4 Obat Sakit Thypoid Paling Aman!

Thypoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini bisa didapat melalui konsumsi makanan dan air yang terkontaminasi, dan juga melalui kontak dengan orang yang terinfeksi. Jika Anda menduga bahwa Anda atau orang terkasih terkena demam tifoid, sangat penting untuk mengetahui gejala-gejala apa yang harus diwaspadai dan mendapatkan diagnosis medis.

Umumnya, masa inkubasi dari bakteri penyebab thypoid yaitu sekitar 7-14 hari, tetapi juga bisa lebih cepat yaitu sekitar 3 hari atau bahkan bisa lebih lama yaitu hingga 30 hari. Kondisi ini merupakan durasi yang terjadi antara bakteri pertama kali masuk ke dalam jaringan tubuh sampai dengan timbulnya gejala awal.

Jika kondisi ini tidak segera ditangani dengan tepat dan cepat, maka kondisi kesehatan pengidap penyakit thypoid akan semakin memburuk dalam beberapa minggu ke depan. Bahkan memerlukan waktu yang cukup lama hingga bulanan sebelum tubuh penderita thypoid bisa kembali pulih secara maksimal, ditambah lagi dengan semakin meningkatnya resiko dari berkembangnya komplikasi.

Tanda-tanda thypoid pun akan kembali muncul apabila tidak dilakukan pengobatan yang tepat dan cepat. Berikut ini merupakan beberapa gejala penyakit thypoid yang sering terjadi, diantaranya yaitu:

– Terasa sakit pada otot-otot.

– Sering sakit kepala.

– Terjadi pembesaran organ ginjal dan organ hati.

– Merasa lelah dan lemas.

– Selalu berkeringat.

– Timbul ruam dan bintik-bintik merah berukuran kecil.

– Demam tinggi dan biasanya akan meningkat setiap minggu secara bertahap, demam akan semakin tinggi di malam hari.

– Hilang kesadaran.

– Batuk kering.

– Nafsu makan menurun.

– Terjadi penurunan berat badan.

– Sakit perut dan diare.

Gejala thypoid tersebut akan terus berkembang setiap minggu, biasanya ditandai dengan ciri-ciri thypoid seperti berikut:

  1. Minggu Pertama

Berjalan pada minggu pertama ini harus diperhatikan, terlebih pada suhu tubuh penderitanya. Berikut adalah gejala minggu pertama:

– Pada awalnya demam tidak tinggi, namun demam akan meningkat menjadi 39°C sampai dengan 40°C. diminggu ini temperatur suhu tubuh akan mengalami kenaikan dan penurunan.

– Batuk kering.

– Mimisan.

– Lemas dan lelah.

– Sering sakit kepala.

  1. Minggu Kedua

Jika gejala ketika di minggu pertama tidak segera ditangani dengan baik, maka kemungkinan besar pasien akan memasuki stadium minggu kedua yang ditandai dengan beberapa gejala, seperti:

– Sering mengigau.

– Sering sakit perut.

– Menderita diare dan sembelit yang parah.

– Tinja berwarna hijau.

– Demam semakin memburuk, terutama pada bagian perut dan dada.

– Perut menjadi kembung akibat dari pembengkakan organ hati dan empedu.

  1. Minggu ketiga

Pada minggu ketiga ini biasanya suhu tubuh akan mengalami penurunan, tetapi jika tidak segera ditangani dapat terjadi komplikasi, seperti:

– Pecah usus.

– Terjadi pendarahan di usus.

  1. Minggu keempat

Pada minggu ini, suhu tubuh akan menurun secara perlahan. Namun jika tidak segera di tangani, maka kemungkinan besar akan muncul gejala-gejala seperti sering mengigau, mengalami kelelahan tanpa bisa menggerakkan badan dengan kondisi mata setengah tertutup, bahkan dapat mengalami komplikasi yang dapat membahayakan nyawa.

Pada beberapa kasus yang pernah terjadi, beberapa gejala akan muncul kembali dua minggu setelah demam menurun.

Obat Sakit Thypoid

Obat untuk penyakit thypoid adalah:

  1. Trimetoprim dan sulfametoksazol

Cara kerja obat ini ialah dengan menghambat sintesis asam dihydrofolic, sehingga menghambat pertumbuhan bakteri. Aktivitas antibakteri berpengaruh termasuk bakteri patogen umum di saluran kemih, kecuali bakteri Pseudomonas aeruginosa. Obat ini memiliki efek seampuh kloramfenikol dalam menurunkan suhu badan hingga batas normal dan tidak akan kambuh lagi.

  1. Ciprofloxacin (Cipro)

Obat jenis ini bereaksi terhadap aktivitas bakteri seperti Pseudomonas, Streptococcus, MRSA, Staphylococcus epidermidis, dan sebagian besar organisme gram negatif, namun tidak bereaksi pada bakteri anaerob (bakteri yang hidup tanpa oksigen). Bekerja menghambat sintesis DNA bakteri dan pertumbuhannya.

Penggunaan obat ini harus diteruskan minimal selama 2 hari setelah tanda dan gejala thypoid menghilang. Obat ini terbukti sangat efektif untuk thypoid dan demam pra-thypoid (gejala thypoid). Penurunan suhu badan normal biasanya terjadi pada waktu 3-5 hari setelah obat ini dikonsumsi.

Hal yang perlu dicermati adalah, obat ini tidak disarankan digunakan pada anak-anak dan wanita hamil karena berpotensi menyebabkan kerusakan tulang rawan.

  1. Kloramfenikol (Chloromycetin)

Antibiotik jenis ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri dengan menghambat sintesis protein. Antibiotik ini efektif terhadap jenis bakteri gram negatif dan gram positif. Sejak diperkenalkan pada tahun 1948, telah terbukti sangat efektif untuk demam enterik di seluruh dunia.

Pada tahun 1960, Bakteri Salmonell Typhi diketahui mulai resisten terhadap kloramfenikol. Hal inilah yang memicu terjadinya endemik thypoid di Amerika dan Asia Tenggara.

Menghasilkan perbaikan cepat dalam kondisi umum pasien, diikuti dengan perbaikan dalam 3-5 hari. Berhasil menyembuhkan hingga 90% dari total pasien di seluruh dunia. Biasanya tidak dianjurkan pada pasien yang mengalami mual, diare, dan hipertensi.

  1. Amoksisilin (Trimox, Amoxil, Biomox)

Obat ini bekerja dengan cara mengganggu proses sintesis mucopeptides dinding bakteri sel selama multiplikasi aktif, sehingga aktivitas bakteri jadi melambat. Obat ini memang tidak seampuh kloramfenikol, dan biasanya diberikan dengan dosis harian 75-100 mg / kg berat badan untuk konsumsi 14 hari.

Leave a comment