Ciri Ciri Penyakit Kanker Darah Anak

Leukemia adalah kanker sel darah yang memburuk. Pasien yang menderita penyakit ini akan memproduksi sel darah putih yang belum matang dalam jumlah besar, sehingga mencegah sel darah untuk melakukan tugas mereka.

Kondisi ini dapat menimpa anak-anak dan orang dewasa. Meskipun diagnosa lebih banyak ditemukan pada orang dewasa, mereka yang berusia diatas 20 tahun memiliki hasil perawatan (prognosa) yang lebih baik.

Jenis Penyakit Kanker Darah

Jenis kanker darah dibedakan menjadi 4 yaitu:

  1. Acute myeloid leukemia (AML)

Sering menyerang orang tua ketimbang pada anak anak.

  1. Chronic lymphocytic leukemia (CLL)

Sering menyerang orang tua yang berusia 55 tahun ke atas, juga menyerang orang dewasa yang masih muda dan hampir tidak pernah menyerang anak anak

  1. Chronic myeloid leukemia (CML)

Sering terjadi pada orang dewasa, namun bisa juga menyerang anak anak tapi terlalu sedikit.

  1. Acute lymphocytic leukemia (ALL)

Menyerang orang dewasa yang berusia 65 tahun ke atas dan juga sering terjadi pada anak anak.

Ciri Ciri Penyakit Kanker Darah Anak

  1. Sering Terjangkit Infeksi

Kita tahu bahwa sel darah putih sangat diperlukan untuk melawan infeksi, tetapi sel-sel darah putih yang belum matang pada leukemia jumlahnya begitu banyak dan tidak dapat melakukan fungsinya dengan yang benar.

Oleh sebab itu, gejala leukemia pada anak selanjutnya adalah sering terkena infeksi virus atau bakteri. Gejalanya antara lain: batuk, demam, mencret, dan hidung meler. Infeksi ini sering menunjukkan tidak ada perbaikan, atau sembuh dalam kurun waktu yang lama, bahkan dengan penggunaan antibiotik atau pengobatan lainnya.

  1. Pembengkakan

Kelenjar getah bening menyaring darah, tetapi sel-sel leukemia kadang-kadang menumpuk di kelenjar getah bening. Hal ini dapat menyebabkan bengkak di ketiak, di leher, di atas tulang selangka, atau di pangkal paha (lipat paha).

Magnetic resonance imaging (MRI) dan computed tomography (CT) scan dapat mendeteksi adanya pembengkakan kelenjar getah bening pada organ-organ dalam perut atau di dalam dada.

Timus yang membesar dapat menekan pembuluh darah yang mengangkut darah dari lengan dan kepala ke jantung.

Tekanan ini dapat menyebabkan darah terbendung dan menyebabkan pembengkakan pada wajah dan lengan. Kepala, lengan, dan dada bagian atas bisa berubah warna menjadi merah kebiruan. Gejala leukemia pada anak lainnya akibat proses ini termasuk sering sakit kepala dan pusing.

  1. Memar dan Pendarahan

Salah satu gejala leukemia pada anak yang mudah untuk diamati adalah memar dan pendarahan, seorang anak akan berdarah melebih dari biasanya setelah mengalami cedera kecil atau pendarahan bisa berupa mimisan yang begitu sering dan tak kunjung berghenti.

Anak juga dapat mudah memar, atau memiliki bintik-bintik merah kecil di kulit (petechiae), yang disebabkan oleh pembuluh darah kecil yang telah berdarah.

Gejala di atas terjadi akibat ketidakmampuan darah untuk membeku, karena pada leukemia kadar platelet (trombosit) jumlahnya cenderung menurun.

  1. Masalah perut

Seorang anak dengan leukemia mungkin mengeluhkan sakit perut. Itu karena sel-sel leukemia dapat menumpuk di limpa, hati, dan ginjal, menyebabkan pembesaran pada organ-organ tersebut.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin dapat memeriksa adanya pembengkakan pada organ-organ dalam perut. Kondisi ini juga dapat membuat anak memiliki nafsu makan yang buruk atau tidak dapat makan dalam jumlah normal. Tentu saja berat badan akan ikut turun.

  1. Kesulitan Bernafas

Sel-sel leukemia dapat menupuk di sekitar timus, kelenjar di dasar leher. Hal ini dapat membuat seorang anak sulit untuk bernapas (dyspnea). Kesulitan bernapas juga bisa diakibatkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening di dada yang mendorong tenggorokan.

Seorang anak dengan leukemia mungkin mengalami batuk atau mengi. Jangan disepelekan! Pernapasan yang susah dan menyakitkan harus dianggap sebagai keadaan darurat medis yang membutuhkan pertolongan segera.

  1. Nyeri Tulang dan Sendi

Tahukah Anda bahwa sel-sel darah kita diproduksi dalam sumsum tulang. Leukemia memaksa sumsum tulang agar memproduksi sel darah putih dengan begitu cepat, menyebabkan tingginya jumlah sel darah abnormal.

Giatnya produksi sel-sel darah dan penumpukannya dapat menyebabkan sakit dan nyeri pada tulang dan sendi. Beberapa anak yang mengalami leukemia mungkin mengeluh sakit punggung bawah atau mungkin merasa malas untuk bergerak karena sakit.

  1. Anemia

Sel darah merah membantu untuk mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh. Akibat dari giatnya pembentukan sel-sel darah putih, sumsum tulang menjadi sedikit memproduksi sel-sel darah merah hingga akhirnya jumlahnya berada dibawah nilai normal, lama kelamaan terjadilah anemia.

Gejala anemia yang juga ada pada leukemia pada anak ini termasuk kelelahan, kulit pucat, pusing berkunang-kunang dan bernafas cepat.

 

 

Leave a comment