Gejala Sakit Gastritis Yang Hanya Terjadi Pada Wanita!

Gastritis adalah penyakit radang selaput lendir pada lambung. Ini dapat diartikan bahwa sel-sel darah putih pindah ke dinding perut sebagai respon terhadap beberapa jenis cedera pada lambung. Gastritis adalah penyakit yang sangat mengganggu dan dapat menimbulkan masalah yang mengancam di kehidupan orang banyak, apabila tidak diobati sebelum terlambat.

Untuk lebih mendalamnya lagi, gastritis adalah suatu kondisi di mana lapisan-perut yang dikenal sebagai mukosa-meradang.

Pada umumnya manusia, lapisan perut mengandung sel khusus yang menghasilkan asam dan enzim, yang berfungsi untuk membantu memecah makanan untuk pencernaan, dan lendir, yang melindungi lapisan perut dari asam. Ketika lapisan perut meradang, otomatis sel khusus tersebut akan menghasilkan lebih sedikit asam, enzim, dan lendir.

Komplikasi dari gastritis cukup berat apabila tidak diobati dan ditangani dengan segera. Akibatnya antara lain adalah Peptic Ulcer dan perdarahan pada lambung. Pendarahan yang kronik dapat menyebabkan anemia.

Bahkan, Gastritis kronik meningkatkan resiko kanker lambung terutama bila terjadi penipisan secara terus menerus pada dinding lambung dan perubahan pada sel-sel lambung.

Gejala Sakit Gastritis

Gejalanya bermacam-macam, tergantung kepada jenis gastritisnya. Biasanya penderita gastritis mengalami gangguan pencernaan (indigesti) dan rasa tidak nyaman di perut sebelah atas. Pada gastritis karena stres akut, penyebabnya (misalnya penyakit berat, luka bakar atau cedera) biasanya menutupi gejala-gejala lambung; tetapi perut sebelah atas terasa tidak enak.

Segera setelah cedera, timbul memar kecil di dalam lapisan lambung. Dalam beberapa jam, memar ini bisa berubah menjadi ulkus. Ulkus dan gastritis bisa menghilang bila penderita sembuh dengan cepat dari cederanya. Bila penderita tetap sakit, ulkus bisa membesar dan mulai mengalami perdarahan, biasanya dalam waktu 2-5 hari setelah terjadinya cedera.

Perdarahan menyebabkan tinja berwarna kehitaman seperti aspal, cairan lambung menjadi kemerahan dan jika sangat berat, tekanan darah bisa turun. Perdarahan bisa meluas dan berakibat fatal.

Gejala dari gastritis erosif kronis berupa mual ringan dan nyeri di perut sebelah atas. Tetapi banyak penderita (misalnya pemakai aspirin jangka panjang) tidak merasakan nyeri. Penderita lainnya merasakan gejala yang mirip ulkus, yaitu nyeri ketika perut kosong.

Cara Mencegah Penyakit Gastritis

Cara mencegah penyakit gastritis antara lain makan secara benar yaitu, menghindari makanan yang mengiritasi lambung terutama makanan pedas, asam, gorengan, atau berlemak. Kita juga harus makan dalah jumlah dan waktu yang benar dan dilakukan dengan santai.

Cara pencegahan yang lain adalah menghindari konsumsi alkohol dan merokok. Lakukan olahraga yang teratur dan hindari stress.

Cara pencegahan diatas digunakan untuk orang-orang yang memiliki riwayat gastritis yang terus-menerus kambuh. Untuk orang-orang yang tidak menderita gastritis, hindarilah penyakit gastritis dengan makan teratur dan dalam jumlah yang cukup. Makanan yang dimakan juga harus yang higienis.

Pengobatan Penyakit Gastritis

Pengobatan antibiotik dan obat-obatan yang mampu menangkal asam dapat diminum untuk gastritis akut yang disebabkan oleh Helicobacter pylori. Di samping itu, anda harus menghindari alkohol serta Ibuprofen, Naproxen, dan Aspirin selama dalam masa pengobatan.

Anda dapat menggunakan obat-obatan di bawah ini untuk membatasi jumlah asam di dalam perut anda:

  1. Antihistamine-2 (H2): Famotidine, Cimetidine, Ranitidine dan Nizatidine
  2. Pompa penghambat proton (PPI): Omeprazole, Esomeprazole, Iansoprazole, Rabeprazole và Pantoprazole.

Selain itu, anda juga dapat menggunakan cairan intravena dan obat-obatan yang dapat mengurangi asam jika maag anda memburuk.

Leave a comment