Inilah Beberapa Penyakit Akibat Malnutrisi Pada Anak!

Malnutrisi adalah suatu bentuk terparah akibat kurang gizi menahun. Selain akibat kurang konsumsi jenis makanan bernutrisi seimbang, gizi buruk pada anak juga bisa disebabkan oleh penyakit-penyakit tertentu yang menyebabkan gangguan pencernaan atau gangguan penyerapan zat makanan yang penting untuk tubuh.

Makanan sangat penting untuk menjaga kesehatan dan juga untuk keperluan pertumbuhan. Orang yang tidak cukup mendapat makanan, baik sebagian atau seluruhnya, akan mengalami keadaan yang disebut malnutrisi. Malnutrisi sangat berbahaya, terlebih bagi anak, wanita dan orang lanjut usia.

Anak yang kekurangan gizi akan tumbuh lebih kurus atau lebih pendek dari kebanyakan anak lainnya. Anak juga biasanya lebih rewel dan lebih rentan menjadi sakit di banding anak lain yang cukup gizi.

Faktor gizi merupakan salah satu komponen penting yang harus dipenuhi untuk menunjang tumbuh kembang anak. Perlu Anda ketahui bahwa masa kanak-kanak merupakan periode emas sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam hal nutrisi. Asupan nutrisi yang tidak tepat beresiko menyebabkan malnutrisi pada anak.

Pada periode emas, anak membutuhkan asupan nutrisi yang sangat banyak guna menunjang tumbuh kembang fisik, mental dan otak anak. Jika asaupan nutrisi tidak tepat maka akan terjadi gangguan pada proses pertumbuhan sehingga rentan mengalami kegagalan pertumbuhan, menyebabkan penyakit hipertensi, diabetes, stroke dan bahkan obesitas dini.

Pemenuhan nutrisi untuk anak efektifnya dilakukan sejak dalam kandungan untuk mendukung pembentukan kecerdasan otak dan pertumbuhan fisik yang bagus setelah lahir. Pakar kesehatan menyarankan supaya ibu hamil mencukupi kebutuhan gizi pada waktu hamil guna mencegah kelainan pada bayi.

Dampak negatif kekurangan gizi pada anak bisa menyebabkan kemampuan otak menurun dan tidak memiliki fokus yang baik. Bahkan jika kekurangan nutrisi tersebut berlangsung dalam jangka panjang maka beresiko terhadap beberapa penyakit yang cukup serius.

Penyakit Akibat Malnutrisi Pada Anak

Berikut adalh penyakit akibat malnutrisi pada anak:

  1. Hipokalemia

Kakurangan asupan kalium bisa menyebabkan anak mengalami hipokalemia. Bahkan hipokalemia dianggap sebagai komplikasi dari diare, dehidrasi dan gizi buruk pada anak. Gejalanya yaitu sembelit, gangguan tekanan darah dan efek serius menyebabkan depresi pernapasan dan gangguan jantung.

  1. Marasmus

Salah satu penyakit yang diakibatkan kekurangan nutrisi yaitu marasmus. Jenis penyakit ini akibat kekurangan protein dan kalori. Marasmus merupakan kategori penyakit malnutrisi yang paling umum terjadi pada anak-anak.

Anak yang menderita marasmus akan mengalami penurunan berat badan lebih rendah 80% dari berat yang normal pada umumnya. Kondisi tersebut cenderung membuat si kecil terlihat kurus dan mengalami pengecilan otot.

  1. Kwashiorkor

Penyakit ini jenis malnutrisi protein yang dikategorikan paling akut. Kondisinya hampir menyerupai marasmus, namun yang membedakannya yaitu timbulnya edema pada bagian kaki. Adapun gejala lain kwashiorkor yaitu pembesaran hati, perut buncit, rambut menipis, gigi mudah copot dan tekstur rambut kasar.

  1. Gondok

Gondok atau pembengkakan, pada kelenjar tiroid merupakan salah satu gejala kekurangan yodium. Gejala lainnya hampir mirip dengan penderita hipotiroidisme yaitu lesu, lemah, tingkat metabolisme rendah dan mengalami kerentanan terhadap dingin.

  1. Anemia

Defisiensi vitamin B12 dan zat besi menyebabkan anak terkena penyakit anemia. Penderita anemia akan mengelami gejala seperti kelelahan, sesak nafas, pucat dan tidak bersemangat. Jika kondisi ini tidak segera ditangani maka sangat membahayakan pertumbuhan anak karena pasokan nutrisi untuk tubuh akan sedikit terganggu.

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah malnutrisi, diantaranya:

– Meningkatkan cakupan dan kualitas tata laksana kasus malnutrisi di puskesmas / Rumah Sakit dan rumah tangga.

– Menyediakan Pemberian Makanan Tambahan pemulihan (PMT-P) kepada balita malnutrisi dari keluarga miskin.

– Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam memberikan asuhan gizi kepada anak (ASI/MP-ASI).

– Memberikan suplemen gizi (kapsul vitamin A) kepada semua balita.

– Memaksimalkan peran posyantu, yaitu dengan meningkatkan cakupan deteksi dini gizi buruk melalui penimbangan bulanan balita di posyandu.

Leave a comment