Berikut Tentang Penyakit Jantung Dan Serangan Jantung!

Penyakit jantung atau dalam istilah medis disebut penyakit jantung koroner adalah kondisi yang terjadi ketika pembuluh darah utama yang menyuplai darah ke jantung (pembuluh darah koroner) mengalami kerusakan.

Tumpukan kolesterol pada pembuluh darah serta proses peradangan diduga menjadi penyebab penyakit ini.

Ketika terjadi penumpukan kolesterol (plak), pembuluh darah koroner akan menyempit sehingga aliran darah dan suplai oksigen menuju jantung pun akan terhambat.

Kurangnya aliran darah ini akan menyebabkan rasa nyeri pada dada (angina) dan sesak napas, hingga suatu saat terjadi hambatan total pada aliran darah menuju jantung atau yang disebut juga dengan serangan jantung.

Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner terjadi jika suplai darah ke jantung melalui pembuluh darah koroner terhambat oleh lemak.

Penimbunan lemak di dalam pembuluh darah ini dikenal dengan istilah aterosklerosis dan merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner.

Selain dapat mengurangi suplai darah ke jantung, aterosklerosis juga dapat menyebabkan terbentuknya penggumpalan darah.

Jika ini terjadi, aliran darah ke jantung terblokir total dan serangan jantung pun terjadi. Faktor pemicu aterosklerosis meliputi kolesterol yang tinggi, merokok, diabetes, serta tekanan darah tinggi (hipertensi).

Komplikasi Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner terbagi ke dalam dua jenis yang dikategorikan berdasarkan tingkat penghambatan aliran darah, yaitu angina (angin duduk) dan serangan jantung.

Penyakit jantung yang tidak ditangani akan mengakibatkan komplikasi mematikan. Ketika tidak menerima suplai darah yang cukup hingga terlalu lemah untuk memompa darah, kinerja jantung akan menurun.

Kondisi seperti ini bisa membuat cairan menumpuk di dalam paru-paru sehingga penderita akan mengalami kesulitan bernapas. Kasus ini dikenal sebagai gagal jantung. Komplikasi ini dapat terjadi secara tiba-tiba maupun bertahap.

Serangan jantung adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah menuju ke jantung terhambat. Ini adalah kondisi medis darurat yang biasanya disebabkan oleh penggumpalan darah atau penumpukan lemak, kolesterol, dan unsur lainnya.

Gangguan aliran darah ke jantung tersebut bisa merusak atau menghancurkan otot jantung dan bisa berakibat fatal. Dalam dunia medis, serangan jantung disebut juga sebagai infark miokard.

Berikut ini adalah gejala yang mungkin muncul pada penderita serangan jantung:

– Merasa lemah dan pusing.

– Sangat gelisah atau cemas.

– Sesak napas.

– Sakit atau nyeri di bagian dada.

Serangan jantung tidak tergantung pada keparahan sakit dada yang dirasakan. Sakit dada yang dirasakan belum tentu terjadi pada semua orang yang merasakan sakit jantung.

Kadang-kadang rasa sakitnya ringan dan disalahartikan sebagai gangguan pencernaan biasa, seperti sakit lambung (maag). Sebaliknya, tidak semua sakit dada adalah akibat serangan jantung.

Oleh karenanya, penting bagi kita untuk selalu waspada akan berbagai gejala tersebut. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Penyebab Terjadinya Serangan Jantung

Penyebab utama terjadinya serangan jantung adalah penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner terjadi karena tersumbatnya pembuluh darah utama yang memasok darah ke jantung (pembuluh koroner).

Sumbatan ini disebabkan oleh timbunan kolesterol berupa plak yang menempel di dinding pembuluh darah.

Plak yang retak akan mengakibatkan terjadinya penggumpalan darah. Akhirnya, penggumpalan darah ini akan menghambat pasokan darah dan oksigen ke jantung melalui pembuluh koroner.

Kondisi inilah yang akhirnya menyebabkan terjadinya serangan jantung. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, antara lain:

– Merokok.

– Diabetes.

– Kolesterol tinggi.

– Tekanan darah tinggi.

– Kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak.

– Berat badan berlebih atau obesitas.

Jika serangan jantung yang diderita termasuk tahap ringan, maka biasanya komplikasi tak akan terjadi. Hanya saja, Anda tetap perlu waspada terhadap beberapa komplikasi yang cukup membahayakan seperti di bawah ini:

– Jantung Pecah

Saat sudah muncul gejala serangan jantung, maka sebaiknya memang penderita tidaklah menyepelekan. Justru harus langsung mendapatkan penanganan yang cepat agar komplikasi nantinya tidak terjadi.

Jantung ruptur atau pecah berpotensi terjadi saat katup, otot atau dinding jantung mengalami pembelahan.

– Kerusakan Katup Jantung

Katup jantung bisa mengalami kerusakan di mana memang terjadi sebagai akibat serangan jantung. Pada umumnya, kondisi ini datang dengan bentuk inkontinensia katup satu arah.

– Pembentukan Bekuan

Saat dinding ventrikel sebelah kiri mengalami kerusakan atau infark, maka ini memengaruhi sirkulasi darah yang lebih lambat dari normalnya.

Inilah yang kemudian memicu pembentukan bekuan dan kondisi ini terkadang bisa menggiring ke arah deep vein thrombosis. Kasus deep vein thrombosis alias bekuan vena bisa terjadi di bagian kaki.

– Gagal Jantung

Saat darah tak dapat terpompa secara sempurna oleh jantung untuk mengalir ke seluruh tubuh, inilah yang dinamakan dengan gagal jantung.

– Aritmia

Tidak normalnya detak jantung kerap disebut juga dengan istilah aritmia di mana ini terjadi sebagai efek dari otot jantung yang sudah rusak.

– Syok Kardiogenik

Darah akan menjadi tak dapat terpasok ke seluruh tubuh secara sempurna saat otot jantung sudah berkondisi rusak parah.

– Perikarditis

Serangan jantung juga berpotensi menimbulkan perikarditis, yakni radang di bagian kantong perikardial, di mana ini meliputi jantung.

– Serangan Jantung Berulang

Komplikasi yang juga paling umum pada penderita serangan jantung adalah kondisi serangan jantung berulang.

Leave a comment