Penyakit Diare Lengkap Dengan Penjelasannya!

Pengertian

Penyakit diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan. Diare adalah kondisi dimana feses menjadi lembek dan encer, dan biasanya frekuensi pembuangan feses menjadi lebih sering, yaitu lebih dari 3 kali dalam sehari atau 24 jam.

Biasanya sebelum mengalami diare, penderitanya mengkonsumsi jenis makanan yang kurang cocok dengan kondisi lambungnya, sehingga menimbulkan iritasi dan luka pada bagian lambung, usus, dan saluran pencernaan lainnya. Hal ini menyebabkan kondisi feses dan frekuensi dari buang air besar yang menjadi tidak normal.

Etiologi

Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria. Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan mencukupi dan air tersedia, pasien yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari dan paling lama satu minggu.

Namun untuk individu yang sakit atau kurang gizi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan.

Diare dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius, seperti disentri, kolera atau botulisme, dan juga dapat menjadi indikasi sindrom kronis seperti penyakit Crohn. Meskipun penderita apendisitis umumnya tidak mengalami diare, diare menjadi gejala umum radang usus buntu.

Diare juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, terutama dalam seseorang yang tidak cukup makan. jadi apabila mau mengkonsumsi alkohol lebih baik makan terlebih dahulu.

Kondisi cuaca yang tidak stabil, sanitasi tempat pengungsian yang buruk serta kondisi rumah yang masih kotor terkena genangan air, juga sulitnya mendapat air bersih menyebabkan mudahnya terjadi wabah diare setelah banjir.

Penyakit diare yang terlihat ringan justru bisa membahayakan jiwa, karena saat tubuh kekurangan cairan, maka semua organ akan mengalami gangguan. Diare akan semakin berbahaya jika terjadi pada anak-anak.

Gejala

Gejala dan ciri diare adalah:

  • Mual dan muntah
  • Feses lembek dan cair
  • Sakit perut
  • Demam
  • Dehidrasi
  • Darah pada feses
  • Kram perut
  • Sakit kepala
  • Terus menerus ke toilet
  • Kehilangan nafsu makan
  • Haus terus menerus
  • Feses yang dihasilkan banyak.

Pencegahan

Pada dasarnya, pencegahan diare tergantung kepada kedisiplinan seseorang dalam menjaga kebersihan makanan dan minuman. Perhatian khusus diperlukan dalam mengelola makanan dan minuman dari cara memasak sampai pada proses penyimpanan.

Dengan demikian, seseorang dapat terhindar dari berkembangnya mikoorganisme, seperti bakteri yang dapat menyebabkan diare. Kesimpulannya, makin tinggi standar kebersihan anda, maka makin kecil risiko anda terkena diare.

Berikut adalah langkah-langkah pencegahan terkena diare akibat kontaminasi:

  • Mencuci tangan dengan sabun dan air hangat seperti sebelum makan, setelah memegang daging mentah, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain dengan binatang piaraan.
  • Jagalah kebersihan kuku anda terutama jika memiliki kuku yang panjang.
  • Makan makanan yang dimasak dari bahan-bahan yang segar.
  • Menjauhi makanan dan minuman yang kebersihannya diragukan.
  • Tidak minum air keran.
  • Menyimpan makanan di kulkas dan tidak membiarkan makanan tertinggal di bawah paparan sinar matahari atau suhu ruangan.
  • Menjaga kebersihan dapur dan kamar mandi.
  • Memisahkan makanan yang mentah dari yang matang.
  • Buang makanan dan minuman yang sudah kedaluarsa.

Pengobatan

Sebagian besar diare dapat sembuh dengan sendirinya setelah dua sampai tiga hari, dan paling sering membutuhkan waktu satu hingga dua minggu. Satu-satunya pengobatan diare yang paling diperlukan adalah mencegah dehidrasi, yang dapat dilakukan dengan minum cairan pengganti dan campuran elektrolit (Oralit).

Kecukupan mineral seperti natrium, magnesium, kalsium dan kalium sangat penting dalam menjaga fungsi tubuh dan kelistrikan jantung agar tetap berdetak normal. Obat-obatan yang fungsinya menghentikan diare tidak dianjurkan untuk orang-orang dengan diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau parasit.

Karena dapat memperpanjang infeksi dan membuat mencret malah menjadi lama tak sembuh-sembuh. Pada kasus seperti ini, dokter bisanya meresepkan antibiotik. Sedangkan diare yang disebabkan oleh virus akan sembuh dengan sendirinya dengan atau tanpa obat.

Leave a comment