Inilah Riwayat Alamiah Penyakit Malnutrisi!

Malnutrisi adalah suatu kondisi di mana seseorang dinyatakan kekurangan nutrisi, atau dengan ungkapan lain status nutrisinya berada di bawah standar rata-rata. Nutrisi yang dimaksud bisa berupa protein, karbohidrat dan kalori. Di Indonesia, kasus KEP (Kurang Energi Protein) adalah salah satu masalah gizi utama yang banyak dijumpai pada balita.

Interaksi antara Host, Agent, dan Environment dalam Penyakit Malnutrisi

Berikut adalah interaksi antara host, agent, dan environment dalam penyakit malnutrisi

  1. Agent

Agent adalah penyebab utama terjadinya suatu penyakit. Dalam hal ini yang menjadi agent adalah zat-zat gizi yang terkandung dalam makanan, akibat terjadinya penyakit yang mengakibatkan infeksi, keluarga miskin, ketidaktahuan orang tua atas pemberian gizi yang baik bagi anak, dan faktor penyakit bawaan pada anak.

Selain itu faktor ketersediaan pangan yang bergizi dan terjangkau oleh masyarakat, perilaku dan budaya dalam pengolahan pangan dan pengasuhan asuh anak, serta pengelolaan yang buruk dan perawatan kesehatan yang tidak memadai.

  1. Host

Host adalah manusia yang kemungkinan terpapar atau beresiko terhadap suatu penyakit. Dalam gizi buruk manusia berperan sebagai host atau pejamu. Dalam hal ini yang rentan terkena penyakit gizi buruk adalah balita. Karena balita daya tahan tubuhnya masih rentan.

  1. Environment

Environment atau lingkungan meliputi lingkungan sosial, lingkungan biologi, dan lingkungan fisik. Lingkungan sosial yang mempengaruhi host adalah ekonomi rendah sehingga host tidak mampu mengkonsumsi makanan yang bergizi.

Lingkungan biologi yang mempengaruhi adalah sanitasi atau air bersih yang tidak memadai. Dan lingkungan fisik yang mempengaruhi adalah keadaan rumah yang kurang baik.

Penyakit ini disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah keluarga miskin. Keluarga miskin sangat erat hubunganya dengan ekonomi rendah, sehingga host dengan kondisi ekonomi rendah untuk memenuhi kebutuhan pangan hanya seadanya tidak memperhatikan zat-zat gizi yang terkandung dalam makanan.

Ditambah dengan sanitasi atau air bersih yang tidak memadahi dan keadaan rumah yang kurang baik. Hal ini menyebabkan host rentan terkena penyakit gizi buruk terutama balita, karena balita daya tahan tubuhnya masih rentan.

Riwayat Alamiah Penyakit Malnutrisi

  1. Fase Rentan

Terjadi karena tidak adanya kesimbanganan antara host, agent, dan environment. Misalnya host memakan makanan yang kurang zat gizinya sehingga zat gizi didalam tubuh host lama kelamaan berkurang.

  1. Fase Presymtomatic

Saat zat gizi dalam tubuh host berkurang maka akan terjadi perubahan faali dan metabolis.

  1. Fase Klinik

Kwashiorkor

Kwashiorkor adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan protein dan sering timbul pada usia 1-3 tahun karena pada usia tersebut kebutuhan protein tinggi.

Ciri-ciri Kwashiorkor adalah:

– Otot mengecil (hipotrofi), lebih nyata bila diperiksa pada posisi berdiri atau duduk.

– Terdapat kelainan kulit berupa bercak merah muda yang meluas dan berubah warna menjadi coklat kehitaman lalu terkelupas (crazy pavement dermatosis).

– Sering disertai penyakit infeksi yang umumnya akut.

– Anemia dan diare.

– Edema (pembengkakan), umumnya seluruh tubuh (terutama punggung kaki dan wajah) membulat dan lembab.

– Pandangan mata sayu.

– Rambut tipis kemerahan seperti warna jagung dan mudah dicabut tanpa rasa sakit dan mudah rontok.

– Terjadi perubahan status mental menjadi apatis dan rewel.

– Terjadi pembesaran hati.

Marasmus

Marasmus adalah adalah kekurangan energi pada makanan yang menyebabkan cadangan protein tubuh terpakai sehingga anak menjadi “kurus” dan “emosional”.

Ciri-ciri Marasmus adalah:

– Perut cekung, dan iga gambang.

– Sering disertai penyakit infeksi(umumnya kronis berulang).

– Diare kronik atau konstipasi (susah buang air).

– Badan nampak sangat kurus seolah-olah tulang hanya terbungkus kulit.

– Wajah seperti orang tua.

– Mudah menangis/cengeng dan rewel.

– Kulit menjadi keriput.

– Jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada (baggy pant/pakai celana longgar).

Marasmus-Kwashiorkor

Ciri-ciri Marasmus-Kwashiorkor adalah memiliki ciri gabungan dari beberapa gejala klinis kwashiorkor dan marasmus disertai edema yang tidak mencolok.

  1. Fase Terminal

Penanggulangannya secara intensif dan hasilnya ada empat kemungkinan yaitu sembuh, cacat, sakit kronis dan kematian.

Pengobatan Penyakit Malnutrisi

Prinsip pengobatan adalah makanan yang mengandung banyak protein bernilai tinggi, banyak cairan, cukup vitamin dan mineral, masing-masing dalam bentuk yang sudah dicerna dan diserap. Karena toleransi makanan masih rendah pada permulaan, maka makanan jangan diberikan sekaligus banyak, tetapi dinaikkan bertahap setiap hari.

Diperlukan makanan yang mengandung protein 3-4 gram/ kg BB/ hari 150-175 kalori. Antibiotik diberikan jika terdapat infeksi penyakit penyerta marasmus. Antibiotik efektif harus diberikan parenteral selama 5-10 hari.

Leave a comment