Gejala Penyakit Malnutrisi Yang Umum Terjadi!

Malnutrisi adalah kondisi medis yang disebabkan oleh diet yang tidak tepat atau tidak cukup. Walaupun sering disamakan dengan kurang gizi karena kurangnya konsumsi, buruknya absorpsi, atau kehilangan nutrisi atau gizi, istilah ini sebenarnya juga mencakup kelebihan gizi (overnutrition) yang disebabkan oleh masuknya makanan secara berlebihan ke dalam tubuh.

Seorang akan mengalami malnutrisi jika tidak mengonsumsi jumlah atau kualitas nutrien yang mencukupi untuk diet sehat selama jangka waktu yang lama. Malnutrisi yang berlangsung lama dapat mengakibatkan kelaparan, penyakit, dan infeksi.

Malnutrisi merupakan masalah yang menjadi perhatian internasional serta memiliki berbagai sebab yang saling berkaitan. Penyebab malnutrisi menurut kerangka konseptual UNICEF dapat dibedakan menjadi penyebab langsung (immediate cause), penyebab tidak langsung (underlying cause) dan penyebab dasar (basic cause).

Kurangnya asupan makanan dan adanya penyakit merupakan penyebab langsung malnutrisi yang paling penting. Penyakit, terutama penyakit infeksi, mempengaruhi jumlah asupan makanan dan penggunaan nutrien oleh tubuh.

Kurangnya asupan makanan sendiri dapat disebabkan oleh kurangnya jumlah makanan yang diberikan, kurangnya kualitas makanan yang diberikan dan cara pemberian makanan yang salah.

Gejala Penyakit Malnutrisi

Gejala umum dari malnutrisi diantaranya adalah:

  • Kehilangan lemak (jaringan adipose)
  • Kesulitan bernapas, risiko tinggi terhadap kegagalan pernapasan
  • Depresi
  • Gairah seks yang menurun
  • Gangguan kesuburan
  • Risiko tinggi terhadap komplikasi setelah operasi
  • Kelelahan atau apathy
  • Risiko tinggi terhadap hipotermia, suhu tubuh yang sangat rendah
  • Jumlah total dari beberapa jenis sel darah putih menurun, sistem imun melemah, meningkatkan risiko infeksi
  • Rentan terhadap rasa dingin
  • Pemulihan luka yang lama
  • Pemulihan dari infeksi yang lebih lama
  • Mudah marah
  • Pemulihan dari penyakit yang lebih lama
  • Massa otot yang menurun
  • Massa jaringan yang menurun

Pada kasus yang lebih serius, malnutrisi menimbulkan beberapa gejala yaitu:

  • Dengan berkurangnya lemak di wajah, pipi dan mata terlihat cekung
  • Kulit dapat menjadi lebih tipis, kering, inelastis, pucat dan dingin
  • Rambut menjadi kering dan membotak, mudah rontok

Kadang, malnutrisi parah dapat menyebabkan tidak adanya respon. Jika defisiensi kalori berlanjut cukup lama, kemungkinan dapat terjadi gagal jantung, hati dan pernapasan. Total kelaparan termasuk fatal dalam 8 hingga 12 minggu (tanpa konsumsi kalori sama sekali)

Mengatasi Penyakit Malnutrisi

Cara mengatasi penyakit malnutrisi yang mudsah dilakukan antara lain:

  1. Dorong orang terdekat untuk makan makanan bergizi

Tambahkan peanut butter pada roti dan crackers, buah-buahan dan sayuran. Taburkan kacang yang dicincang halus atau gandum pada yogurt, buah dan sereal. Tambahkan putih telur pada scrambled eggs dan omelet serta gunakan whole milk. Tambahkan keju pada sandwich, sayur, sup, nasi dan mi.

  1. Buatlah makanan menjadi menarik

Buatlah diet ketat Anda lebih menarik dengan menggunakan jus lemon, herbs dan rempah-remah. Jika kehilangan rasa dan penciuman menjadi masalah, bereksperimenlah dengan bumbu dan resep.

  1. Buatlah cemilan di antara makan

Sepotong buah atau keju, sesendok peanut butter atau smoothie buah dapat memberikan gizi dan kalori.

  1. Buatlah makanan pada event sosial

Datanglah pada saat perayaan makan atu undang orang terdekat ke rumah untuk makan. Dorong orang sekitar Anda untuk mengikuti program dimana ia dapat makan bersama.

  1. Lakukan aktivitas fisik rutin

Olahraga setiap hari walaupun ringan, dapat menstimulasi napsu makan dan memperkuat tulang dan otot.

  1. Berikan tips dalam menghemat

Jika orang terdekat Anda berbelanja, beri tahu ia untuk membawa daftar belanjaan, melihat brosur untuk diskon dan pilihlah merek yang lebih murah. Tawarkan untuk membagi biaya makanan yang berjumlah besar dengan teman atau tetangga, serta kunjungi restoran yang menawarkan diskon untuk lansia.

Leave a comment