Apa Saj Dampak Penyakit Hipotensi Itu?

Hipotensi adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh kemampuan jantung yang sangat rendah sehingga darah tidak mampu mencapai ke organ otak. Jantungnya berdetak cepat, tetapi denyutnya sangatlah lemah sehingga darah tidak akan mampu naik ke otak dalam jumlah yang mencukupi.

Karena otak kita tidak akan mendapatkan darah yang cukup energi, kepala akan terasa pusing dan badan terasa lemah. Penderita golongan hipotensi akan cenderung mengantuk dan rata-rata penderita terlihat berwajah dan berkulit pucat.

Tekanan darah dihasilkan ketika jantung memompa darah ke seluruh arteri darah dalam tubuh. Saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri. Tekanan itulah yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah. Jika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan normal, biasanya disebut dengan tekanan hipotensi.

Tekanan darah yang normal, ukurannya 120/88 mm Hg, tetapi tekanan darah seseorang tiap waktunya tidak selalu sama, selalu berubah-ubah. Beberapa ahli mengatakan bahwa tekanan darah yang rendah berada pada ukuran sistoliknya 90 (angka pertama) dan distoliknya berukuran 60 (angka kedua).

Perubahan tekanan darah menjadi rendah secara tiba-tiba juga berbahaya karena bisa berdampak pusing yang hebat, akibat otak gagal menerima aliran darah yang cukup.

Tidak semua yang mengalami hipotensi akan merasakan gejala. Kondisi hipotensi juga tidak selalu memerlukan perawatan. Namun jika tekanan darah cukup rendah, kemungkinan besar bisa menimbulkan gejala-gejala seperti berikut ini, yaitu:

– Pusing.

– Lemas.

– Pingsan.

– Napas pendek atau cepat.

– Pucat dan badan dingin.

– Pandangan buram.

– Dehidrasi.

– Mual.

– Kehilangan keseimbangan atau merasa goyah.

– Jantung berdebar kencang atau tidak teratur.

Jika mengalami gejala hipotensi, sebaiknya Anda segera duduk atau berbaring, minum air putih, dan menghentikan semua kegiatan yang sedang Anda lakukan. Gejala biasanya akan segera hilang setelah beberapa saat.

Jika Anda sering mengalami gejala hipotensi seperti yang disebutkan di atas, temui dokter untuk mengukur tekanan darah Anda dan memeriksa apakah ada penyakit tertentu yang menyebabkan timbulnya gejala seperti hipotensi.

Dampak Atau Komplikasi Penyakit Hipotensi

Komplikasi Hipotensi bisa berakibat fatal, mulai dari kerusakan pada otak, stroke, sampai kematian yang disebabkan oleh gagalnya kerja jantung.

Penelitian Hipotensi telah banyak dilakukan, salah satunya oleh Mahasiswa Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Bandar Lampung. Mereka mengungkapkan jika Hipotensi dapat dikenali dengan gejala berupa wajah pucat, pusing mendadak, cepat lelah, bahkan pingsan.

Masalah kesehatan dapat terjadi ketika tekanan darah turun secara tiba-tiba yang mengakibatkan otak kekurangan pasokan darah. Hal ini dapat menyebabkan pusing atau ringan.

Penurunan mendadak tekanan darah yang paling umum terjadi pada seseorang yang bangkit dari berbaring atau posisi duduk ke berdiri dikenal dengan hipotensi postural atau hipotensi ortostatik. Tipe lain dari tekanan Hipotensi dapat terjadi ketika seseorang berdiri untuk jangka waktu yang panjang. Ini disebut neurally dimediasi hipotensi.

Hipotensi postural dianggap sebagai kegagalan sistem kardiovaskular atau sistem saraf untuk bereaksi dengan tepat terhadap perubahan mendadak.

Risiko tekanan darah tinggi biasanya meningkat dengan usia karena sebagian perubahan normal selama penuaan. Selain itu, aliran darah ke otot jantung dan otak menurun seiring dengan usia, sering sebagai akibat dari penumpukan plak di pembuluh darah. Diperkirakan 10% sampai 20% dari orang di atas usia 65 memiliki hipotensi postural.

Jika duduk lama dan langsung berdiri, pandangan akan kabur dan berkunang-kunang, sering menguap dan ngantuk, keringat dingin, serta denyut nadi yang terasa lambat. Jika dibiarkan tanpa adanya pengobatan efektif serta aman, lama-kelamaan tekanan darah akan semakin turun dan bisa menyebabkan komplikasi stroke, kerusakan otak, dan gagal jantung.

Untuk itu, penanganan sedini mungkin sangat dibutuhkan mengingat bahaya dari tekanan Hipotensi tidak jauh berbeda dengan darah tinggi.

Leave a comment