Cara Pengobatan Penyakit Systemic Lupus Erythematosus!

Lupus merupakan penyakit yang terkait dengan kekebalan tubuh manusia. Penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit autoimune. Penyakit terjadi apabila terjadi anomali pada sistem dan kerja sel pertahanan tubuh manusia.

Sel pertahanan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari masuknya kuman atau gangguan eksternal lainnya justeru menyerang tubuh pemiliknya. Penyakit ini menjadi salah satu penyakit mematikan pada jenis Eritematosus Sistemik (SLE) atau yang juga disebut dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE) dalam bahasa Inggris.

Lupus jenis ini lebih dikenal dan sering digunakan untuk menyederhanakan penyebutan dan pemahaman tentang penyakit ini di kalangan umum. Selain jenis tersebut, terdapat beberapa jenis penyakit lupus lainnya, seperti neonatal (lupus yang terjadi pada bayi), dan drug inducted lupus (lupus yang disebabkan oleh penggunaan obat).

Jenis Penyakit Lupus

Penyakit Lupus ini terdiri dari 3 jenis yaitu:

  1. Sistemik lupus yaitu penyakit lupus yang menyerang organ tubuh seperti: persendian, otak/saraf, darah, pembuluh darah, paru-paru, ginjal, jantung, hati dan mata. Penyakit ini adalah tahap penyakit lupus yang sangat berat karena jenis ini menyerang organ-organ vital baik satu dan atau beberapa organ vital lainnya.
  2. Drug Induced Lupus (DIL) yang timbul setelah sering menggunakan obat-obat tertentu. Obat-obat antibiotik seperti golongan sulfa, obat-obat antituberkulosa seperti INH, golongan obat hydralazin untuk hipertensi dan golongan obat prokainamid untuk jantung, namun untuk beberapa tahun terakhir ini obat hydrlazin dan prokainamid sudah jarang sekali dipakai.
  3. Cutaneus lupus atau seringkali disebut discoid. Penyakit ini hanya menyerang bagian kulit saja. Ditandai dengan gejala-gejala: adanya ruam yang muncul didaerah leher, kulit kepala atau bahkan ruam pada seluruh tubuh, salah satu bagian tubuh dan atau seluruh tubuh berwarna merah sampai bersisik, kadang-kadang sampai gatal dan hampir semua golongan ini akan berubah menjadi sistemik.

Gejala Penyakit Systemic Lupus Erythematosus

Systemic Lupus Erythematosus (SLE), yang merupakan penyakit autoimun sistemik, mempengaruhi semua sistem tubuh, dan lebih mungkin untuk mempengaruhi perempuan daripada laki-laki dan anak-anak. Timbulnya gejala SLE bisa tiba-tiba atau bertahap. Berikut adalah beberapa gejala awal lupus SLE:

  • Demam
  • Rasa tidak enak
  • Kelelahan
  • Penurunan atau kenaikan berat badan mendadak
  • Ruam berbentuk kupu-kupu di atas antara hidung, dan di pipi
  • Meningkatnya sensitivitas terhadap sinar ultraviolet dari matahari
  • Fenomena Raynaud (warna biru, merah, atau putih di ujung jari, dan / atau daerah pinggiran lainnya)
  • Mudah memar
  • Anemia
  • Borok Mulut
  • Sendi Achy
  • Kekakuan pada sendi dan nyeri otot
  • Nyeri dada saat bernapas
  • Kebingungan
  • Rambut rontok

Lupus SLE juga dapat mempengaruhi organ-organ internal seperti hati, ginjal dan paru-paru. Lupus SLE juga meningkatkan risiko keguguran. Kalau seorang wanita hamil memiliki lupus erythematosus atau membawa antibodi lupus, ini akan ditransfer ke anaknya yang belum lahir melalui plasenta, sehinggga menyebabkan Neonatal Lupus Erythematosus.

Pengobatan Penyakit Systemic Lupus Erythematosus

  1. Obat anti-inflammatory non steroid (NSAID=non steroid anti-inflammatory drugs)

NSAID Over-the-counter atau yang di jual bebas, seperti naproxen dan ibuprofen, dapat digunakan untuk mengobati nyeri, pembengkakan dan demam yang berhubungan dengan lupus. NSAID yang lebih kuat harus dengan resep dokter.

Efek samping dari NSAID antara lain: perdarahan lambung, masalah ginjal dan peningkatan risiko masalah jantung.

  1. Obat antimalaria

Obat yang biasa digunakan untuk mengobati malaria juga digunakan sebagai obat lupus, seperti hydroxychloroquine (Plaquenil), juga dapat membantu mengendalikan lupus.

Efek samping bisa termasuk sakit perut dan, sangat jarang, kerusakan pada retina mata.

  1. Obat Kortikosteroid

Prednison dan jenis kortikosteroid lain digunakan sebagai obat lupus karena dapat melawan peradangan, tetapi sering menghasilkan efek samping jangka panjang – diantaranya kelebihan berat badan, mudah memar, pengeroposan tulang (osteoporosis), tekanan darah tinggi, diabetes dan meningkatkan risiko infeksi.

Risiko efek samping meningkat seiring dengan besarnya dosis dan terapi jangka panjang.

  1. Obat Penekan kekebalan tubuh

Obat yang menekan sistem kekebalan tubuh dapat membantu dalam kasus-kasus lupus yang berat. Contohnya siklofosfamid, azathioprine, mycophenolate, leflunomide dan methotrexate.

Potensi efek samping dari obat lupus ini antara lain: peningkatan risiko infeksi, kerusakan hati, penurunan kesuburan dan peningkatan risiko kanker. Sebuah obat baru, belimumab (Benlysta) juga mengurangi gejala lupus pada beberapa orang. Efek sampingnya berupa mual, diare dan demam.

Leave a comment