Gejala Penyakit Diare Dan Obatnya Pada Tubuh!

Diare merupakan penyakit yang menyerang saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Diare akan membuat seseorang selalu buang air besar yang terus-menerus minimal 3 kali dalam sehari. Selain itu feses juga berbentuk cairan hal itu disebabkan penyerapan air pada usus yang mengalami gangguan.

Bakteri penyebab diare yang umum ditemui dalam berbagai kasus penyakit diare di berbagai belahan dunia adalah bakteri Salmonella, Shigella, E. Coli dan Campylobacter.

Penyebab diare selain dikarenakan oleh serangan bakteri bisa juga disebabkan oleh makanan yang kita makan, bisa dikarenakan makanan tersebut terlalu pedas, terlalu asam dan bersantan apabila kita mengkonsumsi makanan-makanan tersebut dengan secara berlebihan hingga menyebabkan usus dalam perut kita menjadi kaget sehingga mengakibatkan kita terkena diare.

Akibat adanya alergi, akibat mengkonsumsi buahan-buahan tertentu, dan kelebihan vitamin C juga bisa menyebabkan kita terkena diare.

Gejala Penyakit Diare

Diare memiliki gejala yang bermacam-macam. Gejala yang paling umum terjadi adalah tinja yang berair dan berlendir. Patut dicatat bahwa warna merah pada feses berasal dari pendarahan pada usus penderita yang dapat berujung pada penyakit atau infeksi serius. Tinja yang tebal dan berwarna hitam juga merupakan pertanda dari pendarahan di perut atau usus bagian atas.

Pasien yang menderita diare biasanya juga mengalami kejang pada otot perut. Pada beberapa kasus, diare diikuti dengan rasa tidak nyaman atau sakit pada perut. Rasa sakit yang parah pada perut mungkin menandakan adanya penyakit lain yang lebih serius. Jika diare berujung pada kekurangan cairan, maka kondisi tersebut menjadi berbahaya.

Mereka yang mengalami kekurangan cairan akan selalu merasa haus dan tenggorokan mereka terasa kering. Pada pasien yang berusia lebih tua, kulit mereka terlihat sangat renggang, dan mereka pun akan merasa sangat mengantuk, kebingungan, atau mengalami perubahan perilaku.

Bayi dan anak-anak yang terkena kekurangan cairan akan memiliki mata cekung dan mulut yang kering. Mereka juga biasanya buang air kecil jauh lebih jarang.

Obat-obatan untuk mengatasi penyakit diare adalah sebagai berikut:

  1. Penggunaan antibiotik untuk diare

Antibiotik biasanya dianjurkan jika penyebab diare telah dipastikan sebagai bakteri atau jika gejala diare yang terjadi sangat parah. Penderita diare disarankan untuk tidak mengonsumsi antibiotik jika penyebabnya belum diketahui. Selain karena antibiotik bisa menimbulkan efek samping buruk, antibiotik juga tidak berpengaruh jika diare disebabkan oleh virus.

Jika terlalu sering digunakan untuk penyakit yang ringan, efek positif antibiotik akan berkurang ketika nantinya digunakan untuk mengobati kondisi yang lebih serius. Antibiotik juga disarankan bagi mereka yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah dan rentan terhadap infeksi.

  1. Obat-obatan pereda rasa sakit

Meski obat pereda rasa sakit tidak akan mengobati diare, namun Anda boleh minum paracetamol atau ibuprofen jika diare Anda disertai sakit kepala dan demam. Penggunaan ibuprofen dilarang bagi penderita asma dan bagi mereka yang memiliki penyakit hati atau ginjal.

Anak-anak boleh mengonsumsi parasetamol atau ibuprofen jika diperlukan. Untuk mengetahui apakah obat tersebut cocok untuk anak Anda, periksa petunjuk pemakaian obat pada kemasan. Aspirin tidak cocok untuk diberikan pada anak-anak di bawah 16 tahun.

  1. Obat antidiare

Ada beberapa jenis obat antidiare, dan umumnya obat antidiare mampu mengurangi gejala, serta mempersingkat lamanya diare sebanyak satu hari. Obat antidiare yang paling sering digunakan adalah loperamide. Obat ini terbukti efektif dan memilki efek samping yang sedikit. Loperamide mampu menjadikan kotoran Anda lebih padat dan mengurangi frekuensi buang air besar Anda.

Sejumlah obat antidiare bisa dibeli di apotek tanpa menggunakan resep dari dokter. Anda disarankan untuk membaca petunjuk pada kemasan agar tahu takaran dosis yang tepat dan tahu apakah obat tersebut cocok untuk Anda. Obat antidiare sebetulnya tidak diperlukan, kecuali Anda terdesak oleh aktivitas penting.

Jangan minum obat antidiare jika sedang mengalami demam tinggi atau terdapat darah dan nanah pada tinja Anda. Segera periksakan diri ke dokter.

Leave a comment