system kekebalan tubuh manusia yang dalam jangka waktu yang relatif lama dapat menyebabkan AIDS. Sedangkan AIDS sendiri adalah suatu sindroma penyakit yang muncul secara kompleks dalam waktu relatif lama karena penurunan sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HIV.

AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah sindroma yang menunjukkan defisiensi imun seluler pada seseorang tanpa adanya penyebab yang diketahui untuk dapat menerangkan terjadinya defisiensi tersebut sepertii keganasan, obat-obat supresi imun, penyakit infeksi yang sudah dikenal dan sebagainya.

HIV masuk kedalam darah dan mendekati sel T-helper dengan melekatkan dirinya pada protein CD4. Sekali ia berada di dalam, materi viral (jumlah virus dalam tubuh penderita) turunan yang disebut RNA (ribonucleic acid) berubah menjadi viral DNA (deoxyribonucleic acid) dengan suatu enzim yang disebut reverse transcriptase.

Viral DNA tersebut menjadi bagian dari DNA manusia, yang mana, daripada menghasilkan lebih banyak sel jenisnya, benda tersebut mulai menghasilkan virus-virus HI.

Enzim lainnya, protease, mengatur viral kimia untuk membentuk virus-virus yang baru. Virus-virus baru tersebut keluar dari sel tubuh dan bergerak bebas dalam aliran darah, dan berhasil menulari lebih banyak sel.

Ini adalah sebuah proses yang sedikit demi sedikit dimana akhirnya merusak sistem kekebalan tubuh dan meninggalkan tubuh menjadi mudah diserang oleh infeksi dan penyakit-penyakit yang lain. Dibutuhkan waktu untuk menularkan virus tersebut dari orang ke orang.

Respons tubuh secara alamiah terhadap suatu infeksi adalah untuk melawan sel-sel yang terinfeksi dan mengantikan sel-sel yang telah hilang. Respons tersebut mendorong virus untuk menghasilkan kembali dirinya.

Jumlah normal dari sel-sel CD4+T pada seseorang yang sehat adalah 800-1200 sel/ml kubik darah. Ketika seorang pengidap HIV yang sel-sel CD4+ T-nya terhitung dibawah 200, dia menjadi semakin mudah diserang oleh infeksi-infeksi oportunistik.

Infeksi-infeksi oportunistik adalah infeksi-infeksi yang timbul ketika sistem kekebalan tertekan. Pada seseorang dengan sistem kekebalan yang sehat infeksi-infeksi tersebut tidak biasanya mengancam hidup mereka tetapi bagi seorang pengidap HIV hal tersebut dapat menjadi fatal.

Bahaya AIDS

AIDS menjadi panyakit yang sangat berbahaya. Banyak penderita AIDS yang mengalami perubahan hidup dan menyesal atau masuk ke tahap kehidupan yang buruk. Berikut ini adalah beberapa jenis bahaya penyakit AIDS.

  1. Kematian

Penyakit AIDS adalah penyakit yang belum ditemukan obatnya hingga sekarang. Meskipun berbagai jenis pengobatan alternatif mengklaim bisa menyembuhkan AIDS namun tidak terbukti secara medis. Kematian karena AIDS hampir terjadi disetiap menit di seluruh dunia.

  1. Depresi

Penderita AIDS akan mengalami berbagai macam komplikasi penyakit yang membuat penderitaan yang panjang. Hal ini tidak hanya merusak fisik tapi juga beban moral dan mental yang sangat besar sehingga banyak penderita yang merasa depresi.

  1. Kehidupan yang Buruk

Penderita AIDS masih sering dijauhi oleh masyarakat karena mitos yang masih beredar dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang AIDS. Hal ini membuat penderita merasa tidak punya teman atau merasa minder. Bahkan beberapa penderita AIDS pada akhirnya bisa gila atau ingin bunuh diri.

Leave a comment