Menularkah Penyakit Tuberkulosis Itu?

Tuberkulosis merupakan sebuah kondisi serius dimana terjadinya infeksi pada organ paru-paru. Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini memang biasanya hanya menyerang organ paru-paru, namun tidak menutup kemungkinan jika bakteri tersebut juga bisa menyerang organ-organ vital lainnya di dalam tubuh seperti organ ginjal atau otak.

Menularkah Penyakit Tuberkulosis?

Tuberkulosis menular melalui udara dari satu orang ke orang lainnya. Bakteri penyebab Tuberkulosis ini menyebar ke udara saat penderita Tuberkulosis batuk, bersin atau pun berbicara. Lalu, orang yang menghirup bakteri tersebut pun dapat terinfeksi bakteri penyebab Tuberkulosis tersebut.

Hal tersebutlah yang menjadi satu-satunya cara penyebaran dan penularan dari bakteri Tuberkulosis, sedangkan banyak orang mengira berbagai hal lainnya juga dapat menjadi penyebab tertularnya penyakit Tuberkulosis, padahal berbagai hal tersebut sebenarnya tidak berpengaruh dalam hal penularan gejala batuk Tuberkulosis.

Hal apa saja yang sering dianggap sebagai cara penularan dari Tuberkulosis, namun padahal tidak?

Berjabat tangan dengan penderita Tuberkulosis.

Berbagi makanan atau minuman dengan orang yang menderita Tuberkulosis.

Berciuman.

Menyentuh bagian toilet atau wastafel.

Memakai sikat gigi bersama.

Untuk beberapa hal yang telah disebutkan, Anda tidak perlu khawatir karena hal-hal tersebut tidak akan menularkan bakteri penyebab Tuberkulosis.

Gejala umum penyakit ini, di antaranya:

– Badan terasa lemah dan lesu.

– Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.

– Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam

– Penurunan nafsu makan dan berat badan.

– Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (hati-hati jika disertai dengan darah kemungkinan besar menderita penyakit Tuberkulosis).

– Perasaan tidak enak (malaise).

Pemeriksaan Penyakit Tuberkulosis

Metode pemeriksaan khusus untuk penyakit Tuberkulosis yang dapat anda jalani yaitu:

  1. Pemeriksaan dari serologi: misalnya seperti ELISA, ICT,dan Mycodot.
  2. BACTEC dengan cara metode radiometrik, dimana letak dari CO2 yang dihasilkan dari sistem metabolisme asam lemak M. Tuberculosis yang dideteksi dari growth indeksnya.
  3. Polymerase chain reaction (PCR) dengan cara melakukan suatu deteksi DNA dari M. Tuberculosis, namun hanya saja masalah teknik yang terjadi dari pemeriksaan ini adalah suatu kemungkinan dari kontaminasi.

Komplikasi Penyakit Tuberkulosis

Adapun komplikasi dapat timbul apabila Tuberkulosis semakin parah yaitu:

  1. Kerusakan otak

Kuman Tuberkulosis yang menyebar hingga ke otak bisa menyebabkan meningitis atau peradangan pada selaput otak. Radang tersebut memicu pembengkakan pada membran yang menyelimuti otak dan seringkali berakibat fatal atau mematikan.

  1. Kerusakan tulang dan sendi

Nyeri tulang punggung dan kerusakan sendi bisa terjadi ketika infeksi kuman Tuberkulosis menyebar dari paru-paru ke jaringan tulang. Dalam banyak kasus, tulang iga juga bisa terinfeksi dan memicu nyeri di bagian tersebut.

  1. Kerusakan hati dan ginjal

Hati dan ginjal membantu menyaring pengotor yang ada adi aliran darah. Fungsi ini akan mengalami kegagalan apabila kedua organ tersebut terinfeksi oleh kuman Tuberkulosis.

Obat Sakit Tuberkulosis

Berikut ini adalah jenis obat untuk penyakit Tuberkulosis, namun sebelum mengkonsumsinya hendaknya berkonsultasilah dengan dokter.

– RIFAMPISIN (R), dengan dosis 10 ( 8 – 12 ) untuk dosis perhari dan 10 ( 8 – 10 ) untuk 3x seminggu.

– ISONIAZID (H), dengan dosis 5 ( 4 – 6 ) untuk dosis perhari dan 10 ( 8 – 10 ) untuk 3x seminggu.

– ETHAMBUTOL (E), dengan dosis 15 ( 15 – 20 ) untuk dosis perhari dan 30 ( 25 – 35 ) untuk 3x seminggu.

– PYRAZINAMID (Z), dengan dosis 25 ( 20 – 30 ) untuk dosis perhari dan 35 ( 30 – 40 ) untuk 3x seminggu.

– STREPTOMISIN (S), dengan dosis 15 ( 12 – 18 ) untuk dosis perhari dan 15 ( 12 – 18 ) untuk 3x seminggu.

Keterangan DOSE( Mg/Kg )

Obat OAT lain:

– CAPREOMISIN à 15-30 Mg/kgbb.

– SIKLOSERIN à 15-20 Mg/kgbb .

– ETHIONAMIDE à 15-20 Mg/Kgbb .

– KANAMISIN à 15-30 Mg/Kgbb.

Leave a comment