Katarak Haruskah Operasi

Katarak merupakan gangguan penglihatan karena lensa mata keruh sehingga cahaya yang masuk ke mata tidak bisa diterima oleh retina dengan sempurna. Katarak menyebabkan penglihatan seseorang menjadi buram atau bahkan kebutaan. Sebagian besar kebutaan akibat katarak masih bisa ditanggulangi jika mendapatkan perawatan yang tepat.

Katarak terjadi secara perlahan-perlahan sehingga penglihatan penderita terganggu secara berangsur. Oleh karena itu, pasien katarak biasanya baru menyadari penyakitnya setelah penyakitnya cukup parah.

Berikut ini beberapa gejala yang dirasakan penderita katarak. Jika Anda mengalami gejala-gejala di bawah ini, segera periksa ke dokter mata terdekat supaya Anda tahu apa yang terjadi pada mata Anda. Setelah itu, apakah Anda akan mengikuti perawatan yang disarankan dokter atau menggunakan Obat Terapi Mata Alami atau kedua-duanya, itu semua terserah Anda.

– Melihat selaput seperti awan ketika melihat.

– Penglihatan buram seperti melihat dari balik kaca yang hitam.

– Merasa gatal-gatal pada mata.

– Sering keluar air dari mata.

– Pada sore dan malam hari penglihatan semakin kabur.

– Sangat silau bila melihat sinar matahari atau cahaya yang terang.

– Perubahan warna (menjadi lebih putih) pada bagian hitam mata.

– Jika sudah tingkat lanjut, bisa terjadi kebutaan total.

– Sering ganti kacamata minus/plus.

– Pada keadaan terang, mata terasa silau.

Selain karena penuaan, katarak juga dapat timbul karena penyakit diabetes, infeksi mata, luka tusuk, paparan sinar matahari untuk jangka waktu yang lama, kebiasaan merokok, penggunaan obat tertentu seperti steroid, keturunan, dan penyakit lainnya. Mengkonsumsi alkohol atau narkoba oleh wanita hamil meningkatkan risiko katarak pada bayi yang dilahirkan.

Kapan Harus Operasi?

Semua jenis katarak hanya bisa diatasi dengan operasi pengangkatan katarak dan diganti dengan lensa intraokuler.

Jika katarak masih ringan, penglihatan tidak terganggu, aktivitas sehari-hari tidak terhambat, itu berarti operasi katarak belum perlu. Tetapi kalau penglihatan mulai kabur, periksakan mata ke dokter. Pakai/ganti kacamata bila perlu. Bila mengganti kacamata sudah tidak membuat penglihatan lebih jelas, itulah saatnya anda perlu operasi katarak.

Menunda operasi hingga anda merasa perlu, tidak berpengaruh terhadap hasil akhir operasi kecuali bila ada penyakit mata lain di samping katarak, misalnya glaukoma, Fuchs’ dystrophy, dan penyakit mata lain yang bila ada, tentu dari awal sudah diberitahukan oleh dokter. Setelah penyakit lain ini diatasi/terkontrol, barulah operasi katarak bisa dilakukan.

Seseorang biasanya merasa takut ketika mendengar bahwa dia ada katarak. Orang sering khawatir jadi buta setelah operasi. Kalau dokter menerangkan apa saja yang harus diperhatikan setelah operasi, dia takut tidak bisa melaksanakannya sehingga akan terjadi hal yang berbahaya.

Sebetulnya mengetahui fakta tentang katarak dan kemajuan teknologi kedokteran dapat memberi ketenangan pada pasien. Kini lensa intraokuler buatan pun sangat stabil dan biasanya tidak perlu diganti lagi.

Meskipun operasi katarak sangat aman, seperti operasi lainnya, tetap ada risiko komplikasi. Tapi komplikasi sangat jarang. Ia dapat terjadi jika waktu operasi ada penyakit mata lain yang tidak terdeteksi, atau prosedur operasi tidak baik.

Pasien katarak sebaiknya tidak dioperasi bila menderita hipertensi atau diabetes yang tidak terkontrol, infeksi akut, penyakit paru-paru, penyakit darah.

Bila anda tidak menjalankan operasi maka cobalah hal-hal yang dijabarkan dibawah ini.

Berikut adalah berbagai metode alternatif perawatan katarak:

  1. Konsumsi Vitamin C

Konsumsi harian minimal 1000 mg vitamin C berpotensi mengurangi efek radikal bebas yang menyebabkan katarak.

  1. Hindari Konsumsi Laktosa

Terdapat bukti klinis bahwa laktosa merupakan kemungkinan penyebab katarak.

Oleh karena itu, pasien katarak harus mengurangi konsumsi produk makanan mengandung laktosa atau makanan berbasis susu.

  1. Suplemen Tembaga dan Zinc

Sekitar 300 sampai 600 mg N-Acetylcysteine ??ditambah dengan proporsi kecil suplemen tembaga dan seng dapat digunakan setiap 24 jam untuk mengurangi dan menghancurkan radikal bebas yang menyebabkan katarak.

Dosis suplemen yang disarankan adalah sekitar 50 mg seng dan 3 mg tembaga.

  1. Suplemen Riboflavin

Konsumsi sekitar 50 mg suplemen riboflavin setiap hari diketahui mampu mengurangi perkembangan katarak.

Konsumsi konsisten riboflavin dipercaya membuat pembentukan katarak tetap terkendali.

Disarankan pasien juga mengkonsumsi buah-buahan segar seperti lemon, limau, jeruk, jeruk keprok, dan lain-lain, atau pil vitamin C.

  1. Mengkonsumsi Vitamin E

Makanan atau suplemen vitamin E dan makanan kaya selenium terbukti mampu mengurangi katarak.

Namun, pastikan untuk berkonsultasi dengan doketr mengenai dosis suplemen yang harus dikonsumsi.

Terapi untuk Menyembuhkan Katarak

Selain asupan makanan dan suplemen, para peneliti berhasil membuktikan bahwa katarak dapat disembuhkan dengan bantuan terapi alami. Beberapa terapi tersebut diantaranya:

  1. Terapi Jus

Pasien katarak disarankan mengkonsumsi berbagai jus buah segar seperti cranberry, blueberry, blackberry, raspberry, acai berry, artichoke, buah delima, dll.

Buah-buahan dan sayuran tersebut memiliki antioksidan tinggi yang membantu melawan radikal bebas dalam tubuh.

  1. Terapi Makanan

Pasien katarak dianjurkan mengonsumsi makanan kaya antioksidan seperti bawang putih, kedelai, ekstrak bilberry, dan kacang merah.

Berbagai buah-buahan kering juga bisa dikonsumsi seperti kacang mete, kemiri, kenari, dan rempah-rempah tropis seperti kayu manis, cengkeh, kunyit, dan oregano.

Coklat hitam dan teh hijau adalah beberapa makanan terbaik dengan sifat anti-oksidasi yang pada gilirannya membantu mengatasi pembentukan katarak.

  1. Terapi Refleksologi dan Akupresur

Kedua jenis terapi ini menggunakan teknik tekanan pada anggota tubuh tertentu untuk mengurangi stres pada mata dan menyembuhkan katarak.

Leave a comment