Penyebab Dan Gejala Penyakit Hipotensi  Yang Bisa Kamu Pelajari!

Tekanan hipotensi adalah sebuah ukuran dari jantung untuk memompakan darah dan bersirkulasi ke seluruh tubuh. Sirkulasi darah ini akan menekan dinding-dinding pembuluh darah. Tekanan darah akan memompa darah ke arteri-arteri tubuh dan dikembalikan lagi ke jantung melalui pembuluh vena.

Perbedaan tekanan inilah yang akan menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi (hipertensi), tekanan darah normal, atau tekanan hipotensi (hipotensis). Ada dua ukuran yang digunakan dalam tekanan darah, yaitu tekanan sistolik (bilangan atas) dan tekanan diastolik (bilangan bawah).

Tekanan darah yang normal adalah antara 90/60 dan 140/90. Penderita hipotensi memiliki tekanan darah di bawah 90/60 dan disertai dengan gejala hipotensi. Sedangkan jika tekanan darah di atas 140/90, maka orang tersebut menderita tekanan darah tinggi/hipertensi.

Penyebab Hipotensi

Tekanan darah rendah dapat diakibatkan oleh volume darah yang kurang, perubahan hormonal, pelebaran pembuluh darah, pengaruh obat-obatan, kurang darah, masalah jantung atau masalah kelenjar endokrin.

Kurangnya volume darah atau hypovolemia adalah penyebab utama tekanan darah rendah. Hal ini dapat diakibatkan adanya pendarahan (hemorrhage), kurangnya asupan cairan, misalnya sangat kelaparan, atau kehilangan cairan yang berlebihan karena mencret-mencret atau muntah-muntah. Kurangnya volume darah seringkali sebagai akibat pemakaian pelancar kencing (diuretic).

Tekanan darah rendah juga dapat diakibatkan oleh paparan matahari dalam jangka waktu lama (heat stroke). Bisa saja tubuh cukup cairan, tetapi kekurangan elektrolit. Tidak adanya keringat, kepala terasa ringan dan air seni berwarna kuning tua bahkan cenderung coklat merupakan indikator-indikator kurangnya cairan.

Pengobatan-pengobatan dapat menimbulkan tekanan darah rendah dengan berbagai cara. Pengunaan alpha blockers atau beta blockers dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Beta blocker dapat menyebabkan tekanan darah rendah dengan mengurangi denyut jantung dan mengurangi kemampuan pemompaan darah oleh jantung sekaligus.

Berkurangnya kemampuan jantung dalam kondisi volume darah yang normal, disebabkan gagal jantung yang berat (congestive heart failure), luasnya serangan jantung (myocardial infarction), masalah katup jantung, atau denyut jantung/nadi yang sangat lemah (bradycardia), seringkali menimbulkan tekanan darah rendah.

Dan dapat berubah cepat menjadi syok jantung (cardiogenic shock). Irama/ritme jantung tidak teratur (Arrhythmia) seringkali timbul pada kondisi tekanan darah rendah melaui mekanisme semacam ini.

Beberapa kondisi jantung dapat memicu tekanan darah rendah, termasuk denyut jantung/nadi yang sangat lemah (bradycardia), masalah katup jantung, serangan jantung dan gagal jantung. Kondisi-kondisi ini dapat menjadi penyebab tekanan darah rendah, karena tubuh menjaga agar sirkulasi darah tetap berjalan.

Tidak semua yang mengalami hipotensi akan merasakan gejala. Kondisi hipotensi juga tidak selalu memerlukan perawatan. Namun jika tekanan darah cukup rendah, kemungkinan besar bisa menimbulkan gejala-gejala seperti berikut ini, yaitu:

– Pusing di sertai dengan sakit kepala.

– Napas pendek atau cepat.

– Jantung berdebar kencang atau tidak teratur.

– Pingsan secara tiba-tiba.

– Dehidrasi sedang hingga berat.

– Tubuh akan mudah merasa lemas.

– Mual dan menggigil.

– Kehilangan keseimbangan atau merasa goyah.

– Pandangan buram.

– Pucat dan badan dingin.

Jika mengalami gejala hipotensi, sebaiknya Anda segera duduk atau berbaring, minum air putih, dan menghentikan semua kegiatan yang sedang Anda lakukan. Gejala biasanya akan segera hilang setelah beberapa saat.

Jika Anda sering mengalami gejala hipotensi seperti yang disebutkan di atas, temui dokter untuk mengukur tekanan darah Anda dan memeriksa apakah ada penyakit tertentu yang menyebabkan timbulnya gejala seperti hipotensi.

Leave a comment