Beberapa Informasi Tentang Penyakit Darah Rendah!

Darah rendah ini merupakan penyakit yang sering di alami sebagian orang dan tidak semuanya mengalaminya. Untuk mengobati darah rendah atau mengatasinya dapat dilakukan dengan menggunakan bahan bahan yang tradisional atau juga bisa dengan melakukan tindakan.

Bila ingin menggunakan bahan dari tumbuhan kalian bisa memakai daun kemangi yang hanya di jadikan lalapan. Dan paling banyak di lakukan adalah menjalankan kegiatan pola hidup sehat, seperti mengkonsumsi air putih yang cukup, berolahraga rutin, kurangi gula, hindarkan dari minuman alkohol, tidur yang cukup, jauhkan dari air hangat ketika mandi dan masih banyak lagi.

Ukuran Medis Darah Normal

Tekanan darah ini ditulis dengan angka pecahan seperti 120/90 milimeter air raksa (mm Hg), yang dikenal dengan istilah spesifik sistolik dan diastolik. Sistolik merupakan angka pecahan yang berada di atas.

Sistole menunjukkan tekanan pada arteri ketika jantung memompakan darah (kontraksi) ke seluruh tubuh. Diastolik merupakan angka pecahan di bawah, yang menunjukkan tekanan di arteri ketika otot jantung mengendur (relaksasi).

Angka sistolik selalu lebih tinggi ketika jantung memompa daripada saat jantung mengendur. Angka normal sistolik pada usia di bawah 40 tahun (parameter saat ini) berkisar antara 90-120 milimeter Hg. Angka diastiolik berkisar antara 60-80 mm Hg. Tekanan yang berada dibawah ukuran itu disebut dengan tekanan darah rendah (hipotensi).

Kapan anda Mengalami darah rendah?

Seseorang akan dikatakan bertekanan darah rendah (hipotensi) jika tekanan darah (TD) yang dimiliki sistolik-nya hanya mencapai 90 mm Hg atau kurang dari itu. Sementara diastolik nya hanya 60 mm Hg atau kurang dari itu.

Orang dewasa normal memiliki tekanan 120/90 mm Hg. Kejadian penyebab darah rendah pada wanita dan laki-laki sama. Meskipun demikian, ada kecenderungan tekanan darah rendah terjadi pada wanita karena perdarahan, menstruasi berlebih atau darah berkurang sewaktu melahirkan.

Tekanan darah rendah atau hipotensi hampir mirip dengan anemia. Anemia terjadi karena seseorang menderita kekurangan sel darah merah atau haemoglobin. Pengukuran anemia dilakukan melalui serangkaian test darah.

Bahaya anemia hampir sama dengan tekanan darah rendah. Sementara tekanan darah rendah terjadi bila seseorang mengalami tekanan darah yang cenderung lebih rendah dari tekanan darah normal. Pengukuran tekanan darah rendah melalui alat yang disebut tensimeter.

Masalah kesehatan dapat terjadi ketika tekanan darah turun secara tiba-tiba yang mengakibatkan otak kekurangan pasokan darah. Hal ini dapat menyebabkan pusing atau ringan.

Penurunan mendadak tekanan darah yang paling umum terjadi pada seseorang yang bangkit dari berbaring atau posisi duduk ke berdiri dikenal dengan hipotensi postural atau hipotensi ortostatik. Tipe lain dari tekanan darah rendah dapat terjadi ketika seseorang berdiri untuk jangka waktu yang panjang. Ini disebut neurally dimediasi hipotensi.

Hipotensi postural dianggap sebagai kegagalan sistem kardiovaskular atau sistem saraf untuk bereaksi dengan tepat terhadap perubahan mendadak.

Risiko tekanan darah tinggi biasanya meningkat dengan usia karena sebagian perubahan normal selama penuaan. Selain itu, aliran darah ke otot jantung dan otak menurun seiring dengan usia, sering sebagai akibat dari penumpukan plak di pembuluh darah. Diperkirakan 10% sampai 20% dari orang di atas usia 65 memiliki hipotensi postural.

Pengobatan Darah Rendah

Berikut merupakan obat untuk darah rendah:

  1. Air mineral

Air mineral adalah air yang paling mujarab yang bisa di gunakan untuk mengobati penyakit apapun berikut juga bisa di pakai untuk pencegahan. Menu makanan darah rendah adalah air putih. air ini gampang sekali untuk menemukannya dengan harga yang murah.

Dan selain itu, air putih ini memiliki fungsi lain, seperti untuk membunuh kuman atau bakteri yang ada. Dan bisa juga untuk menghaluskan kulit. Air putih ini di konsumsi pada setiap hari sekitar 8 gelas. Dari mulai usia balita sampai usia senja sudah dan masih bisa meminumnya.

  1. Garam

Kalau obat darah rendah yang satu ini sepertinya sudah tidak asing lagi ya. Sudah menjadi rahasia umum jika sodium yang terkandung dalam garam dapat meningkatkan tekanan darah. Oleh karenanya untuk yang menderita hipertensi batasi asupan garam pada makanan.

Sebaliknya, untuk penderita hipotensi tingkatkan asupan garam dalam makanan sehari-hari, tapi jangan berlebihan juga. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa garam dapat memiliki efek tidak baik terhadap kesehatan jantung jika dikonsumsi berlebihan.

Untuk merasakan khasiat garam sebagai peningkat tekanan darah caranya cukup mudah, cukup campurkan satu setengah sendok teh garam ke dalam segelas air dan minumlah. Jika Anda kurang suka meminum air larutan garam, tambahkan saja lebih banyak garam ke dalam masakan atau makanan Anda.

  1. Kopi

Mengonsumsi kopi, coklat panas atau minuman berkafein lainnya juga dapat meningkatkan tekanan darah Anda untuk sementara. Minumlah secangkir kopi di pagi hari atau bersamaan dengan sarapan atau makan siang, terutama ketika Anda sedang mengalami hipotensi ortostatik.

Maka dijamin, tekanan darah Anda yang tadinya rendah akan meningkat. Selain itu juga, kopi memiliki banyak manfaat lainnya yang baik untuk kesehatan tubuh, selama tidak berlebihan dalam mengonsumsinya.

Leave a comment