Penyakit Anti Diare!

Diare adalah kondisi yang ditandai keluarnya feses secara abnormal dalam interval waktu yang sangat singkat.

Kondisi ini disebabkan oleh berbagai sebab di antaranya perubahan diet, intoleransi makanan seperti laktosa, gangguan inflamasi pada usus karena mengonsumsi obat seperti antibiotik, kandungan magnesium dalam antasida, infeksi bakteri (keracunan obat) atau infeksi virus (rotavirus pada anak-anak).

Diare khususnya pada anak-anak dan orang tua, lebih cepat menimbulkan dehidrasi. Dehidrasi ini bersifat fatal dan perlu penanganan medis secepatnya.

Penyebab Penyakit Diare

Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), kelebihan vitamin C, dan mengonsumsi Buah-buahan tertentu. Biasanya disertai sakit perut dan seringkali mual dan muntah. Ada beberapa kondisi lain yang melibatkan tapi tidak semua gejala diare, dan definisi resmi medis dari diare adalah defekasi yang melebihi 200 gram per hari.

Memakan makanan yang asam, pedas, atau bersantan sekaligus secara berlebihan dapat menyebabkan diare juga karena membuat usus kaget.

Hal ini terjadi ketika cairan yang tidak mencukupi diserap oleh usus besar. Sebagai bagian dari proses digestasi, atau karena masukan cairan, makanan tercampur dengan sejumlah besar air. Oleh karena itu makanan yang dicerna terdiri dari cairan sebelum mencapai usus besar.

Usus besar menyerap air, meninggalkan material yang lain sebagai kotoran yang setengah padat. Bila usus besar rusak / radang, penyerapan tidak terjadi dan hasilnya adalah kotoran yang berair. Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria.

Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan mencukupi dan air tersedia, pasien yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari dan paling lama satu minggu. Namun untuk individu yang sakit atau kurang gizi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan.

Diare dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius, seperti disentri, kolera atau botulisme, dan juga dapat menjadi indikasi sindrom kronis seperti penyakit Crohn. Meskipun penderita apendisitis umumnya tidak mengalami diare, diare menjadi gejala umum radang usus buntu.

Diare juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, terutama dalam seseorang yang tidak cukup makan. jadi apabila mau mengkonsumsi alkohol lebih baik makan terlebih dahulu.

Gejala Penyakit Diare

Penyakit diare pada umumnya di tandai dengan munculnya gejala-gejala sebagai berikut:

– Dehidrasi yang ditandai dengan badan lemas, selalu haus, dan wajah menjadi pucat.

– Mengeluarkan darah saat buang air besar.

– Frekuensi buang air besar meningkat lebih dari 3 kali dalam sehari.

– Intensitas atau kepadatan feses berkurang bahkan berubah menjadi bentuk cairan.

– Merasakan sakit karena terjadinya kram pada perut.

Antidiare adalah obat-obat yang digunakan untuk menanggulangi atau mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri / kuman, virus, cacing atau keracunan makanan. Obat-obat yang diberikan untuk mengobati diare ini dapat berupa:

  1. Spasmolitika

Adalah zat yang dapat melemaskan kejang kejang otot perut(nyeri perut) pada diare.

  1. Kemoterapi

adalah obat terapi kausal yaitu memusnahkan bakteri penyebab penyakit digunakan obat golongan sulfonamida atau antibiotika.

  1. Obstipansia

Adalah untuk terapi simptomatis dengan tujuan untuk menghentikan diare, yaitu dengan cara:

– Pemberian adsorben untuk menyerap racun yang dihasilkan bakteri atau racun penyebab.

– Pemberian mucilago untuk melindungi selaput lendir usus yang luka.

– Menekan peristaltik usus, misalnya Loperamid.

– Menciutkan selaputusus atau adstringen.

Berikut adalah langkah-langkah pencegahan terkena penyakit diare:

– Buang makanan dan minuman yang sudah kedaluarsa.

– Makan makanan yang dimasak dari bahan-bahan yang segar.

– Menyimpan makanan di kulkas dan tidak membiarkan makanan tertinggal di bawah paparan sinar matahari atau suhu ruangan.

– Jagalah kebersihan kuku Anda terutama jika memiliki kuku yang panjang.

– Menjauhi makanan dan minuman yang kebersihannya diragukan.

– Mencuci tangan dengan sabun dan air hangat seperti sebelum makan, setelah memegang daging mentah, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain dengan binatang piaraan.

Leave a comment