Penyakit HIV AIDS Lengkap

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus.Virus ini yang menyerang system kekebalan tubuh seseorang. Seseorang dapat terjangkit virus HIV,apabila virus tersebut masuk ke dalam saluran peredaran darah.

Virus HIV menyerang system kekebalan seseorang.Jika tidak diatasi,maka virus ini akan merusak system kekebalan tubuh sehingga daya tahan tubuh melemah terhadap penyakit lain bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Kondisi inilah yang dinamakan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). AIDS tergolong pada semua orang dengan infeksi HIV yang mempunyai kurang dari 200 sel CD4+ per mikroliter darah. Keterangan ini juga meliputi 26 keadaan penyakit yang umum pada penyakit HIV tahap lanjut, namun yang jarang di alami oleh orang sehat.

Artinya bahwa orang yang terserang oleh HIV akibat sistem daya tahan tubuhnya lemah, maka orang tersebut akan rentan untuk terjangkit infeksi baik oleh virus, bakteri, jamur, parasit ataupun organisme lainnya. Jadi, yang menjadi gejala & kepedihan itu ialah infeksi yang menjangkiti, bukan penyakit AIDS itu sendiri.

Seperti yang di uraikan berikut ini adalah gejala AIDS yang timbul, antara lain:

– Gangguan penglihatan (pandangan kabur).

– Mengalami diare kronis.

– Mengalami kesusahan / terasa sakit ketika menelan.

– Mengeluarkan banyak keringat pada malam hari.

– Menggigil, demam tinggi yang terjadi selama beberapa minggu.

– Menurunnya berat badan secara drastis.

– Merasakan terus-menerus kecapean.

– Napas terasa sesak.

– Ruam pada kulit / terdapat benjolan.

– Sering terjadi lesi yang tidak biasa pada lidah / mulut (sariawan).

– Terasa sakit di bagian kepala.

– Terdapat bintik-bintik putih.

Penyebab penyakit aids atau hiv yang disebabkan karena virus HIV biasanya ditemukan di dalam air mani, air liur, air susu ibu, dan juga air mata. Namun, darah menjadi salah satu media utama yang paling besar sebagai alat untuk menularkan penyakit AIDS ini.

Penyakit HIV AIDS tidak dengan mudah bisa menular. Transfusi darah bisa menjadi salah penyebab penyakit AIDS atau hiv. Namun hal ini bisa dicegah jika darah yang akan didonorkan melalui pemeriksaan penyakit aids terlebih dahulu untuk mengetahui terlebih dahulu terdapatnya suatu virus tadi.

Penularan penyakit AIDS yang paling sering terjadi memang melalui hubungan seksual. Dan penyebaran yang sangat mudah bisa terjadi melalui darah atau juga produk darah. Untuk mencegah penyebab penyakit AIDS atau hiv bisa dilakukan dengan cara setia pada pasangan dan tidak berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual.

Jangan bersamaan memakai jarum suntik. Mengonsumsi makanan yang mengandung nutirisi tinggi untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda, agar proses masuknya virus ke dalam tubuh tidak akan masuk dengan mudah.

Yang harus Anda ketahui adalah HIV merupakan salah satu virus yang tidak bisa hidup lama di luar tubuh. Oleh sebab itu, penularan yang terjadi melalui kontak social dengan penderita penyakit AIDS misalnya saat berjabat tangan sangat kecil terjadi atau bahkan resikonya tidak mungkin terjadi.

Orang yang terkena aids pada awalnya tidak akan menunjukkan gejala aids. Orang yang mengalami infeksi penyakit HIV Aids, biasanya akan terlihat sehat seperti orang lain yang tidak mengalami infeksi.

Sebelum penyakit HIV berubah menjadi penyakit Aids, maka penderitanya akan terlihat normal dan biasanya saja dalam kurun waktu selama 5-10 tahun. Penderita peyakit HIV biasanya tidak bisa dikenali dengan melihatnya langsung. Dan untuk mengetahui seseorang mengalami infeksi HIV Aids atau tidak maka dilakukan tes darah untuk membuktikan dan mendapatkan hasilnya.

Namun walaupun mereka terlihat seperti orang yang sehat mereka juga akan bisa menularkan virus HIV kepada orang lain. Virus HIV ini akan hidup di dalam:

– Darah

– Cairan di dalam vagina wanita

– Cairan sperma pria

– Air susu ibu hamil

– Cairan infeksi pada penderitanya.

Pengobatan HIV

Pengobatan HIV dan AIDS pada dasarnya meliputi aspek Medis Klinis, Psikologis dan Aspek Sosial yang meliputi pengobatan supportive (dukungan), pencegahan dan pengobatan infeksi oportunistik dan pengobatan antiretroviral.

ARV atau Antiretroviral

ARV merupakan singkatan dari Antiretroviral, yaitu obat yang dapat menghentikan reproduksi HIV didalam tubuh. Bila pengobatan tersebut bekerja secara efektif, maka kerusakan kekebalan tubuh dapat ditunda bertahun–tahun dan dalam rentang waktu yang cukup lama sehingga orang yang terinfeksi HIV dapat mencegah AIDS.

Dengan semakin meningkatnya jumlah kasus infeksi HIV tersebut, ARV memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat sehat melalui strategi penanggulangan AIDS yang memadukan upaya pencegahan dengan upaya perawatan, dukungan serta pengobatan.

Leave a comment