Langkah Pengobatan Penyakit HIV!

AIDS menjadi penyakit yang menambah daftar jumlah penyakit paling mematikan yang belum memiliki obat. Karena itulah semua orang di dunia ini sangat takut terhadap penyakit AIDS. AIDS merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi dari virus, sebuah virus yang sering disingkat dengan nama HIV.

HIV atau Human Immunodeficiency Virus sebenarnya bukan jenis virus penyakit menular yang mudah menyebar. Penyakit ini akan menular melalui pertukaran darah dan cairan tubuh lain. Kontak secara langsung tanpa melibatkan cairan tertentu sama sekali tidak berbahaya.

Penyebab HIV

Berikut ini merupakan hal yang dapat menyebabkan HIV:

  1. Kegiatan seksual yang tidak aman

Ini adalah faktor terbesar yang memicu penyebaran virus secara cepat. Melakukan sek bebas dengan orang yang mengidap virus didalam tubuhnya akan menular ketika berlangsungnya kontak kedua kelamin  yang mengakibatkan penularan cairan sehingga virus HIV bisa ikut masuk kedalam tubuh pasangannya yang sehat.

Solusi yang cukup efesien dengan menggunakan alat pengaman sehingga cairan tidak masuk kedalam tubuh dengan mengunakan kondom. Tapi tetap melanggar aturan yang ada. Cara yang paling tepat adalah dengan melakukan hubungan intim hanya dengan pasangan anda yang benar-benar sah. Cobalah untuk setia pada pasangan anda.

  1. Ibu hamil positif HIV

Bayi yang akan lahir bisa saja terjangkit virus HIV dari ibunya sendiri. Karena selama dalam kandungan salam makanan seorang bayi menyatu dengan sistem peredaran darah ibunya. Secara otomatis virus yang ada didalam dalah ikut masuk ke tubuh bayi yang dikandungnya.

Cara mengantisipasinya dengan memberikan obat ARV untuk melemahkan penyerangan atau perkembangan virus HIV sehingga tidak mampu menular pada bayi.

  1. Jarum suntik

Media jarum suntik ikut serta dalam memberikan kesempatan untuk virus HIV menyebar dari tubuh penderita ke tubuh orang yang sebelumnya belum terjangkit. Jika ingin menggunakan jarum suntik harus menggunakan jarum suntik yang hanya sekali pakai.

Atau terlebih dahulu jarum suntik yang telah digunakan telah melalui proses steril atau pembersihan secara khusus, sehingga virus yang masih menempel di jarum suntik tidak menular.

  1. Melalui ASI

Kini telah banyak penjualan ASI dari orang lain yang mungkin saja didalam tubuh terdapat virus HIV. Untuk anda para ibu lebih hati hati dalam memberikan asupan untuk bayinya, Lebih baik menggunakan ASI sendiri untuk anak anda sendiri.

  1. Transplantasi organ tubuh

Organ tubuh yang dijadikan donor untuk orang baru bisa saja terdapat virus HIV didalamnya. Oleh karena itu lebih telitilah dalam melakukan transplantasi.

Pengobatan Penyakit HIV

Berikut ini merupakan langkah pengobatan untuk HIV:

  1. Pengendalian Infeksi Opurtunistik

Bertujuan menghilangkan,mengendalikan, dan pemulihan infeksi opurtunistik, nasokomial, atau sepsis. Tidakan pengendalian infeksi yang aman untuk mencegah kontaminasi bakteri dan komplikasi penyebab sepsis harus dipertahankan bagi pasien dilingkungan perawatan kritis.

  1. Terapi AZT (Azidotimidin)

Disetujui FDA (1987) untuk penggunaan obat antiviral AZT yang efektif terhadap AIDS, obat ini menghambat replikasi antiviral Human Immunodeficiency Virus (HIV) dengan menghambat enzim pembalik traskriptase.

AZT tersedia untuk pasien AIDS yang jumlah sel T4 nya <>3. Sekarang, AZT tersedia untuk pasien dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV) positif asimptomatik dan sel T4 > 500 mm3

  1. Terapi Antiviral Baru

Beberapa antiviral baru yang meningkatkan aktivitas system imun dengan menghambat replikasi virus / memutuskan rantai reproduksi virus pada prosesnya. Obat-obat ini adalah :

– Didanosine

– Ribavirin

– Diedoxycytidine

– Recombinant CD 4 dapat larut

  1. Vaksin dan Rekonstruksi Virus

Upaya rekonstruksi imun dan vaksin dengan agen tersebut seperti interferon, maka perawat unit khusus perawatan kritis dapat menggunakan keahlian dibidang proses keperawatan dan penelitian untuk menunjang pemahaman dan keberhasilan terapi AIDS.

  1. Pendidikan untuk menghindari alcohol dan obat terlarang, makan-makanan sehat,hindari stress,gizi yang kurang,alcohol dan obat-obatan yang mengganggu fungsi imun.
  2. Menghindari infeksi lain, karena infeksi itu dapat mengaktifkan sel T dan mempercepat reflikasi Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Leave a comment