Penyakit Darah Rendah Parah Yaitu …

Hipotensi atau gejala pennyakit tekanan darah rendah adalah suatu kejadian yang terjadi dimana tekanan darah cukup rendah dar 90/60 mmHg atau tekanan darah cukup rendah sehingga menyebabkan gejala seperti pusing kepala dan pingsan.

Mempertahankan tekanan pada saat darah meninggalkan jantung dan berdebar ke saluran tubuh yang sangat penting. Tekanana darah yang cukup tinggi akan menghantarkan oksigen dan zat makanan ke seluruh tubuh dan membuang limbah yang di hasilkan.

Jika tekanan terlalu tinggi, bisa merobek pembuluh darah dan bisa menyebabkan perdarahan di dalam otak (Stroke Hemoragik) atau komplikasi lainnya. Jika tekanan darah terlalu rendah, maka darah tidak dapat memberikan oksigen dan zat makanan yang cukup untuk sel dan tidak dapat membuang limbah yang dihasilkan sebagaimana mestinya.

Ada dua ukuran yang digunakan dalam tekanan darah, yaitu tekanan sistolik (bilangan atas) dan tekanan diastolik (bilangan bawah). Tekanan darah yang normal adalah antara 90/60 dan 140/90. Penderita hipotensi memiliki tekanan darah di bawah 90/60 dan disertai dengan gejala hipotensi. Sedangkan jika tekanan darah di atas 140/90, maka orang tersebut menderita tekanan darah tinggi/hipertensi.

Penyebab Darah Rendah

Sebenarnya tekanan darah bisa berubah sepanjang hari, tergantung kepada kegiatan yang sedang dilakukan dan hal ini dianggap normal. Ada banyak faktor yang menyebabkan tekanan darah seseorang rendah, seperti faktor usia, pengobatan, dan kondisi cuaca.

Cuaca udara yang lebih panas bisa membuat tekanan darah menurun. Orang yang sedang rileks atau rajin berolahraga juga umumnya mempunyai tekanan darah yang lebih rendah. Selain itu jika Anda baru saja makan, tekanan darah juga bisa menurun karena banyak darah yang akan mengalir menuju saluran pencernaan untuk mencerna dan menyerap makanan.

Tekanan darah pada siang dan malam hari pun berbeda. Biasanya pada siang hari tekanan darah akan meningkat, dan malam harinya akan lebih rendah.

Penyakit Darah Rendah Parah

Komplikasi darah rendah yang sudah parah bisa berakibat fatal, mulai dari kerusakan pada otak, stroke, sampai kematian yang disebabkan oleh gagalnya kerja jantung.

Penelitian darah rendah telah banyak dilakukan, salah satunya oleh Mahasiswa Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Bandar Lampung. Mereka mengungkapkan jika darah rendah dapat dikenali dengan gejala berupa wajah pucat, pusing mendadak, cepat lelah, bahkan pingsan.

Masalah kesehatan dapat terjadi ketika tekanan darah turun secara tiba-tiba yang mengakibatkan otak kekurangan pasokan darah. Hal ini dapat menyebabkan pusing atau ringan.

Penurunan mendadak tekanan darah yang paling umum terjadi pada seseorang yang bangkit dari berbaring atau posisi duduk ke berdiri dikenal dengan hipotensi postural atau hipotensi ortostatik. Tipe lain dari tekanan darah rendah dapat terjadi ketika seseorang berdiri untuk jangka waktu yang panjang. Ini disebut neurally dimediasi hipotensi.

Hipotensi postural dianggap sebagai kegagalan sistem kardiovaskular atau sistem saraf untuk bereaksi dengan tepat terhadap perubahan mendadak.

Risiko tekanan darah tinggi biasanya meningkat dengan usia karena sebagian perubahan normal selama penuaan. Selain itu, aliran darah ke otot jantung dan otak menurun seiring dengan usia, sering sebagai akibat dari penumpukan plak di pembuluh darah. Diperkirakan 10% sampai 20% dari orang di atas usia 65 memiliki hipotensi postural.

Jika duduk lama dan langsung berdiri, pandangan akan kabur dan berkunang-kunang, sering menguap dan ngantuk, keringat dingin, serta denyut nadi yang terasa lambat. Jika dibiarkan tanpa adanya pengobatan efektif serta aman, lama-kelamaan tekanan darah akan semakin turun dan bisa menyebabkan komplikasi stroke, kerusakan otak, dan gagal jantung.

Untuk itu, penanganan sedini mungkin sangat dibutuhkan mengingat bahaya dari tekanan darah rendah tidak jauh berbeda dengan darah tinggi.

Leave a comment