Penyakit HIV Menular Lewat Apa

HIV merupakan kepanjangan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus yang menyebabkan penyakit HIV tersebut akan menyerang sistem kekebalan tubuh hingga akhirnya tubuh tidak mampu melawan berbagai macam penyakit yang menyerang tubuh.

AIDS merupakan stadium akhir dari HIV di mana pada tahap ini kemampuan tubuh untuk melawan berbagai macam penyakit sudah benar-benar hilang. Kondisi tersebut makin diperparah ketika seorang penderita tidak mengetahui bahwa dirinya menderita HIV. Gejala awal HIV memang tidak begitu nampak sehingga memungkinkan penderitanya untuk mengalami keterlambatan pengobatan.

Jika hal tersebut terus dibiarkan HIV lambat laun akan berkembang menjadi AIDS hingga menyebabkan kematian pada penderitanya. Untuk itu sangat penting bagi kita untuk mengetahui gejala apa saja yang ditunjukkan oleh seseorang yang menderita HIV sehingga bisa dilakukan pengobatan lebih cepat untuk mengurangi resiko kematian lebih cepat akibat AIDS.

Ketika seseorang terinfeksi oleh virus HIV tidak berarti dia mengalami AIDS, karena AIDS adalah sindrom akibat infeksi HIV dalam waktu jangka panjang terhadap sistem imunitas tubuh yang sudah rusak sepenuhnya.

Transmisi infeksi HIV dan AIDS terdiri dari lima fase yaitu:

  1. Periode jendela

Lamanya 4 minggu sampai 6 bulan setelah infeksi. Tidak ada gejala.

  1. Fase infeksi HIV primer akut

Lamanya 1-2 minggu dengan gejala flu likes illness.

  1. Infeksi asimtomatik

Lamanya 1-15 atau lebih tahun dengan gejala tidak ada.

  1. Supresi imun simtomatik

Diatas 3 tahun dengan gejala demam, keringat malam hari, B menurun, diare, neuropati, lemah, rash, limfadenopati, lesi mulut.

  1. AIDS

Lamanya bervariasi antara 1-5 tahun dari kondisi AIDS pertama kali ditegakkan. Didapatkan infeksi oportunis berat dan tumor pada berbagai system tubuh, dan manifestasi neurologist.

Penyakit HIV Menular Lewat Apa?

HIV hanya dapat hidup di dalam tubuh manusia yang hidup dan hanya bertahan beberapa jam saja di luar tubuh.

HIV tidak dapat menular melalui air ludah, air mata, muntahan, kotoran manusia dan air kencing, walaupun jumlah virus yang sangat kecil terdapat di cairan ini. HIV tidak ditemukan di keringat.

HIV tidak dapat menembus kulit yang utuh dan tidak menyebar melalui sentuhan dengan orang yang terinfeksi HIV, atau sesuatu yang dipakai oleh orang terinfeksi HIV; saling penggunaan perabot makan atau minum; atau penggunaan toilet atau air mandi bergantian.

HIV/AIDS hanya dapat ditularkan melalui beberapa cara sebagai berikut:

  1. Penularan Melalui Hubungan Seksual

Penularan (transmisi) HIV secara seksual terjadi ketika ada kontak antara sekresi cairan vagina atau cairan preseminal seseorang dengan rektum, alat kelamin, atau membran mukosa mulut pasangannya.

Hubungan seksual reseptif tanpa pelindung lebih berisiko daripada hubungan seksual insertif tanpa pelindung, dan risiko hubungan seks anal lebih besar daripada risiko hubungan seks biasa dan seks oral.

Seks oral tidak berarti tak berisiko karena HIV dapat masuk melalui seks oral reseptif maupun insertif. Kekerasan seksual secara umum meningkatkan risiko penularan HIV karena pelindung umumnya tidak digunakan dan sering terjadi trauma fisik terhadap rongga vagina yang memudahkan transmisi HIV.

Penyakit menular seksual meningkatkan risiko penularan HIV karena dapat menyebabkan gangguan pertahanan jaringan epitel normal akibat adanya borok alat kelamin, dan juga karena adanya penumpukan sel(limfosit dan makrofaga) yang terinfeksi HIV.

  1. Transplantasi Organ Tubuh

Hal ini juga sangat riskan sekali. Orang yang mengalami kecacatan sangat menunggu ada orang lain yang besar hatinya mendonorkan organ tubuhnya.

Sehingga ketika pasien mendapatkan pendonor yang sudah terinfeksi virus HIV, secara langsung juga sudah melakukan pertukaran cairan. Maka tinggal menunggu waktu pasien merasakan turunya sistem imun dan diresmikan sebagai penderita AIDS.

  1. Donor Darah

Donor darah memiliki kemungkinan tertular virus HIV. Hal tersebut terjadi ketika tidak melalui uji saring atau biasa disebut diskrining bebas HIV

Leave a comment