Makalah Tentang Penyakit Malnutrisi!

Pengertian

Malnutrisi adalah kondisi medis serius pada seseorang akibat tidak mendapatkan semua nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Atau dengan kata lain mengalami gizi buruk. Seseorang bisa kekurangan gizi meski mengonsumsi banyak makanan.

Karena makanan yang dikonsumsi tidak mengandung mikronutrien (vitamin dan mineral) yang cukup guna memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.

Selain itu, malnutrisi juga bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan tubuh yang tidak dapat menyerap nutrisi, masalah pada kesehatan mental, dan kecanduan narkotika dan alkohol. Malnutrisi membuat orang sulit tumbuh besar, susah melakukan pekerjaan fisik, kemampuan belajar kurang, dan mudah terserang penyakit.

Penyebab

Penyakit malnutrisi dapat disebabkan oleh hal-hal berikut ini, diantaranya:

  1. Keterbatasan Penghasilan Keluarga (Faktor Ekonomi)

Penghasilan keluarga akan sangat menentukan hidangan makanan yang disajikan untuk keluarga sehari-hari, baik kualitas maupun jumlah makanan.

Walaupun demikian, hendaklah dikesampingkan anggapan bahwa makanan yang memenuhi persyaratan gizi hanya mungkin disajikan di lingkungan keluarga yang berpenghasilan cukup saja, karena pada kenyataannya tidaklah demikian kondisi sebenarnya.

  1. Pengetahuan Kesehatan Akan Gizi Makanan

Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari banyak keluarga berpenghasilan cukup akan tetapi makanan yang dihidangkan seadanya saja.

Dengan demikian, kejadian gangguan gizi tidak hanya ditemukan pada keluarga yang berpenghasilan kurang akan tetapi juga pada keluarga yang berpenghasilan relatif baik tetapi tidak memiliki pengetahuan akan pentingnya gizi dalam makanan yang diberikan kepada bayi atau anak.

  1. Jarak Kelahiran Yang Tidak Terencana

Hasil penelitian banyak membuktikan bahwa bayi dan anak yang menderita gangguan gizi buruk lebih dipicu karena seorang ibu yang sedang hamil lagi saat anaknya yang lain masih kecil akan menyebabkan kesempatan untuk memperhatikan asupan gizi saat hamil dan menyusui menjadi terabaikan.

Oleh karena itu, mengatur jarak kehamilan seorang ibu sangatlah penting agar memiliki waktu yang cukup untuk memperhatikan asupan gizi pada calon bayi dan anak-anaknya yang lain.

  1. Prasangka Buruk Terhadap Bahan Makanan Tertentu

Banyak bahan makanan yang sesungguhnya bernilai gizi tinggi tetapi tidak digunakan atau hanya digunakan secara terbatas akibat adanya prasangka yang tidak baik terhadap bahan makanan itu. Penggunaan Bahan makanan itu dianggap dapat menurunkan prestise keluarga sehingga terabaikannya gizi yang tersaji.

Gejala

Penyakit malnutrisi memiliki gejala berikut ini, yaitu:

  • Kekurangan energi dan mudah kelelahan
  • Pusing
  • Pembusukan gigi
  • Imunitas tubuh yang lemah
  • Otot lemah
  • Perut kembung
  • Tubuh kesulitan melawan infeksi
  • Kulit yang kering dan bersisik
  • Gusi membengkak dan mudah berdarah
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Fungsi organ tubuh ada yang mengalami masalah
  • Lambat dalam memberikan reaksi
  • Berat badan kurang / di bawah normal
  • Pertumbuhan lambat
  • Mudah mengalami patah tulang
  • Penderita bisa saja mengalami keterbelakangan mental.

Pencegahan

Mencegah memang lebih baik dari pada mengobati. Hal ini sangat sesuai dengan kondisi ini. Untuk itu beberapa tips untuk mengurangi kemungkinan malnutrisi adalah:

  1. Jaga asupan gizi

Jagalah asupan gizi anda agar tetap seimbang. Hal ini bertujuan agar tubuh anda selalu mendapatkan gizi tepat untuk membantu pertumbuhanya. Metabolisme yang bekerja pada tubuh tergantung dari makanan yang anda makan.

Setidaknya penuhi kebutuhan karbohidrat, protein, vitamin, lemak dan mineral setiap makan. Bukankah hanya dengan makan nasi, sayur bayam, ayam dan air putih sudah memenuhi kebutuhan gizi.

  1. Menjaga asupan asi

Sebagai ibunda, anda harus menjaga asupan asi untuk bayi anda. Sebab jika kekurangan, bayi anda juga beresiko terkena malnutrisi. Selain itu pada usia 6 bulan, mulailah dengan pemberian makanan pendamping asi. Berikut adalah banyak kalori yang haus dipenuhi oleh setiap bayi (berdasarkan penggolongan usia):

– Usia 0 – 6 bulan: 550 kkal/hari

– Usia 7 – 12 bulan: 650 kkal/hari

– Usia 1 – 3 tahun: 1000 kkal/hari

– Usia 4 – 6 tahun: 1550 kkal/hari.

  1. Kualitas layanan kesehatan

Ketika anda sakit, maka berobatlah. Jangan menunda proses pengobatan anda. Hal ini dapat menembah resiko penyakit lain.

Leave a comment