Makalah Penyakit Diare Lengkap!
  • Pengertian

Diare adalah Buang Air Besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat), kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200 gram atau 200ml/24jam. Definisi lain memakai criteria frekuensi, yaitu buang air besar encer lebih dari 3 kali/hari. Buang air besar encer tersebut dapat disertai lender dan darah.

Menurut WHO (1990) diare adalah buang air besar encer atau cair lebih darui tiga kali sehari. Diare akut adalah diare yang yang awalnya mendadak dan berlangsung singkat, dalam beberapa jam atau hari.

Orang yang mengalami diare akan kehilangan cairan tubuh sehingga menyebabkan dehidrasi tubuh. Hal ini membuat tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik dan dapat membahayakan jiwa, khususnya pada anak dan orang tua.

Tanda-tanda orang dehidrasi antara lain:

  • Penderita sangat kehausan
  • Mulut dan lidah kering,mata cekung
  • Waktu kulit dipijit, lipatan kulit perlahan – lahan akan kembali seperti semula.
  • Denyut nadi sangat cepat pada seorang anak yang kurang dari 18 bulan, terlihat adanya noktah lembut pada puncak kepala yang cekung ke bawah(yakni bagian ubun-ubun )
  • Jenis Jenis Diare

1. Diare Akut

Adalah diare yang disebabkan oleh virus rota virus yang ditandai buang air besar lembek/cair bahkan berupa air saja frekuensi 3x atau lebih dalam sehari berlangsung dari 14 hari.

Patogenesis diare akut yaitu masuk nya jasad renik yang masih hidup kedalam usus halus setelah melewati rintangan asam lambung.jasad renik itu berkembang biak didalam usus halus. Kemudian jasad renik mengeluarkan toksik. Akibat toksin tersebut terjadi hipersekresi yang selanjutnya akan menimbulkan diare.

2. Diare Bermasalah

Adalah diare yang disebabkan oleh infeksi virus,  bakteri, parasit, intoleransi laktosa, alergi protein, susu sapi,penularan secara fecal-oral kontak dari orang ke orang atau kontak orang dengan alat rumah tangga.

Diare ini diawali dengan cair kemudian pada hari berikutnya muncul darah eengan maupun tampa lendi,sakit perut yang di ikuti muncul tenasmus panas disertai hilang nafsu makan dan badan terasa lemah.

3. Diare Persisten

Adalah diare akut yang menetap, dimana titik sentral patogenesis diare tersebut adalah kerusakan mukosa usus.diare persisten ini merupakan istilah yang dipakai di lur negri yang menyatakan diare yang berlangsung 15-30 hari dan berlangsung terus menerus.

Penyebab diare ini sama dengan diare akut. Sebagai akibat diare akut maupun diare bermasalah akan terjadi kehilangan air dan elektrolit (dehidrasi) yang mengakibatkan terjadinya gangguan keseimbangan asam basa(asidosis,metabolic,hipokalemi,dan sebagainya),gangguan gizi akibat kelaparan, hipoglikemia,gangguan sirkulasi darah.

  • Etiologi diare
  1. Infeksi bakteri

Beberapa jenis bakteri dapat termakan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi dan menyebabkan diare seperti campylobacter, salmonella shigella dan Escherichia coli.

  1. Infeksi Virus

Virus yang menyebabkan diare yaitu rota virus,Norwalk,cytomegalovirus, virus herpes simplex dan virus hepatitis.

  1. Intoleransi Makanan

factor makanan misalnya makanan basi, beracun,atau alergi terhadap makanan.penularan melalui kontak dengan tinja yang terinfeksi secara langsung,seperti:

  • Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi,baik yang sudah dicemari oleh serangga atau terkontaminasi oleh tangan yang kotor.
  • Penggunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar.
  • Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah buang air besar.
  1. Parasit

Masuk dalam tubuh melalui makanan minuman yang kotor dan menetap dalam system pencernaan seperti giardia lamblia, entamoeba histolytica dan cryptosporidium.

  1. Reaksi Obat

Seperti antibiotic, obat-obatan, tekanan darah dan antasida mengandung magnesium.

  1. Penyakit Inflamasi

Penyakit inflamasi usus atau penyakit abdominalis gangguan fungsi usus seperti sindroma iritasi usus dimana usus tidak dapat bekerja secara normal.

  1. Patofisiologi Diare

Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare adalah:`

a) Gangguan Osmotic

Akibat terdapatnya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotic meninggi, sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus yang berlebihan ini akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare.

b) Gangguan Sekresi

Akibat rangsangan tertentu (misalnya toksin) pada dinnding usus akan terjadi peningkatan sekresi air dan elektrolit kedalam rongga usus dan selanjutnya diare timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus

c) Gangguan Motalitas Usus

hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurang nya kesempatan usus untuk menyerap makanan, sehingga timbul diare,sebaliknya jika peristaltik menurun akan mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan yang selanjutnya akan menimbulkan diare.

  1. Gejala Klinik Diare

Mula-mula bayi atau anak menjadi cengeng, gelisah, suhu badan mungkin meningkat, nafsu makan berkurang atau tidak ada kemudian timbul diare.tinja makin cair,mungkin mengandung darah atau lendir, warna tinja berubah menjadi kehijau hijauan karena tercampur empedu.

Karena seringnya defekasi, anus dan sekitar nya lecet karena tinja makin lama menjadi asam akibat banyaknya asam laktat,yang terjadi dari pemecahan laktosa yang tidak dapat diabsorpsi oleh usus.

Gejala muntah dapat terjadi sebelum atau sesudah diare. Bila penderita telah banyak kehilangan air dan elektrolit terjadialh gejala dehidras.berat badan turun,pada bayi ubun-ubun cekung, tonus dan turgor kulit berkurang selaput lendir mulut dan bibir terlihat kering.

  1. Faktor Terjadinya Diare

Setelah melakukan observasi didesa x,adapun factor-faktor yang mempengaruhi penyakit diare antara lain:

  • Kebiasaan prilaku
  • Sanitasi lingkungan
  • Status social ekonomi
  • Status gizi
  1. Cara Terjadinya Diare
  • Diare dapat ditularkan melalui tinja yang mengandung kuman penyebab diare
  • Tinja tersebut dikeluarkan oleh orang sakit atau pembawa kuman yang buang air besar disembarang tempat.
  • Tinja tadi mencemari lingkungan misalnya tanah,sungai, air sumur.
  • Orang sehat yang menggunakan air sumur atau air sungai yang sudah tercemari kemudian menderita diare.
  1. Penularan
  • Kontak langsung dengan penderita
  • Makanan yang tercemar
  • Air minum yang tercemar
  1. Pencegahan Diare
  • Mencuci tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting: 1)sebelum makan, 2)setelah buang air besar, 3)sebelum memegang makanan, 4)setelah menceboki anak dan 5)sebelum menyiapkan makanan.
  • Meminum air minum sehat,atau air yang telah diolah, antara lain dengan cara merebus, pemanasan dengan sinar matahari atau proses klorinasi.
  • Pengolahan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga (lalat, kecoa, kutu, lipas dan lain-lain)
  • Membuang air besar dan air kecil pada tempat nya, sebaik nya menggunakan jamban dengan tangki septic.
  • Bayi yang minum susu botol lebih mudah diserang diare dari pada bayi yang disusui ibunya, tetaplah anak disusui walaupun anak menderita diare.
  • Perhatikan kebersihan dan gizi yang seimbang.
  • Imunisasi campak.

Leave a comment