Lama Penyakit HIV

AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) adalah penyakit yang disebabkan oleh HIV (Human Immunodeficiency Virus). Ini merupakan penyakit problematik bagi sistem daya tahan tubuh karena virus sebenarnya menyerang sel sistem daya tahan tubuh.

Secara khusus, ia bereproduksi dalam sel T Helper dan membunuhnya dalam proses. Tanpa sel T Helper yang mengatur segala hal, sistem daya tahan tubuh pada akhirnya akan runtuh dan korban meninggal akibat infeksi lain yang seharusnya dapat diatasi oleh sistem daya tahan tubuh.

Lama Penyakit HIV

Di negara maju, obesitas, penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang menjadi penyebab utama dari memburuknya fungsi daya tahan tubuh. Sebaliknya, malnutrisi adalah penyebab paling umum dari immunodefisiensi di negara berkembang.

Infeksi HIV muncul dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah serokonversi (Periode waktu tertentu di mana antibodi HIV sudah mulai berkembang untuk melawan virus.). Tahap kedua adalah masa ketika tidak ada gejala yang muncul. Dan tahap yang ketiga adalah infeksi HIV berubah menjadi AIDS.

Tahap Pertama

Orang yang terinfeksi virus HIV akan menderita sakit mirip seperti flu. Setelah ini, HIV tidak menimbulkan gejala apa pun selama beberapa tahun. Gejala seperti flu ini akan muncul beberapa minggu setelah terinfeksi. Masa waktu inilah yang sering disebut sebagai serokonversi.

Diperkirakan, sekitar 8 dari 10 orang yang terinfeksi HIV mengalami ini. Gejala yang paling umum terjadi adalah:

– Diare

– Tenggorokan sakit

– Pembengkakan noda limfa

– Penurunan berat badan

– Nyeri persendian

– Demam

– Muncul ruam di tubuh, biasanya tidak gatal

– Kelelahan

– Nyeri otot

Gejala-gejala di atas bisa bertahan selama satu hingga dua bulan, atau bahkan lebih lama. Ini adalah pertanda sistem kekebalan tubuh sedang melawan virus. Tapi, gejala tersebut bisa disebabkan oleh penyakit selain HIV. Kondisi ini tidak semata-mata karena terinfeksi HIV.

Lakukan tes HIV jika Anda merasa berisiko terinfeksi atau ketika muncul gejala yang disebutkan di atas. Tapi perlu diingat, tidak semua orang mengalami gejala sama seperti yang disebutkan di atas. Jika merasa telah melakukan sesuatu yang membuat Anda berisiko terinfeksi, kunjungi klinik atau rumah sakit terdekat untuk menjalani tes HIV.

Tahap Kedua

Setelah gejala awal menghilang, biasanya HIV tidak menimbulkan gejala lebih lanjut selama bertahun-tahun (masa jendela). Ini adalah tahapan ketika infeksi HIV berlangsung tanpa menimbulkan gejala. Virus yang ada terus menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh.

Pada tahapan ini, Anda akan merasa sehat dan tidak ada masalah. Kita mungkin tidak menyadari sudah mengidap HIV, tapi kita sudah bisa menularkan infeksi ini pada orang lain. Lama tahapan ini bisa berjalan sekitar 10 tahun atau bahkan bisa lebih.

Tahap Ketiga atau Tahap Terakhir Infeksi HIV

Jika tidak ditangani, HIV akan melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi. Dengan kondisi ini, Anda akan lebih mudah terserang penyakit serius. Tahap akhir ini lebih dikenal sebagai AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Berikut ini adalah gejala yang muncul pada infeksi HIV tahap terakhir:

– Noda limfa atau kelenjar getah bening membengkak pada bagian leher dan pangkal paha.

– Demam yang berlangsung lebih dari 10 hari.

– Diare yang parah dan berkelanjutan.

– Sesak napas.

– Merasa kelelahan hampir setiap saat.

– Berkeringat pada malam hari.

– Infeksi jamur pada mulut, tenggorokan, atau vagina.

– Berat badan turun tanpa diketahui penyebabnya.

– Bintik-bintik ungu yang tidak hilang pada kulit.

– Mudah memar atau berdarah tanpa sebab.

Leave a comment