Langkah Diagnosis Penyakit Usus Buntu!

Penyakit usus buntu merupakan pembengkakan yang cukup menyakitkan dan menimbulkan infeksi pada usus. Penyebabnya adalah karena terjadi pembengkakan pada bagian kelenjar getah bening.

Peradangan atau pembengkakan yang terjadi pada usus buntu menyebabkan aliran cairan limfe dan darah tidak sempurna pada usus buntu (appendiks) akibat adanya tekanan, akhirnya usus buntu mengalami kerusakan dan terjadi pembusukan (gangren) karena sudah tak mendapatkan makanan lagi.

Pembusukan usus buntu ini menghasilkan cairan bernanah, apabila tidak segera ditangani maka akibatnya usus buntu akan pecah (perforasi/robek) dan nanah tersebut yang berisi bakteri menyebar ke rongga perut. Dampaknya adalah infeksi yang semakin meluas, yaitu infeksi dinding rongga perut (Peritonitis).

Gejala Penyakit Radang Usus Buntu

Gejala klasik apendisitis meliputi:

– Demam.

– Ketidakmampuan untuk flatus (kentut).

– Kehilangan selera makan.

– Mual dan / atau muntah segera setelah sakit perut dimulai.

– Pembengkakan perut.

– Nyeri dekat pusar atau perut bagian atas yang menjadi semakin tajam ketika bergerak ke perut kanan bawah. Ini biasanya merupakan tanda pertama.

Selain itu seiring berjalannya waktu, gejala lain dari usus buntu muncul, meliputi:

– Kram parah.

– Nyeri ketika buang air kecil.

– Sembelit atau justru diare.

– Nyeri tajam di mana saja di perut bagian atas atau bawah, punggung, atau rectum.

– Muntah yang mendahului nyeri perut.

Jika memiliki salah satu gejala yang disebutkan di atas, cari bantuan medis segera, karena diagnosis dan pengobatan sangat penting. Jangan makan, minum, atau menggunakan obat nyeri, antasida, obat pencahar, atau bantalan pemanas, yang dapat menyebabkan apeniks meradang dan pecah.

Diagnosis Penyakit Usus Buntu

Ketika merasakan gejala-gejala dari usus buntu, pihak medis tidak serta merta langsung menyebutnya penyakit itu adalah usus buntu. Pihak medis akan melakukan beberapa langkah diagnosa untuk menyatakan bahwa penyakitnya itu adalah penyakit usus buntu.

Berikut ini berberapa langkah diagnosa yang akan dilakukan oleh pihak medis untuk mengetahui bahwa penyakit tersebut adalah radang usus buntu:

  1. USG

Untuk mengetahui penyakit yang lebih pasti akan dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan USG. USG itu bisa untuk mengetahui kondisi usus buntu di dalam perut seseorang. Yang akan dideteksi adalah apakah usus itu mengalami pembengkakan ataukah tidak.

Ketika usus buntu bengkak maka bisa dipastikan bahwa orang tersebut mengalami penyakit usus buntu. Jika USG tidak berjalan dengan efektif, pihak medis akan melakukan pemeriksaan berupa CT Scan.

  1. Tes fisik

Langkah pertama yang akan dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik atau tes fisik. Tes fisik itu digunakan untuk melakukan konfirmasi tentang rasa sakit yang ada di perut itu adalah rasa sakit akibat usus buntu ataukah bukan.

Cara pemeriksaannya adalah dengan melakukan penekanan di bagian perut kanan bawah secara perlahan-lahan. Jika pasien mengalami rasa sakit yang tak tertahankan bisa jadi pasien tersebit mengalami penyakit usus buntu.

  1. Pemeriksaan darah

Langkah selanjutnya untuk mengkonfirmasi apakah pasien tersebut terkena usus buntu ataukah tidak dilakukan pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah merupakan pemeriksaan yang efektif untuk mengetahui suatu penyakit.

Untuk mengetahui apakah pasien tersebut terkena usus buntu medis akan memeriksa berapa jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuhnya. Jumlah sel darah putih itu bisa digunakan sebagai penanda infeksi di dalam tubuh seseorang.

  1. Tes urin

Pemeriksaan selanjutnya adalah dengan melakukan pemeriksaan urin. Dalam dunia medis pemeriksaan urin juga berguna untuk mengetahui penyakit seseorang. Tes urin tidak hanya digunakan untuk mengetahui seseorang positif menggunakan narkoba saja, namun tes urin juga bisa digunakan untuk mengetahui apakah orang tersebut mengalami infeksi ataukah tidak.

Tes urin pada pasien usus buntu juga akan digunakan untuk mengetahui apakah pasien itu mengalami penyakit lain seperti infeksi dari saluran kemih maupun terkena penyakit batu ginjal.

Leave a comment