Penyakit Hipotensi Yaitu …

Hipotensi adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh kemampuan jantung yang sangat rendah sehingga darah tidak mampu mencapai ke organ otak. Jantungnya berdetak cepat, tetapi denyutnya sangatlah lemah sehingga darah tidak akan mampu naik ke otak dalam jumlah yang mencukupi.

Karena otak kita tidak akan mendapatkan darah yang cukup energi, kepala akan terasa pusing dan badan terasa lemah. Penderita golongan hipotensi akan cenderung mengantuk dan rata-rata penderita terlihat berwajah dan berkulit pucat.

Tekanan darah dihasilkan ketika jantung memompa darah ke seluruh arteri darah dalam tubuh. Saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri. Tekanan itulah yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah. Jika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan normal, biasanya disebut dengan tekanan hipotensi.

Tekanan darah yang normal, ukurannya 120/88 mm Hg, tetapi tekanan darah seseorang tiap waktunya tidak selalu sama, selalu berubah-ubah. Beberapa ahli mengatakan bahwa tekanan darah yang rendah berada pada ukuran sistoliknya 90 (angka pertama) dan distoliknya berukuran 60 (angka kedua).

Perubahan tekanan darah menjadi rendah secara tiba-tiba juga berbahaya karena bisa berdampak pusing yang hebat, akibat otak gagal menerima aliran darah yang cukup.

Tekanan darah rendah (hipotensi) dapat terjadi pada siapa saja, meskipun beberapa jenis tekanan darah rendah bisanya tergantung pada usia atau faktor lain yaitu:

  1. Obat-obatan

Orang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat tekanan darah tinggi contohnya alpha blocker, memiliki risiko lebih besar mengalami tekanan darah rendah. Penyakit tertentu. Penyakit Parkinson, diabetes dan beberapa kondisi jantung menempatkan anda pada risiko yang lebih besar terkena tekanan darah rendah.

  1. Umur

Tekanan darah menjadi drop atau turun ketika seseorang berdiri atau setelah makan terjadi terutama pada orang tua usia 65 tahun keatas.

Tekanan darah rendah terkadang diartikan sebagai tanda tidak cukupnya darah yang mengalir pada otak dan organ vital lainnya, sehingga dapat menyebabkan beberapa gejala seperti:

– Lemah

– Pingsan

– Merasa kedinginan

– Penglihatan kabur

– Merasa kebingungan

– Pening atau badan terasa ringan

– Susah fokus atau berkonsentrasi

– Mual atau merasa tidak enak badan

– Kulit pucat (pucat karena sakit)

– Merasa haus atau dehidrasi

– Detak jantung lebih cepat dari normalnya dan iramanya menjadi tidak teratur.

Perawatan Hipotensi

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko hipotensi, yaitu membatasi konsumsi minuman keras dan minum air putih yang banyak. Bagi anda yang menyukai minuman berkafein, hindari minuman yang mengandung nutrisi tersebut di malam hari.

Mengenai pola makan, lebih sering mengonsumsi makanan dalam porsi kecil lebih baik dibandingkan mengonsumsi makanan dalam porsi besar dengan frekuensi lebih jarang. Selain itu, meningkatkan asupan garam juga bisa mencegah hipotensi.

Penderita hipotensi juga dianjurkan untuk menghindari berdiri untuk jangka waktu lama. Terutama bagi penderita hipotensi ortosatik, ketika berdiri dari posisi duduk atau berbaring, lakukan secara perlahan-lahan.

Jika anda mengonsumsi obat yang mungkin menyebabkan efek samping hipotensi, dokter bisa mengubah dosis obat tersebut atau memberikan alternatif lain

Pengobatan untuk hipotensi harus dilakukan berdasarkan penyebab dasarnya. Obat untuk mengatasi hipotensi biasanya diberikan untuk menambah jumlah darah atau mempersempit arteri agar tekanan darah meningkat.

Jika anda sedang menjalani pengobatan, periksakan tekanan darah secara rutin. Dan jika anda mengalami efek samping, segera temui dokter. Begitu pula pada kondisi hipotensi anda yang tidak kunjung reda atau tidak menghilang, periksakan diri anda di instansi kesehatan terdekat untuk menghindari komplikasi kerusakan otak atau cedera saat kehilangan keseimbangan.

Leave a comment