Inilah Pengobatan Sakit Maag Bagi Ibu Hamil!

Banyak wanita hamil menderita nyeri pada ulu hati karena sakit maag, hal ini menjadi peringatan dan perhatian karena hasil penelitian terbaru menyebutkan bahwa obat yang digunakan untuk menekan timbulnya asam lambung yang dikonsumsi ibu hamil ternyata dapat meningkatkan risiko terjadinya asma pada bayi.

Nyeri ulu hati adalah masalah umum yang dialami wanita selama kehamilan. Ibu hamil biasanya merasakan merasakan sensasi terbakar di sekitar dada. Keluhan tersebut terjadi selama beberapa bulan di awal kehamilan atau bahkan sepanjang kehamilan.

Nyeri ulu hati selama kehamilan disebabkan peningkatan sekresi hormon wanita, progesteron. Peningkatan hormon ini dapat mengendurkan katup antara perut dan kerongkongan.

Gejala Penyakit Maag Saat Hamil

Berikut adalah gejala penyakit maag saat hamil:

  1. Muntah darah

Asam dari perut merupakan tanda pasti dari ulkus lambung, jika sampai seperti ini anda harus segera periksa ke dokter.

  1. Mual dan muntah menjadi tanda maag

Muntah sering terjadi untuk meringankan rasa mual yang dialami penderita tukak lambung.

  1. Lihatlah kotoran anda

Tinja penderita tukak lambung bisa berwarna hitam atau seperti berdarah. Maag yang berdarah dan tidak diobati bisa menyebabkan anemia dan komplikasi lainnya.

  1. Rasa nyeri seperti terbakar menjadi tanda yang paling umum dari tukak lambung

Rasa sakit dari ulkus peptikum itu dirasakan dari tulang dada hingga ke pusar anda. Rasa sakit bisa berlangsung beberapa menit atau beberapa jam serta bisa datang dan pergi begitu saja. Serangan ini akan menjadi lebih buruk pada malam hari atau saat perut anda kosong. Anda bisa mencari bantuan dengan makan makanan atau meminum obat yang bisa mengurangi asam dalam perut.

Obat medis untuk ibu hamil harus diberikan secara hati-hati karena ada bahaya obat maag untuk ibu hamil. Obat bisa diberikan oleh dokter yang telah memeriksa ibu hamil. Jika diperlukan maka kerjasama antara dokter penyakit dalam dan ahli kandungan untuk menentukan perawatan maag terbaik bagi ibu hamil.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi efek samping obat kimia yang bisa terjadi pada kesehatan ibu dan janin. Berikut ini obat medis yang sering diresepkan oleh dokter.

  1. Omeprazole

Obat termasuk dalam jenis inhibitor yang bekerja untuk mengurangi tingkat keasaman dalam lambung. Obat bisa mengatasi gejala maag yang tidak terlalu berat dan semua masalah lambung yang berkaitan dengan tingkat asam yang tinggi.

Asam lambung yang tinggi bisa menjadi penyebab mual saat hamil dan gangguan kehamilan seperti heartburn pada ibu hamil.

Namun pemakaian obat harus diawasi oleh dokter. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh lembaga obat internasional menyatakan bahwa obat ini bisa meningkatkan resiko kerusakan janin, terutama pada trimester pertama. Obat jenis lain yang termasuk dalam golongan obat inhibitor termasuk Iansoprazole, esomeprazole, dan pantoprazole.

  1. Ranitidine

Ranitidine termasuk jenis obat untuk menghalangi atau mengurangi asam berlebihan dalam lambung atau saluran pencernaan. Obat ini bisa mengurangi pelepasan asam pada saluran pencernaan dan mengurangi rasa sakit seperti mual dan perih akibat maag.

Obat ranitidine untuk ibu hamil menurut badan FDA tidak menyebabkan masalah untuk janin, meskipun obat ini juga akan melewati plasenta dan bisa sampai ke janin. Namun pemakaian obat ranitidine hanya diijinkan dengan dasar pengawasan dari dokter. Jenis obat lain yang termasuk untuk menghalangi produksi asam termasuk famotidine, nizatidine dan cimetidine.

  1. Antasida

Antasida atau antacids menjadi obat yang paling ramah dan aman untuk ibu hamil. Obat bisa membantu mengatasi rasa sakit pada lambung dan membuat nyeri bisa hilang dengan cepat. Namun obat ini bisa menyebabkan efek samping seperti diare dan sembelit atau tergantung kondisi kesehatan ibu hamil.

Antacids mengandung bahan utama seperti kalsium karbonat sangat aman untuk ibu hamil dan harus dalam bentuk tablet kunyah. Dan jenis obat antacids yang mengandung magnesium oksida dan magnesium hidroksida juga aman untuk ibu hamil. Ibu hamil sebaiknya tidak minum semua antacids yang mengandung bahan aluminium hidroksida dan aluminium karbonat.

Karena obat ini bisa menyebabkan susah BAB saat hamil dan perut melilit saat hamil. Antasida juga tidak boleh digunakan jika ada masalah seperti anemia pada ibu hamil dan hemoglobin rendah saat hamil karena obat ini menyebabkan penyerapan zat besi lambat dalam tubuh.

  1. Antibiotik

Antibiotik diberikan untuk ibu hamil untuk menyerang semua bakteri H, pylori yang menyebabkan maag. Jenis antibiotik yang paling aman seperti amoxicillin. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1985-1992, terbukti jika antibiotik ini sangat aman untuk ibu hamil.

Tidak ada bukti nyata bahwa obat bisa menyebabkan dampak serius pada janin. Namun masa penggunaan obat harus diawasi oleh dokter termasuk untuk efek samping yang bisa diterima ibu hamil.

Leave a comment