Cara  Diagnosis Penyakit Bronkitis Yang Akan Dilakukan Dokter!

Penyakit bronkitis adalah penyakit yang terjadi pada bagian bronkus yang mengalami penyempitan pernafasan. Penyebab nya sangat banyak sekali jika kita sedang mengalami penyakit bronkitis. Penyakit ini ada yang bersifat akut atau kronis. Diantara kronis atau akut paling parah adalah akut karena bersifat menetap.

Jangan pernah menyepelehkan tentang penyakit ini, karena bisa menimbulkan kebahayaan, bagi yang tidak bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh dengan baik dan benar. Penyebab bronkitis itu pasti berhbungan dengan udara yang kotor, seperti debu, asap dan rokok.

Penyebab Penyakit Bronkitis

Bronkitis dapat disebabkan oleh infeksi dan iritasi pada saluran napas. Secara umum penyebab bronkitis yaitu:

– Kebiasaan merokok dan asap rokok, merupakan penyebab yang terpenting untuk menimbulkan bronkitis kronik.

– Paparan terhadap polusi udara di lingkungan dan tempat kerja, seperti asap kendaraan, asap pabrik, bahan kimia, asap tembakau dan asam kebakaran hutan.

– Infeksi saluran napas oleh virus, yang paling umum oleh virus influenza A dan influenza B, RSV, parainfluenza, rhinovirus, adenovirus maupun coronavirus.

– Infeksi saluran napas oleh bakteri, yang paling umum oleh Streptococcus pneumoniae, Chlamydia pneumoniae, Moraxella catarrhalis, dan Haemophilus influenzae.

Gejala Utama Penyakit Bronkitis

Baik bronkitis akut maupun kronis, gejala yang sering muncul adalah batuk dan meningkatnya produksi mukus/lendir. Lendir yang keluar bisa bewarna jernih, kuning, hijau,atau bercampur darah. Pasien juga mengalami kesulitan dalam bernapas, dan ketidaknyamanan pada daerah dada.

Pada pasisen bronkitis akut, infeksi yang terjadi sering terjadi bersama dengan adanya demam dan menggigil. Ketika infeksi saluran napas ini telah disembuhkan, batuk bronkitis akut dapat bertahan beberapa minggu setelahnya. Gejala-gejala ini dapat menghilang dengan sendirinya.

Pada bronkitis kronis, terjadi broncospasma yang berulang. Pasien selalu mengalami gejala-gejala dalam bronkitis kronis seperti batuk, produksi lendir berlebih, kesusahan menarik napas, serta napas yang disertai dengan bunyi.

Respon pasien akan meningkat terhadap beberapa rangsangan, yang menyebabkan kepada kepekaan berlebih pada saluran napas dan konstriksi bronkus (penyempitan jalan udara yang menyebabkan mengi).

Pertukaran udara yang tidak sempurna pada sistem pernapasan dapat menyebabkan terperangkap nya udara di dalam dan menyebabkan sulitnya bernapas dengan normal. Pada pasien bronkitis kronis, mereka lebih rentan untuk terinfeksi virus dan bakteria, dengan gejala yang bertahan lama.

Diagnosis Penyakit Bronkitis

Selama beberapa hari pertama sakit, menjadi hal yang sulit untuk membedakan tanda-tanda dan gejala bronkitis terhadap penyakit flu biasa. Selama pemeriksaan fisik, dokter akan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan suara paru-paru saat bernapas. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan penunjang sebagai berikut:

  1. Tes Dahak

Dahak adalah lendir yang Anda keluarkan dari paru-paru saat batuk. Dahak dapat diperiksa untuk melihat apakah Anda memiliki batuk rejan (pertusis) atau penyakit lain seperti TBC, atau Alergi

  1. Tes Fungsi Paru

Selama tes fungsi paru, Anda akan diminta untuk meniup ke dalam alat yang disebut spirometer, gunanaya untuk mengukur berapa banyak udara yang bisa ditampung oleh paru-paru Anda dan seberapa cepat Anda bisa mendapatkan udara keluar dari paru-paru Anda.

  1. Rongsen Dada

X-ray dada dapat membantu menentukan apakah Anda memiliki pneumonia atau kondisi lain yang dapat menyebabkan batuk. Hal ini terutama penting jika Anda sering terpapar asap rokok.

Perawatan Penyakit Bronkitis

Ketika Anda mengalami batuk lebih dari dua minggu, kesulitan bernapas, batuk disertai dengan demam, dan produksi lendir berdarah, sebaiknya anda pergi ke dokter untuk berkonsultasi. Pemeriksaan rontgen dan tes dahak mungkin dianjurkan untuk dilakukan.

Tes lain yang mungkin dilakukan adalah tes fungsi paru, untuk menentukan jumlah udara yang dapat masuk ke dalam paru paru dan seberapa cepat udara keluar.

Karena bronkitis akut biasa disebabkan oleh virus, perawatan khusus ditujukan untuk menghilangkan gejala-gejalanya. Kondisi pasien akan membaik seiring dengan berjalannya waktu dengan sendirinya. Pasien dianjurkan untuk lebih banyak minum dan beristirahat.

Ketika bronkitis disebabkan karena bakteria, dokter akan memberikan antibiotik. Ketika kondisi kesehatan kita baik, sistem pernapasan akan kembali normal ketika bronkitis akut sudah teratasi.

Ketika Anda terdiagnosa dengan bronkitis kronis, dokter umum dapat merujuk Anda kepada spesialis paru-paru dan dokter terapi fisik. Hal terpeting dalam mengatasi bronkitis adalah berhenti merokok. Beberapa penelitian membuktikan bahwa dengan mengubah lingkungan seseorang, khususnya dengan menghindari rokok atau menjadi perokok pasif, dapat memperlambat penurunan fungsi paru-paru.

Semakin cepat pasien berhenti merokok, maka pasien akan terhindar dari kerusakan permanen dan penurunan fungsi paru paru. Selain berhenti merokok, Anda juga dianjurkan untuk menhindari hal-hal yang dapat membuat iritasi paru-paru dan memakai masker ketika pergi keluar.

Bantuan oksigen adalah satu-satunya perawatan yang telah terbukti menurunkan angka kematian pasien akibat bronkitis kronis. Penelitian menunjukan bahwa pasien yang menggunakan oksigen selama 12 jam sehari akan lebih baik dibandingkan dengan yang tidak diberikan oksigen.

Pasien dengan bronkitis kronis dapat diberikan pengobatan untuk mengatasi gejala. Bronkodilatasi seperti beta-antagonis, kolinergik, dapat membuka dan memperlebar saluran pernapasan. Steroid yang dihirup juga dapat menurunkan tingkat inflamasi atau radang pada saluran napas.

Pasien dianjurkan untuk melakukan rehabilitasi, yang juga berhubungan dengan sistem jantung dan pembuluh darah. Terapi ini juga didukung dengan pendidikan pada pasien. Anda akan diajari beberapa latihan untuk pernapasan yang dapat mengurangi gejala dan memperbesar daya tampunt paru.

Rehabilitasi paru telah terbukti dapat memperbaiki kemampuan pasien untuk berlatih, meningkatkan kualitas hidup pasien, menurunkan angka pasien rawat inap.

Leave a comment