Beberapa Ciri-Ciri Penyakit Hepatitis A!

Virus hepatitis yang menyerang hati menyebabkan peradangan dan infiltrat pada hepatocytes oleh sel mononukleus. Proses ini menyebabkan degenerasi dan nekrosis sel parenchym hati.

Respon peradangan menyebabkan pembengkakan dalam memblokir sistem drainage hati, sehingga terjadi destruksi pada sel hati.

Keadaan ini menjadi statis empedu (biliary) dan empedu tidak dapat diekskresikan ke dalam kantong empedu bahkan ke dalam usus, sehingga meningkat dalam darah sebagai hiperbilirubinemia, dalam urine sebagai urobilinogen dan kulit hapatocelular jaundice. Hepatitis terjadi dari yang asimptomatik sampai dengan timbulnya sakit dengan gejala ringan.

Hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis (HAV). HAV menular melalui makanan/minuman yang tercemar kotoran (tinja) dari seseorang yang terinfeksi masuk ke mulut orang lain. HAV terutama menular melalui makanan mentah atau tidak cukup dimasak, yang ditangani oleh seseorang dengan hepatitis A (walaupun mungkin dia tidak mengetahui dirinya terinfeksi).

Minum air atau es batu yang tercemar dengan kotoran adalah sumber infeksi lain, serta juga kerang2an yang tidak cukup dimasak. HAV dapat menular melalui “rimming” (hub. Seks oral-anal). HAV jarang menular melalui darah ke darah.

Hepatits A adalah bentuk hepatitis yang akut, brarti tidak menyebabkan infeksi kronis. Sekali kita pernah terkenan hepatitis A, kita tidak dapat terinfeksi lagi. Namun, kita masih dapat tertular virus hepatitis lain.

Ciri-Ciri Penyakit Hepatitis A

Setelah masa inkubasi akan masuk dalam fase penyerangan. Pada fase ini akan terjadi gangguan kesehatan pada pengidapnya. Dimulai dari demam tinggi dan muntah-muntah secara terus menerus. Selera makan orang yang terserang hepatitis akan menurun bahkan hilang sehingga badannya lemas tak bertenaga.

Ada yang terasa mengganjal di ulu hati dikarenakan lever mengalami pembengkakan dan peradangan. Perubahan yang tampak di mata kita adalah perubahan warna kulit pengidap hepatitis A.

Warna kulitnya akan berubah menjadi kuning pucat, bahkan orang yang berkulit gelap sekalipun akan terlihat. Air kencing juga menjadi keruh pekat seperti air teh. Pengidap hepatitis A sangat sensitif terhadap bau menyengat dan akan mual jika menciumnya.

Komplikasi Penyakit Hepatitis A

Umumnya penyakit hepatitis A tidak akan menyebabkan komplikasi kronis seperti halnya penyakit hepatitis B dan hepatitis C.

Namun pada beberapa kasus, penyakit hepatitis A juga bisa menyebabkan komplikasi jika hepatitis A diderita oleh manula, penderita diabetes, seseorang yang memiliki riwayat gangguan pada hati, dan juga beberapa orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah. Adapun beberapa jenis komplikasi yang mungkin terjadi pada orang-orang tersebut adalah:

  1. Gagal Hati

Komplikasi yang mungkin muncul akibat hepatitis A adalah resiko untuk terkena gagal hati. Adapun beberapa gejala yang akan dialami oleh penderita gagal hati adalah sakit kuning, mual, dan muntah.

Beberapa perubahan fisik seperti rambut rontok, mudah lebam, dan juga mimisan juga bisa terjadi. Penderita gagal hati juga akan mengalami penumpukan cairan di area perut dan sekitar kaki. Penderita gagal hati juga sangat rentan terkena infeksi penyakit.

  1. Kolestasis

Penderita hepatitis A juga rentan menderita kolestasis. Kondisi semacam itu biasanya terjadi pada penderita hepatitis A yang telah berusia lanjut. Komplikasi semacam ini akan terjadi ketika cairan empedu menumpuk di dalam hati. Adapun beberapa gejala penderita kolestasis adalah menurunnya berat badan, demam, diare, serta sakit kuning yang tidak kunjung sembuh.

  1. Infeksi Kambuh

Komplikasi lain yang mungkin terjadi pada penderita hepatitis A adalah kambuhnya penyakit tersebut. Penyakit hepatitis A bisa muncul lagi setelah infeksi pertama terjadi.

Leave a comment