Gejala Dan Komplikasi Penyakit Bronkitis Yang Harus Kamu Tau!

Penyakit bronkitis merupakan penyakit yang disebabkan karena infeksi yang terjadi pada bronkus dan biasnaya berasal dari hidung juga tenggorokan. Apa yang dimaksud dengan bronkus? Bronkus adalah suatu pipa yang sempit yang sumbernya berasal dari trakea, yang bisa dihubungkan dengan saluran pernapasan atas, hidung, tenggorokan, dan juga sinus ke paru.

Peradangan yang terjadi pada penyakit bronkitis ini adalah peradangan dengan peningkatan produksi lendir yang terjadi secara berlebihan sehingga dahak yang muncul lebih banyak. Dahak bisa merespon dari terjadinya penyakit batuk untuk mengeluarkannya. Asap rokok dan juga asap debu biasanya dapat merusak bronkus dan bisa memudahkan dari terjadinya penyakit bronkitis.

Gejala Penyakit Bronkitis

Berikut ini adalah beberapa gejala yang diakibatkan oleh bronkitis:

– Demam ringan.

– Batuk-batuk disertai lendir berwarna kuning keabu-abuan atau hijau.

– Sakit pada tenggorokan.

– Sesak napas.

– Hidung beringus atau tersumbat.

– Sakit atau rasa tidak nyaman pada dada.

– Kelelahan.

Penyebab Terjadinya Bronkitis

Bronkus adalah saluran udara pada sistem pernapasan yang membawa udara ke paru-paru dan sebaliknya. Dinding bronkus menghasilkan mukosa atau lendir untuk menahan debu dan partikel lain yang bisa menyebabkan iritasi agar tidak masuk ke dalam paru-paru.

Bronkitis akut berasal dari infeksi paru-paru yang kebanyakan disebabkan oleh virus. Iritasi dan peradangan menyebabkan bronkus menghasilkan mukosa atau lendir lebih banyak. Dan tubuh berusaha mengeluarkan lendir atau mukosa yang berlebihan dengan cara batuk.

Penyebab bronkitis kronis yang paling umum adalah kebiasaan merokok. Tiap isapan rokok berpotensi merusak bulu-bulu kecil di dalam paru-paru yang disebut rambut silia. Rambut silia berfungsi menghalau dan menyapu keluar debu, iritasi, dan mukosa atau lendir yang berlebihan.

Setelah beberapa lama, kandungan rokok bisa menyebabkan kerusakan permanen pada silia dan lapisan dinding bronkus. Saat ini terjadi, kotoran tidak bisa dikeluarkan dan dibuang dengan normal. Lendir dan kotoran yang menumpuk di dalam paru-paru membuat sistem pernapasan menjadi lebih rentan terserang infeksi.

Pada kebanyakan kasus, bronkitis bisa diatasi dengan mudah di rumah. Anda hanya perlu menemui dokter jika gejala bronkitis yang muncul menjadi semakin parah dan tidak seperti biasanya, misalnya:

– Batuk berdahak yang diikuti dengan darah.

– Anda menderita penyakit jantung atau paru-paru yang jadi penyebab dasarnya. Misalnya penyakit asma, emfisema, atau gagal jantung.

– Batuk yang dialami lebih parah dan bertahan lebih lama dari tiga minggu.

– Mengalami demam selama lebih dari tiga hari.

Berbagai Komplikasi Penyakit Bronkitis

Salah satu dari beberapa komplikasi pada penyakit bronkitis pada anak maupun dewasa yang sering kali terjadi adalah pneumonia. Bahkan menurut data kesehatan yang di dapatkan, terdapat sekitar 5% pengidap bronkitis yang mengalami masalah infeksi sekunder pada salah satu atau kedua paru-paru.

Pneumonia sendiri adalah satu infeksi yang menyerang kantong-kantong udara yang di kenal sebagai alveoli.

Selain mereka yang menderita bronkitis, mereka yang telah berusia lansia, memiliki kebiasaan merokok, menderita penyakit lain seperti jantung dan ginjal serta memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah pun memiliki resiko lebih tinggi memnderita penyakit pernapasan yang satu ini. Adapun gejala pneumonia yang patut anda waspadai adalah:

– Denyut jantung yang cepat.

– Kesulitan napas.

– Bernapas pendek dan cepat meski sedang beristirahat.

– Mengalami demam.

– Merasa tidak sehat.

– Sakit dada.

– Kehilangan selera makan.

– Panas dingin.

Adapun selain peneumonia, beberapa komplikasi bronkitis lainnya adalah sebagai berikut:

– Atelektasis atau bronkiektasis, komplikasi ini terjadi apabila dahak tetap tinggal.

– Gagal napas, komplikasi ini merupakan komplikasi bronkitis yang paling berat dan luas.

– Haemaptoe, terjadi akibat dari pecahnya pembuluh darah cabang vena (arteri pulmonalis), cabang arteri (arteri bronchialis atau anastomisis pembuluh darah).

– Abses Metastatis diotak, terjadi akibat dari septikemi yang disebabkan oleh kuman penyebab infeksi supuratid pada bronkus.

– Mudah terserang infeksi, pada komplikasi bronkitis kronik, sistem pernapasan mengalami penurunan fungsi sehingga penderita sering terserang infeksi.

– Bronkitis kronik, komplikasi ini berasal dari komplikasi bronkitis akut yang tidak segera di tangani.

– Peuritis, kondisi ini juga pada umumnya muncul bersamaan dengan pneumonia.

– Pleuritis dan efusipleura, kondisi ini umumnya dapat terjadi bersamaan dengan pneumonia.

– Sinusitis, komplikasi ini sangat rentan terjadi pada anak yang kurang gizi dan memiliki kekebalan tubuh yang rendah.

Leave a comment