Jenis-Jenis Penyakit Hepatitis Yang Harus Di Ketahui!

Hepatitis merupakan salah satu penyakit yang menyerang hati. Salah satu penyebab hepatitis adalah adanya virus yang menyerang hati. Adapun tiga jenis virus yang biasa menyerang hati, yaitu virus hepatitis A, virus hepatitis B, dan virus hepatitis C. Ketiga virus di atas akan menghasilkan tiga jenis penyakit yang akan mengganggu fungsi hati. Untuk lebih jelas akan diuraikan lebih lanjut di bawah ini.

  1. Hepatitis A

Disebabkan oleh Hepatitis-A Virus (HAV). Virus HAV ini menular dengan cara yang dalam dunia medis dikenal dengan sebutan fecal-oral (fecal: kotoran,/feses, oral: mulut). Artinya penyebaran dan penularan virus ini terjadi melalui kontaminasi makanan atau air oleh virus HAV yang terdapat pada kotoran/feses penderita Hepatitis A.

Penularan

Sebagian besar kasus hepatitis A terjadi pada daerah yang memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi, jumlah penduduk yang berlebihan (penuh sesak), serta buruknya sistem sanitasi dan air bersih. Virus hepatitis A dapat menyebar dengan cepat melalui :

  • Mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi oleh tinja seseorang yang terinfeksi hepatitis A akibat buruknya kebersihan pribadi. Sebagai contoh, ketika kita mengkonsumsi makanan yang disiapkan oleh penderita hepatitis A yang belum mencuci tangan dengan baik, apalagi setelah ia buang air besar
  • Mengkonsumsi air minum yang terkontaminasi
  • Mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan yang dicuci dengan menggunakan air yang telah terkontaminasi
  • Mengkonsumsi makanan laut yang tercemar oleh limbah
  • Berhubungan sex dengan penderita

Oleh karena itu, untuk mencegah penularan dari virus HAV, hal yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan asupan makanan yang kita makan. Beberapa kebiasaan baik yang bisa dilakukan untuk tujuan ini diantaranya adalah dengan membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan, menjaga sanitasi makanan, serta menghindari memakan makanan yang belum diketahui kebersihan pengolahannya (makanan yang dijual dipinggir jalan, dll ).

Selain itu, pencegahan penyakit Hepatitis A ini juga dapat dilakukan dengan pemberian vaksin Hepatitis A.

  1. Hepatitis B

Penyebabnya adalah Hepatitis-B Virus (HBV), merupakan jenis penyakit liver berbahaya dan dapat berakibat fatal. Pada 90% kasus HBV menghilang secara alami, tetapi pada 10% kasus lainnya virus tersebut tetap bertahan dan mengembangkan penyakit kronis, yang kemudian bisa menyebabkan sirosis atau kanker hati.

Banyak bayi dan anak-anak yang terkena hepatitis B tidak betul-betul sembuh, sehingga mendapatkan masalah liver di usia dewasa. Anda perlu berhati-hati dengan virus HBV karena dapat ditularkan oleh orang yang sehat (yang tidak mengembangkan penyakit hepatitis B) tetapi membawa virus ini.

Hepatitis B seringkali tidak menimbulkan gejala. Bila ada gejala, keluhan yang khas dirasakan adalah nyeri dan gatal di persendian, mual, kehilangan nafsu makan dan nyeri perut. Hepatitis B dapat ditangkal dengan vaksin. Anak-anak biasanya mendapatkan vaksin ini sebagai bagian dari program vaksinasi anak.

Penularan

Virus hepatitis B (HBV) dapat ditularkan melalui darah, air mani, maupun cairan tubuh lainnya. Adapun cara penularannya antara lain adalah:

  • Kontak seksual, yaitu jika seseorang melakukan hubungan seksual dengan dengan penderita hepatitis B tanpa menggunakan pelindung (kondom) yang dapat mengakibatkan darah, air liur, air mani, maupun cairan vagina memasuki tubuhnya.
  • Penggunaan jarum suntik, Jarum suntuk yang digunakan sama-sama dengan orang yang telah terinveksi virus HBV juga dapat meningkatkan resiko penularan, yaitu melalui intravena (IV)
  • Kontak darah, misalnya saja pada saat terjadinya transfusi darah yang dilakukan dari orang yang terinfeksi virus HBV kepada orang-orang yang belum terinfeksi.
  • Dari seorang ibu pada anaknya, misalnya saja adalah wanita yang sedang hamil dapat menularkan virus ini pada janin di rahimnya.

Pemberian vaksin dapat mencegah penularan hepatitis B, tetapi belum ada pengobatan untuk mengobati penyakit ini. Jika seseorang telah terinfeksi, sebaiknya ia segera mengambil tindakan pencegahan tertentu yang dapat membantu mencegah penyebaran virus HBV kepada orang lain.

Penggunaan pisau cukur dan sikat gigi secara bersama juga perlu dihindari. Karena pada saat menggunakan pisau cukur atau menyikat gigi, tidak jarang terjadi trauma/luka kecil yang mengakibatkan terbukanya akses bagi virus untuk masuk ke dalam peredaran darah.

  1. Hepatitis C, disebabkan oleh Hepatitis-C Virus (HCV). Penularan penyakit Hepatitis C menyerupai penularan pada Hepatitis B.

Penularan

Penularan virus penyebab hepatitis C hampir sama dengan jenis hepatitis B yaitu melalui kontak darah yang telah terkontaminasi virus tersebut. Berikut ini cara penularan virus HCV :

  • Penggunaan jarum suntik maupun peralatan lain secara bersamaan seperti piring, sendok, makanan, minuman merupakan cara yang paling umum untuk penyebaran virus hepatitis C.
  • Melalui transfusi darah
  • Penularan dari ibu kepada anaknya yaitu semasa kehamilan
  • Melalui hubungan seksual tanpa menggunakan alat pengaman seperti kondom dengan penderita.
  1. Hepatitis D

Penyebab Hepatitis D adalah HDV (Hepatitis-D Virus) atau virus Delta. Virus ini hanya dapat berkembang biak di dalam tubuh bila tubuh sudah terinfeksi oleh virus Hepatitis B. Meskipun merupakan jenis yang paling jarang terjadi, namun Hepatitis D merupakan jenis Hepatitis yang paling berbahaya dari jenis Hepatitis lainnya.

Sangat sulit untuk membedakan penderita hepatitis B dan hepatitis D, karena gejala-gejala yang dialami penderita hampir sama, antara lain adalah :

  • Jaundice (menguningnya warna kulit dan mata)
  • Timbulnya rasa nyeri pada sendi
  • Sakit perut
  • Muntah
  • Hilangnya selera makan
  • Warna urin menjadi gelap
  • Merasa kelelahan

Penularan virus penyebab hepatitis D juga hampir sama dengan penularan virus hepatitis B. Virus hepatitis D dapat menular atau menyebar melalui kontak dengan darah yang terkontaminasi atau cairan tubuh lainnya. Menurut Rumah Sakit Anak di Philadelphia, sekitar 5 % penderita hepatitis B juga memiliki hepatitis D.

  1. Hepatitis E, mirip dengan Hepatitis A. Virus Hepatitis E (HEV) ditularkan melalui kotoran manusia ke mulut dan menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Tingkat tertinggi infeksi Hepatitis E terjadi di daerah bersanitasi buruk yang mendukung penularan virus.

Penderita hepatitis E mungkin tidak akan merasakan gejala atau tanda-tanda apapun pasca virus ini memasuki tubuhnya untuk jangka waktu 2 hingga 9 minggu lamanya. Namun ia kemungkinan akan segera mengalami beberapa gejala setelah masa inkubasi tersebut, seperti :

  • Timbulnya flu ringan
  • Timbulnya kelelahan ekstrim yang biasanya berlangsung selama beberapa waktu setelah virus dibersihkan
  • Perubahan warna urin menjadi gelap atau coklat
  • Sakit perut
  • Jaundice (warna mata dan kulit menjadi kuning)
  • Demam
  • Hilangnya selera makan
  • Timbulnya rasa gatal
  • Mual dan muntah
  • Timbulnya rasa sakit atau nyeri pada sendi dan otot
  • Kesemutan, mati rasa, serta kelemahan pada lengan dan kaki.

Leave a comment