Penyakit Asma Di Akibatkan Oleh Apa?

Pada penderita asma, penyempitan saluran pernapasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan memengaruhi saluran pernapasan. Pada suatu serangan asma, otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan (inflamasi) dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara.

Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernapas.

Sel-sel tertentu di dalam saluran udara, terutama mastosit diduga bertanggungjawab terhadap awal mula terjadinya penyempitan ini. Mastosit di sepanjang bronki melepaskan bahan seperti histamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya: kontraksi otot polos, peningkatan pembentukan lender, perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki.

Penyebab lain penyakit asma antara lain:

  1. Stress

Sudah terbukti stress dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan. Mereka yang memiliki tingkat stress tinggi apalagi depresi bisa mengalami berbagai gangguan kesehatan, termasuk salah satunya penyakit asma.

  1. Olahraga berlebihan

Memang olahraga sangat baik untuk kesehatan. Namun bukan berarti anda bisa melakukan olahraga yang berlebihan, karena cara itu bisa mengganggu kemampuan pernapasan dan gejala asma pun timbul.

  1. Makanan

Makanan juga bisa menjadi penyebab penyakit asma. Beberapa yang bisa menyebabkan penyakit asma yaitu kacang tanah, cokelat, junk food berkadar MSG tinggi, dan minuman dingin.

  1. Kondisi Udara

Kondisi udara yang tidak menentu bisa menyebabkan gejala asma. Apalagi jika kondisi udara berubah secara ekstrim, seperti terlalu panas, terlalu dingin, atau perubahan suhu berlansung secara tiba-tiba.

  1. Keturunan

Penyakit asma termasuk penyakit keturunan. Artinya, jika dalam sebuah keluarga terdapat riwayat penyakit asma, maka anggota keluarga lainnya memiliki kemungkinan untuk mengidap penyakit asma.

  1. Lingkungan

Lingkungan kotor yang dipenuhi debu dan asap menjadi awal timbulnya asma. Oleh sebab itu, dianjurkan menerapkan pola hidup sehat. Beberapa yang bisa dilakukan antara lain membersihkan rumah dari debu dan menghindari benda yang mudah menimbulkan alergi seperti kasur dan bantal kapuk, dan boneka berbulu halus.

  1. Kondisi medis

Penyebab penyakit asma berikutnya adalah kondisi medis. Beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan asma yaitu bronchitis yang menyerang paru-paru, kelahiran premature, dan penggunaan obat-obatan, termasuk penggunaan narkoba.

  1. Kondisi saluran napas

Asma terjadi saat saluran pernapasan mengalami peradangan sehingga menyempit dan mengakibatkan seseorang sulit bernapas. Di luar faktor lingkungan yang bisa menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan, memang ada beberapa orang yang memiliki saluran pernapasan sensitif sehingga mudah mengalami peradangan.

  1. Irritant

Irritant merupakan senyawa yang dapat berbaur dengan udara, yang jika terhirup bisa menyebabkan asma. Irritant ini meliputi asap rokok, asap knalpot, parfum, obat nyamuk, dan uap bahan kimia tertentu.

Gejala Penyakit Asma

Sebelum serangan asma muncul, penderita asma akan mengalami gejala. Setiap penderita bisa mengalami gejala yang sama dan gejala yang sama sekali berbeda. Berikut beberapa gejala penyakit asma yang patut diwaspadai:

  1. Nyeri pada dada

Rasa sakit pada area sekitar dada merupakan gejala penyakit asma. Umumnya seseorang merasakan tekanan yang berat pada area dada.

  1. Sering cemas

Jika seseorang sering merasa cemas untuk beberapa hal kecil, bisa jadi ia mengalami gejala asma. Namun hal ini bisa ditangani dengan menenangkan diri.

  1. Kesulitan bernapas

Jika saat beraktivitas, secara mendadak seseorang merasa sulit bernapas. Hal ini menjadi indikasi bahwa ia mengidap asma.

Menghindari Penyakit Asma

Langkah tepat yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan asma adalah menjauhi faktor-faktor penyebab yang memicu timbulnya serangan asma itu sendiri. Setiap penderita umumnya memiliki ciri khas tersendiri terhadap hal-hal yang menjadi pemicu serangan asmanya.

Setelah terjadinya serangan asma, apabila penderita sudah merasa dapat bernafas lega akan tetapi disarankan untuk meneruskan pengobatannya sesuai obat dan dosis yang diberikan oleh dokter.

Penanganan dan Pengobatan Penyakit Asma

Penyakit Asma (Asthma) sampai saat ini belum dapat diobati secara tuntas, ini artinya serangan asma dapat terjadi dikemudian hari. Penanganan dan pemberian obat-obatan kepada penderita asma adalah sebagai tindakan mengatasi serangan yang timbul yang mana disesuaikan dengan tingkat keparahan dari tanda dan gejala itu sendiri.

Prinsip dasar penanganan serangan asma adalah dengan pemberian obat-obatan baik suntikan (Hydrocortisone), syrup ventolin (Salbutamol) atau nebulizer (gas salbutamol) untuk membantu melonggarkan saluran pernafasan.

Pada kasus-kasus yang ringan dimana dirasakan adanya keluhan yang mengarah pada gejala serangan asma atau untuk mencegah terjadinya serangan lanjutan, maka tim kesehatan atau dokter akan memberikan obat tablet seperti Aminophylin dan Prednisolone.

Bagi penderita asma, disarankan kepada mereka untuk menyediakan/menyimpan obat hirup (Ventolin Inhaler) dimanapun mereka berada yang dapat membantu melonggarkan saluran pernafasan dikala serangan terjadi.

Leave a comment