Katarak Kongenital

Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata. Katarak kongenital adalah katarak yang mulai terjadi sebelum atau segera setelah lahir dan bayi berusia kurang dari satu tahun. Katarak kongenital merupakan penyebab kebutaan pada bayi yang signifikan terutama akibat penanganan yang kurang tepat.

Insiden katarak kongenital di Amerika Serikat adalah 1-6 kasus per 10000 kelahiran. Walaupun WHO dan organisasi kesehatan lainnya telah membuat langkah pencegahan dengan pemberian vaksinasi, insiden katarak kongenital tetap tinggi di negara-negara yang belum berkembang.

Katarak kongenital merupakan hal yang emergensi. Karena otak belajar melihat pada umur 3 sampai 4 bulan pertama. Sehingga katarak kongenital harus dioperasi secepatnya dan memberikan koreksi penglihatan dengan kontak lensa, lensa intraocular atau kacamata.

Sebenarnya tidak ada penyebab pasti mengapa seorang anak memiliki penyakit katarak. Namun dalam kebanyakan kasus ada sejumlah alasan masuk akal kenapa seorang bayi atau seorang anak menderita katarak kongenital, diantaranya:

  1. Gen dan kondisi genetik

Katarak hadir sejak lahir (katarak kongenital) kadang-kadang disebabkan oleh gen yang rusak yang diteruskan ke anak dari orang tua mereka. kesalahan ini berarti bahwa lensa tidak berkembang dengan baik.

Diperkirakan bahwa ada riwayat keluarga katarak kongenital di sekitar satu dari setiap lima kasus kondisi, dan penelitian terbaru menunjukkan penyebab genetik yang bertanggung jawab untuk sebagian besar katarak kongenital bilateral di Inggris.

Katarak juga dapat dikaitkan dengan kondisi yang disebabkan oleh kelainan kromosom, seperti sindrom Down. Kromosom adalah bagian dari sel-sel tubuh yang membawa gen.

  1. Infeksi selama kehamilan

Katarak kongenital juga bisa disebabkan oleh infeksi pada seorang ibu hamil. Infeksi utama terkait dengan peningkatan risiko katarak kongenital meliputi:

– Cytomegalovirus (CMV) – virus yang umum yang dapat menyebabkan gejala seperti flu.

– Cacar – kondisi ringan tetapi sangat menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster.

– Simplex virus herpes – virus yang sering menyebabkan luka dingin.

– Toksoplasmosis – infeksi parasit tertangkap dengan mengkonsumsi makanan, air atau tanah yang terkontaminasi dengan kotoran yang terinfeksi kucing.

– Rubella (campak Jerman) – infeksi virus yang dapat menyebabkan ruam kulit merah-merah muda jerawatan.

  1. Diabetes – Kondisi yang menyebabkan kadar gula darah seseorang menjadi terlalu tinggi.
  2. Toxocariasis – infeksi parasit langka yang kadang-kadang bisa menginfeksi mata, menyebar dari hewan ke manusia melalui kotoran.
  3. Galaktosemia – Kondisi dimana galaktosa gula (yang terutama berasal dari laktosa, gula dalam susu) tidak bisa dipecah oleh tubuh.
  4. Trauma mata – Terjadi akibat dari cedera pada mata.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Katarak harus diatasi sesegera mungkin agar fungsi penglihatan bisa berkembang secara normal. Jika diperlukan, katarak dapat diangkat melalui pembedahan, yaitu dengan membuat sayatan kecil pada mata.

Pada banyak anak, lensa implan plastik atau silikon (lensa intraokular) bisa dimasukkan untuk mengganti lensa mata yang mengalami katarak. Setelah tindakan pengangkatan, anak bisa diberikan kacamata, lensa kontak, atau keduanya untuk memperbaiki penglihatan.

Setelah katarak diangkat dari salah satu mata, maka kualitas gambar pada mata yang ditangani masih lebih buruk dibandingkan mata yang lain (mata yang lain dianggap normal). Karena penglihatan yang dipilih adalah yang penglihatan dari mata yang lebih baik, maka otak akan menekan penglihatan yang memiliki kualitas lebih buruk, sehingga bisa terjadi amblyopia.

Jika penglihatan mata yang diobati tidak dapat dikoreksi dengan baik, maka seringkali mata yang normal dibuat menjadi tidak berfungsi dengan memasang penutup mata. Cara ini membantu mata yang diobati untuk mendapatkan penglihatan yang normal.

Setelah katarak diambil dari kedua mata, anak yang memiliki kualitas penglihatan yang hampir sama pada kedua mata lebih sering mendapatkan penglihatan yang seimbang pada kedua mata.

Leave a comment