Penyebab Pengobatan Serta Pencegahan Penyakit Gastritis!

Gastritis adalah kondisi ketika lapisan lambung mengalami iritasi, peradangan atau pengikisan. Gastritis berasal dari bahasa Yunani yaitu gastro, yang berarti perut/lambung dan itis yang berarti inflamasi/peradangan.

Lambung pada dasarnya adalah sebuah kantung otot dimana makanan dicerna. Ketika makanan masuk ke lambung, secara bersamaan mukosa pada lambung mengeluarkan asam hidroklorida. Asam ini amat korosif sehingga paku pun dapat larut dalam cairan ini.

Berdasarkan jangka waktu perkembangan gejala, gastritis dibagi menjadi dua, yaitu akut (berkembang secara cepat dan tiba-tiba) dan kronis (berkembang secara perlahan-lahan).

Lambung memiliki sel-sel penghasil asam dan enzim yang berguna untuk mencerna makanan. Untuk melindungi lapisan lambung dari kondisi radang atau pengikisan asam, sel-sel tersebut juga sekaligus menghasilkan lapisan “lendir” yang disebut mucin.

Penyebab Gastritis

Berikut ini sejumlah hal yang bisa menyebabkan gastritis, di antaranya:

– Infeksi bakteri H. pylori

– Infeksi bakteri dan virus

– Efek samping konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (misalnya ibuprofen dan aspirin) secara berkala

– Stres

– Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan

– Muntah kronis

– Penyakit HIV/AIDS

– Anemia pernisiosa

– Refluks empedu

– Penyalahgunaan obat-obatan

– Reaksi autoimun

– Pertambahan usia

– Penyakit Crohn.

Gejala Penyakit Gastritis

Meskipun kebanyakan orang yang menderita gastritis akan menunjukkan gejala, sebagaian lagi tidak menunjukkan gejala sama sekali. Gejala yang umumnya muncul adalah nyeri, rasa tidak nyaman pada perut bagian atas, mual, muntah, dan gangguan pencernaan.

Jika kondisi tersebut dianggap sebagai gastritis erosif, pasien akan mengalami kotoran yang berwarna hitam dan/atau muntah darah.

Gastritis dapat mengembangkan komplikasi. Meskipun langka, ada kemungkinan bahwa gastritis kronis dapat menyebabkan kanker lambung, terutama jika terdapat penipisan yang signifikan pada dinding lambung dan perubahan pada sel lambung. Pada kasus seperti ini, gejala kanker lambung juga muncul.

Pencegahan Gastritis

Jika anda rentan terkena gejala gastritis, cobalah untuk membagi porsi makan anda ke jadwal makan baru. Sebagai contoh, jika sebelumnya anda suka makan dengan porsi besar tiap jadwal makan, ubah porsinya menjadi sedikit-sedikit sehingga jadwal makan anda menjadi lebih sering dari biasanya. Selain itu, hindari makanan berminyak, asam, atau pedas.

Jika anda termasuk seseorang yang aktif mengonsumsi minuman beralkohol, maka kurangilah kebiasaan tersebut karena alkohol juga dapat menyebabkan gejala gastritis. Selain itu, kendalikan stres anda.

Jika gejala gastritis sering kambuh setelah anda menggunakan obat pereda sakit jenis anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) konsultasikan hal tersebut kepada dokter. Dalam kasus ini, dokter biasanya akan mengganti OAINS dengan obat pereda nyeri golongan lain seperti paracetamol.

Pengobatan Penyakit Gastritis

Ada beberapa obat yang biasanya diresepkan oleh dokter, di antaranya:

– Obat penghambat histamin 2 (H2 blocker)

Obat ini mampu meredakan gejala gastritis dengan cara menurunkan produksi asam di dalam lambung. Salah satu contoh obat penghambat histamin 2 adalah ranitidine.

– Obat antasida

Obat ini mampu meredakan gejala gastritis (terutama rasa nyeri) secara cepat dengan cara menetralisir asam lambung.

– Obat penghambat pompa proton (PPI)

Obat ini memiliki kinerja yang sama seperti penghambat histamin 2, namun lebih efektif. Salah satu contoh obat penghambat pompa proton adalah omeprazole.

– Obat antibiotik

Obat ini diresepkan pada penderita gastritis yang kondisinya diketahui disebabkan oleh infeksi bakteri. Contoh obat antibiotik adalah amoxicillin, clarithromycin, dan metronidazole.

Leave a comment