Cara Diagnosis Penyakit Insomnia!

Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan untuk tidur. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun.

Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Dalam hal ini, bantuan medis atau psikologis akan diperlukan. Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif. Dalam terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur.

Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat sedatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut.

Penyebab Penyakit Insomnia

Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan untuk tidur. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun.

Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Dalam hal ini, bantuan medis atau psikologis akan diperlukan. Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif.

Dalam terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur.

Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat sedatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut.

Tanda Penyakit Insomnia

Insomnia ditandai dengan sulit tidur. Namun, ada gejala lain yang disebabkan oleh kurang tidur. Tanda-tanda dan gejala insomnia yang umum adalah:

  • Kesulitan tidur pada malam hari
  • Bangun pada malam hari, atau bangun terlalu dini
  • Tidak merasa segar setelah tidur
  • Sakit kepala dan kepala terasa tegang
  • Rasa tertekan di perut dan usus
  • Napas tersengal-sengal dan detak jantung tidak stabil
  • Mudah atau cepat marah
  • Kekhawatiran tentang tidur
  • Lelah dan mengantuk pada siang hari
  • Lekas depresi, atau cemas atau gugup
  • Masalah dalam memperhatikan, sulit fokus pada tugas-tugas, dan sulit mengingat.

Diagnosis Penyakit Insomnia

Dalam mendiagnosis insomnia, dokter biasanya akan terlebih dahulu mengumpulkan keterangan dari pasien perihal riwayat kesehatannya. Dokter akan bertanya apakah pasien memiliki masalah kesehatan (fisik atau psikologis) atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu yang mungkin membuatnya sulit tidur.

Selain itu, dokter juga akan menanyakan apakah pasien memiliki kebiasaan mengonsumsi kafein atau alkohol, disamping menanyakan soal pola makan, porsi olahraga, dan rutinitas tidurnya.

Jika diperlukan, dokter akan melakukan tes lanjutan jika insomnia diduga disebabkan oleh masalah kesehatan, salah satunya adalah tes darah untuk memeriksa kadar hormon tiroid.

Untuk mengetahui tingkat keparahan insomnia, pasien bisa membuat sebuah buku harian tidur selama dua minggu. Beberapa informasi yang harus dicantumkan di dalam buku harian tidur biasanya meliputi waktu yang dibutuhkan pasien untuk dapat tidur, kira-kira pukul berapa dia mulai tidur, berapa kali dia terbangun di malam hari, dan pukul berapa pasien bangun.

Selain hal-hal tersebut, pasien juga bisa mencantumkan beberapa keterangan mengenai apakah pasien merasa stres atau lelah di siang hari, apakah dia melakukan tidur siang, dan waktu makan serta olahraga.

Lewat semua keterangan dan data yang berhasil dikumpulkan itulah dokter dapat memberikan nasihat penanganan dan juga mungkin meresepkan obat-obatan yang tepat sesuai dengan kondisi yang melatarbelakangi terjadinya insomnia.

Leave a comment