Fenomena Penyakit Diare Menurut Data WHO!

Penyakit diare dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak sampai dengan orang dewasa, bahkan lansia sekalipun. Penyakit diare terkadang disertai dengan muntah, badan lesu dan terasa lemah, panas, tidak nafsu makan, dan juga disertai darah dan lender dalam kotoran.

Menurut data WHO pada tahun 2013, diare merupakan penyakit kedua yang menyebabkan kematian pada anak-anak balita (bawah lima tahun). Anak-anak yang mengalami kekurangan gizi atau sistem imun yang kurang baik seperti pada orang dengan HIV sangat rentan terserang penyakit diare.

Diare sudah membunuh 760.000 anak setiap tahunnya. Sebagian besar orang diare yang meninggal dikarenakan terjadinya dehidrasi atau kehilangan cairan dalam jumlah yang besar.

Data Penyakit Diare Di Indonesia

Penyakit diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan juga merupakan penyakit potensial KLB yang sering disertai dengan kematian. Menurut hasil Riskesdas 2007, diare merupakan penyebab kematian nomor satu pada bayi (31,4%) dan pada balita (25,2%), sedangkan pada golongan semua umur merupakan penyebab kematian yang ke-empat (13,2%).

Pada tahun 2012 angka kesakitan diare pada semua umur sebesar 214 per 1.000 penduduk dan angka kesakitan diare pada balita 900 per 1.000 penduduk (Kajian Morbiditas Diare 2012). Menurut Riskesdas 2013, insiden diare (≤ 2 minggu terakhir sebelum wawancara) berdasarkan gejala sebesar 3,5% (kisaran provinsi 1,6%-6,3%) dan insiden diare pada balita sebesar 6,7% (kisaran provinsi 3,3%-10,2%).

Sedangkan period prevalence diare (>2 minggu-1 bulan terakhir sebelum wawancara) berdasarkan gejala sebesar 7%.

Pada tahun 2013 terjadi 8 KLB yang tersebar di 6 Propinsi, 8 kabupaten dengan jumlah penderita 646 orang dengan kematian 7 orang (CFR 1,08%). Sedangkan pada tahun 2014 terjadi 6 KLB Diare yang tersebar di 5 propinsi, 6 kabupaten/kota, dengan jumlah penderita 2.549 orang dengan kematian 29 orang (CFR 1,14%).

Secara nasional angka kematian (CFR) pada KLB diare pada tahun 2014 sebesar 1,14%. Sedangkan target CFR pada KLB Diare diharapkan <1%. Dengan demikian secara nasional, CFR KLB diare tidak mencapai target program.

Penyebab Penyakit Diare

Penyebab kita terjangkit penyakit diare atau mencret ini dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan parasit yang masuk ke dalam saluran pencernaan kita dan menginfeksi saluran pencernaan kita hingga kita terkena penyakit diare, bakteri penyebab diare yang umum ditemui dalam berbagai kasus penyakit diare di berbagai belahan dunia adalah bakteri Salmonella, Shigella, E. Coli dan Campylobacter.

Penyebab diare selain dikarenakan oleh serangan bakteri bisa juga disebabkan oleh makanan yang kita makan, bisa dikarenakan makanan tersebut terlalu pedas, terlalu asam dan bersantan apabila kita mengkonsumsi makanan-makanan tersebut dengan secara berlebihan hingga menyebabkan usus dalam perut kita menjadi kaget sehingga mengakibatkan kita terkena diare.

Akibat adanya alergi, akibat mengkonsumsi buahan-buahan tertentu, dan kelebihan vitamin C juga bisa menyebabkan kita terkena diare.

Kondisi mencret saat kita terkena penyakit diare sebenarnya adalah merupakan sebuah proses alami dari tubuh kita untuk mengeluarkan racun yang terdapat dalam perut kita yang diakibatkan oleh infeksi virus dan racun bakteri.

Gejala Penyakit Diare

Gejala yang dirasakan sewaktu kita sedang terjangkit penyakit diare adalah rasa mulas pada perut yang berkepanjangan, buang air secara terus menerus, perut terasa perih melilit terkadang perut terasa mual dan ingin muntah.

Pada kondisi tertentu penderita diare juga akan merasakan punggung seringkali terasa pegal, perut sering berbunyi seperti saat asam lambung naik dan sebah serta badan terasa lemas karena kekurangan cairan.

Penanganan Penyakit Diare

Bila diare belum terlalu parah, mungkin keluarga bisa memberi pertolongan pertama. Namun ketika diare tidak mereda, Anda harus secepatnya meminta pertolongan dari pihak medis. Adapun penanganan yang dapat Anda lakukan terhadap penderita diare adalah:

  1. Berikan minum air putih lebih sering

Agar tidak terjadi dehidrasi, berikan minum lebih sering dari biasanya. Tak perlu banyak untuk sekali minum karena akan menimbulkan rasa eneg. Sebaiknya minum sedikit demi sedikit air putih dalam jumlah kecil namun dengan intensitas yang lebih sering.

  1. Hindari makanan pokok yang padat dan berpenyedap rasa

Jangan paksakan penderita diare mengonsumsi nasi dengan lauk pauk seperti dalam keadaan sehat. Alangkah baiknya jika penderita diberi nasi dan lauk pauk yang ditim. Anda bisa mencampur bubur nasi dengan potongan wortel dan suwiran ayam. Ingat, hindari penggunaan penyedap rasa! Bila ingin menciptakan rasa gurih, cukup tambahkan garam secukupnya pada makanan si penderita diare.

  1. Memberikan oralit

Untuk mencegah dehidrasi segera berikan oralit pada penderita. Oralit kini sangat mudah didapatkan di toko-toko obat. Berikan pada penderita diare sesuai petunjuk yang tertera dalam kemasan. Sementara untuk menghentikan diare, minum obat yang mengandung karbo adsorben (Norit), Kaolin, Attapulgit.

  1. Guling-gulingkan botol hangat

Ini cara tradisional yang sering digunakan untuk mengurangi rasa nyeri perut akibat diare. Caranya, cari sebuah botol kaca tahan panas (bisa menggunakan botol bekas sirup). Isi dengan air hangat dan guling-gulingkan botol tersebut di atas perut penderita. Pastikan panasnya pas, tidak terlalu pans dan tidak pula terlalu dingin.

  1. Hindari susu

Tidak dianjurkan memberikan susu (khususnya susu formula) pada saat seseorang terkena diare (kecuali ASI). Dikhawatirkan kandungan laktosa susu akan memperparah kondisi diare si penderita.

Leave a comment