Pengertian Dari Penyakit Hipotensi Yaitu …

Pengertian hipotensi sendiri adalah keadaan ketika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah daripada tekanan darah normal. Saat darah mengalir lewat arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri, tekanan tersebut yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah dan disebut dengan tekanan darah.

Akibat dari tekanan hipotensi bisa menyebabkan kepala terasa ringan, pusing, tubuh terasa tidak stabil atau goyah, dan kehilangan kesadaran. Hal ini karena terhambat atau terbatasnya jumlah darah yang mengalir ke organ vital seperti otak dan ginjal.

Terdapat dua ukuran yang digunakan dalam tekanan darah, yakni tekanan sistolik (bilangan atas) dan tekanan diastolik (bilangan bawah). Tekanan darah normal memiliki ukuran berkisar antara 90/60 dan 140/90.

Sedangkan hipotensi mempunyai tekanan darah di bawah 90/60. Sementara ukuran darah di atas 140/90 tandanya orang tersebut mengidap tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Penyebab Hipotensi

Sebenarnya tekanan darah bisa berubah sepanjang hari, tergantung kepada kegiatan yang sedang dilakukan dan hal ini dianggap normal. Ada banyak faktor yang menyebabkan tekanan darah seseorang rendah, seperti faktor usia, pengobatan, dan kondisi cuaca.

Cuaca udara yang lebih panas bisa membuat tekanan darah menurun. Orang yang sedang rileks atau rajin berolahraga juga umumnya mempunyai tekanan darah yang lebih rendah. Selain itu jika Anda baru saja makan, tekanan darah juga bisa menurun karena banyak darah yang akan mengalir menuju saluran pencernaan untuk mencerna dan menyerap makanan.

Tekanan darah pada siang dan malam hari pun berbeda. Biasanya pada siang hari tekanan darah akan meningkat, dan malam harinya akan lebih rendah.

Gejala Hipotensi

Tekanan darah rendah terkadang diartikan sebagai tanda tidak cukupnya darah yang mengalir pada otak dan organ vital lainnya, sehingga dapat menyebabkan beberapa gejala seperti:

– Pening atau badan terasa ringan

– Merasa kebingungan

– Mual atau merasa tidak enak badan

– Pingsan

– Susah fokus atau berkonsentrasi

– Penglihatan kabur

– Detak jantung lebih cepat dari normalnya dan iramanya menjadi tidak teratur

– Kulit pucat (pucat karena sakit)

– Lemah

– Merasa kedinginan

– Merasa haus atau dehidrasi.

Perawatan Hipotensi

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko hipotensi, yaitu membatasi konsumsi minuman keras dan minum air putih yang banyak. Bagi Anda yang menyukai minuman berkafein, hindari minuman yang mengandung nutrisi tersebut di malam hari.

Mengenai pola makan, lebih sering mengonsumsi makanan dalam porsi kecil lebih baik dibandingkan mengonsumsi makanan dalam porsi besar dengan frekuensi lebih jarang. Selain itu, meningkatkan asupan garam juga bisa mencegah hipotensi.

Penderita hipotensi juga dianjurkan untuk menghindari berdiri untuk jangka waktu lama. Terutama bagi penderita hipotensi ortosatik, ketika berdiri dari posisi duduk atau berbaring, lakukan secara perlahan-lahan.

Jika Anda mengonsumsi obat yang mungkin menyebabkan efek samping hipotensi, dokter bisa mengubah dosis obat tersebut atau memberikan alternatif lain

Pengobatan untuk hipotensi harus dilakukan berdasarkan penyebab dasarnya. Obat untuk mengatasi hipotensi biasanya diberikan untuk menambah jumlah darah atau mempersempit arteri agar tekanan darah meningkat.

Jika Anda sedang menjalani pengobatan, periksakan tekanan darah secara rutin. Dan jika Anda mengalami efek samping, segera temui dokter. Begitu pula pada kondisi hipotensi Anda yang tidak kunjung reda atau tidak menghilang, periksakan diri Anda di instansi kesehatan terdekat untuk menghindari komplikasi kerusakan otak atau cedera saat kehilangan keseimbangan.

Leave a comment