Lama Penyakit Diare Berapa Hari Biasanya?

Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat), kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200 g atau 200 ml/24 jam. Definisi lain memakai kriteria frekuensi, yaitu buang air besar encer lebih dari 3 kali per hari. Buang air besar encer tersebut dapat/tanpa disertai lendir dan darah.

Diare dibedakan menjadi dua berdasarkan waktu serangan (onset) yaitu diare akut dan diare kronik. Diare akut adalah buang air besar dengan frekuensi yang meningkat dan konsistensi tinja yang lebih lembek atau cair dan bersifat mendadak datangnya, dan berlangsung dalam waktu kurang dari 2 minggu.

Diare kronik atau diare berulang adalah suatu keadaan meningkatnya frekuansi buang air besar yang dapat berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan baik secara terus-menerus atau berulang, dapat berupa gejala fungsional atau akibat suatu penyakit berat.

Akibat Dari Penyakit Diare

Diare yang berlangsung terus selama berhari-hari dapat membuat tubuh penderita mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi. Jika dehidrasi yang dialami tergolong berat, misalnya karena diarenya disertai muntah-muntah, risiko kematian dapat mengancam.

Orang bisa meninggal dalam beberapa jam setelah diare dan muntah yang terus-menerus. Dehidrasi akut terjadi akibat penderita diare terlambat ditangani.

Gejala Dehidrasi

Ada beberapa gejala umum yang harus diwaspadai oleh semua orang termasuk untuk anak-anak dan orang dewasa. Berikut gejala dehidrasi untuk orang dewasa:

– Kulit menjadi lebih kering.

– Tubuh akan semakin lemah dan sulit untuk melakukan kegiatan.

– Kepala sering pusing.

– Air urin memiliki warna yang lebih pekat dan gelap.

– Sering buang air kecil dan sulit untuk dikontrol.

– Sering haus meskipun sudah minum air putih sering.

Gejala dehidrasi pada anak-anak adalah:

– Bayi dan anak-anak akan terlihat lebih lemah dan tidak bergairah.

– Demam dan kulit tidak akan elastis apabila dicubit.

– Mulut dan lidah menjadi lebih kering.

– Bayi atau anak-anak akan semakin rewel dan selalu menangis.

– Tidak buang air kecil selama lebih dari tiga jam.

– Mata, pipi dan perut menjadi lebih cekung.

Cara Perawatan Dehidrasi

Dehidrasi adalah salah satu penyebab kematian mendadak tertinggi pada bahaya diare, terutama yang terjadi pada anak-anak dan bayi. Banyak orang yang mengira bahwa diare bisa sembuh sendiri dan tidak membutuhkan perawatan. Tapi ketika sudah menderita dehidrasi maka perawatan disarankan di rumah sakit atau klinik.

Perawatan untuk dehidrasi bisa dilakukan dengan menggantikan semua cairan yang hilang agar keseimbangan cairan dalam tubuh bisa kembali pulih. Ketika penderita dirawat maka harus menerima cairan infus dan obat pencegah diare sesuai dengan penyebabnya. Diare yang disebabkan karena bakteri atau virus membutuhkan penanganan yang lebih serius.

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit diare yaitu:

  1. Membuang air besar dan air kecil ditempatnya

Lakukanlah segala aktivitas sesuia dengan aturan yang ada, jika kita buang air besar atau air kecil pastikan masuk kedalam lubang jamban atau septitang agar tidak memicu kuman dan bakteri berkembang di kotoran manusia tersebut. Jika anda mempunyai anak kecil, maka ajarkan dengan baik cara buang air besar atau air kecil pada anak sehingga anak paham dengan cara yang benar.

  1. Pengolahan sampah yang baik

Sampah yang ada harus diolah dengan baik. Pisahkan antara sampah organik dan non organik. Sampah organik akan lebih mudah terurai sehingga dapat ditimbun sementara sampah non organik sangat susah terurai sehingga dibakar agar habis.

Pembuangan sampah organik harus di tempat sampah dan jangan dibiarkan teralu lama karena dapat memicu lalat hinggap kesitu dan lalat akan menularkan bibit penyakit yang ada disampah dengan hinggap ke makanan yang tidak ditutup.

  1. Perhatikan kebersihan piring dan gelas yang dipakai

Ketika kita makan, makanan yang kita makan sehat dan steril dari kuman atau bakteri tetapi piring atau gelas serta sendok yang kita pakai terdapat kuman atau bakteri maka tetap berbahaya untuk kesehatan tubuh.

Kuman atau bakteri yang terdapat pada alat makan akan ikut masuk kedalam tubuh melalui makanan. Cara mencegah diare dengan mencuci bersih alat makan yang kita gunakan untuk makan. Jangan berikan kesempatan pada kuman atau bakteri masuk kedalam tubuh kita.

Leave a comment