Kenapa Penyakit Tuberkulosis Paru Aktif Berbahaya?

Penyakit Tuberkulosis ini juga menular pada orang lain. negara di asia tenggara termasuk negara negara yang banyak penderita penyakit Tuberkulosis termasuk indonesia. Tidak sedikit penduduk indonesia yang menderita penyakit Tuberkulosis akibat dari kondisi lingkungan yang kurang bersih dan juga dari faktor daya tahan tubuh yang baik, maka dari itu Tuberkulosis bisa dialami dengan mudah.

Penyakit Tuberkulosis bisa lebih mudah dialami oleh seseorang yang memiliki dayan tahan tubuh lemah, karena penyebab dari penyakit Tuberkulosis yang pertama yaitu karena disebabkan oleh penyakit Tuberkulosis oleh bakteri.

Paru paru yang di masukkan oleh bakteri yang bisa menyebabkan penyakit Tuberkulosis. Infeksi dari bakteri bisa menyebabkan penyakit Tuberkulosis, maka dari itu daya tahan tubuh yang kuat perlu sekali melindungi tubuh.

Penyakit Tuberkulosis paru-paru sifatnya menular dengan perantara batuk, bersin atau lainnya yang mengakibatkan bakteri tuberculloa berpindah. Bakteri tersebut mengendap dan berkumpul di paru-paru.

Tetapi tidak sebatas berdiam diparu-paru saja bakteri tersebut lambat laun dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening dan menyebar keseluruh bagian tubuh seperti otak, jantung, ginjal, tulang dan lainnya sehingga dapat memunculkan penyakit Tuberkulosis lainnya, seperti Tuberkulosis tulang, Tuberkulosis kelenjar dan sebagainya.

Gejala Dan Jenis Tuberkulosis

Tuberkulosis paling sering menyerang paru-paru dengan gejala klasik berupa batuk, berat badan turun, tidak nafsu makan, demam, keringat di malam hari, batuk berdarah, nyeri dada, dan lemah. Jenis batuk juga bisa berdahak yang berlangsung selama lebih dari 21 hari.

Saat tubuh kita sehat, sistem kekebalan tubuh dapat memberantas basil Tuberkulosis yang masuk ke dalam tubuh. Tapi, sistem kekebalan tubuh juga terkadang bisa gagal melindungi kita.

Basil Tuberkulosis yang gagal diberantas sepenuhnya bisa bersifat tidak aktif untuk beberapa waktu sebelum kemudian menyebabkan gejala-gejala Tuberkulosis. Kondisi ini dikenal sebagai tuberkulosis laten. Sementara basil Tuberkulosis yang sudah berkembang, merusak jaringan paru-paru, dan menimbulkan gejala dikenal dengan istilah tuberkulosis aktif.

Adapun beberapa jenis Tuberkulosis:

  1. Tuberkulosis adrenal

Tuberkulosis kelenjar adrenal dapat menyebabkan insufisiensi adrenal. Insufisiensi adrenal adalah ketidakmampuan untuk meningkatkan produksi steroid pada saat stres, menyebabkan kelemahan. Bentuk Tuberkulosis ini dapat menghalangi fungsi dan kerja dari kelenjar adrenal yang sering menyebabkan gangguan dalam tubuh.

  1. Tuberkulosis ginjal

Tuberkulosis ginjal dapat menyebabkan asimtomatik piuria (sel darah putih dalam urin) dan dapat menyebar ke organ reproduksi dan mempengaruhi reproduksi. Pada pria, epididimitis (radang epididimis) dapat terjadi. Bakteri Tuberkulosis awalnya dihirup ke dalam paru-paru di mana ia kemudian dapat menyebar ke organ lain seperti ginjal.

Radang ginjal, demam, kehilangan nafsu makan, gemetaran, kehilangan berat badan dan sakit pada bagian ginjal adalah beberapa gejala dari penyakit Tuberkulosis ginjal ini. Segera periksakan ke dokter jika Anda mengalami beberapa gejala tersebut.

  1. Tuberkulosis kelenjar getah bening

Limfadenitis adalah peradangan dan / atau pembesaran kelenjar getah bening dan merupakan respon umum untuk berbagai infeksi terutama pada anak-anak. Kelenjar getah bening sering di daerah leher, meskipun mereka dapat di selangkangan. Infeksi Tuberkulosis kelenjar getah bening di leher kadang-kadang disebut dengan nama penyakit kelenjar, atau sebagai adenitis Tuberkulosis.

Selain beberapa jenis dan macam-macam Tuberkulosis diatas, ada juga jenis Tuberkulosis lain yaitu Tuberkulosis laring dan Tuberkulosis miller. Tuberkulosis laring sering mempengaruhi pita suara dan sedangkan Tuberkulosis miller mempengaruhi paru-paru yang menimbulkan pertumbuhan kecil pada permukaan paru-paru.

Pengobatan Tuberkulosis

Penderita Tuberkulosis sebaiknya mengunjungi rumah sakit atau puskesmas, untuk mendapatkan penanganan yang tepat.Petugas medis akan memeriksa dahak pasien di laboratorium, biasanya hingga 3 kali. Selama masa pengobatan ini, petugas puskesmas juga mengecek lingkungan di rumah pasien.

Jika hasil tes laboratorium menyatakan positif terhadap tes dahak yang telah dilakukan, maka pengobatan Tuberkulosis paru akan diberikan oleh pihak medis selama 6 bulan. Pada masa pengobatan pertama, urin penderita menjadi berwarna merah. Hal ini disebabkan oleh penggunaan obat Tuberkulosis yang dikonsumsi oleh pasien. Pada periode kedua, urin penderita akan berwarna kuning.

Pasien harus mengikuti prosedur yang ditentukan oleh pihak medis. Minum obat harus teratur. Jika tidak, pengobatan harus diulang prosedurnya. Penyakit Tuberkulosis kronis membutuhkan masa penyembuhan yang sangat lama, sekitar 2 tahun tanpa jeda pengobatan.

Jenis kombinasi obat yang biasanya disebut dengan terapi anti-Tuberkulosis. Ada beberapa jenis pilihan obat yang bisa dipakai untuk cara mengobati Tuberkulosis di Indonesia adalah:

  • Rifampisin (R)
  • Pirazinamid (Z)
  • Streptomisin (S)
  • Isoniazid (INH atau H)
  • Etambutol (E).

Leave a comment