Apa Saja Bahaya Terkait Penyakit Konstipasi Pada Tubuh?

Penyakit Konstipasi merupakanpermasalahan yang terjadi pada organ pencernaan. Karena kondisi tubuh yang mengalami konstipasi akan mengalami susah buang air besar. Konstipasi bukan hal aneh lagi, karena tidak sedikit orang yang mengalami konstipasi. Konstipasi dialami oleh banyak orang yang karena kurang menjaga kesehatan pencernaannya dengan baik sehingga konstipasi akan dialami.

Konstipasi bisa dialami oleh semua orang, dari berbagai macam kalangan usia bisa mengalami konstipasi. Terjadinya konstipasi apabila sudah tidak melakukan buang air besar selama lebih dari dua hari atau juga hingga satu minggu.

Karena seharusnya buang air besar dilakukan setiap hari jika makan sea teratur setiap harinya. Konstipasi dialami oleh banyak orang karena salah dalam pola makan, dan juga kurang baik menjalani gaya hidupnya sehingga sering menderita konstipasi.

Konstipasi jangka panjang atau sering dialami tidak baik karena penumpukan kotoran di dalam perut. Rentan waktu setiap orang yang mengalami konstipasi berbeda beda ada yang lama dan ada pula yang sebentar.

Penyebab Penyakit Konstipasi

Beberapa faktor penyebab konstipasi yaitu:

  1. Pereda nyeri dan antidepresan

Penelitian menunjukkan, orang yang sering mengalami sembelit kebanyakan adalah pengguna obat pereda nyeri dalam jangka panjang. Konstipasi juga terkait dengan antidepresan golongan serotonin reuptake inhibitor (SSRI).

  1. Penyakit Hipotiroid

Hipotiroid atau tidak aktifnya kelenjar tiroid akan memperlambat proses metabolik tubuh dan usus. Tidak semua penderita hipotiroid akan mengalami konstipasi namun biasanya dokter akan meminta pasien konstipasi kronik untuk mengecek kadar tiroidnya.

  1. Penyakit Diabetes

Diabetes yang tidak dikendalikan bisa menyebab kerusakan saraf yang berpengaruh pada kemampuan tubuh mencerna makanan.

  1. Kurang olahraga

Gaya hidup kurang bergerak juga bisa memicu konstipasi. Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari.

Tanda Penyakit Konstipasi

Tanda yang umum dari konstipasi adalah kesulitan buang air besar dengan frekuensi yang lebih jarang dari biasanya (kurang dari tiga kali dalam seminggu). Sementara sejumlah tanda-tanda umum yang menyertai gejala utama meliputi:

– Mual.

– Sakit dan kram perut, terutama pada perut bagian bawah.

– Ukuran tinja bisa besar atau sangat kecil.

– Terasa ada yang mengganjal pada rektum.

– Perut kembung.

– Harus mengejan saat buang air besar.

– Buang air besar terasa tidak tuntas.

– Tinja terlihat kering, keras, atau bergumpal.

– Tidak nafsu makan.

Bahaya Terkait Penyakit Konstipasi

Bahaya komplikasi dari penyakit konstipasi dapat berupa:

  1. Sakit Wasir

Wasir, atau yang lebih dikenal dengan ambeien, adalah suatu penyakit yang terjadi pada anus di mana bibir anus mengalami bengkak yang kadang disertai pendarahan. Pada penderita wasir umumnya sulit untuk duduk dan buang air besar karena terasa sakit apabila bibir anus atau sphinchter anus mendapat tekanan.

Pada penderita wasir parah terkadang sulit diobati sehingga bisa diberi tindakan operasi pengangkatan wasir yang bisa memberi efek samping yang terkadang tidak baik. Oleh sebab itu wasir perlu diwaspadai dan ditangani dengan baik agar mudah diobati. hemoroid berhubungan dengan pola diet dan defekasi seseorang.

Wasir atau ambeien ada dua macam, yaitu wasir dalam dan wasir luar. Pada wasir dalam terdapat pembuluh darah pada anus yang ditutupi oleh selaput lendir yang basah. Jika tidak ditangani bisa terlihat muncul menonjol ke luar seperti wasir luar.

Gejala wasir dalam keluarnya dari anus saat bab / buang air besar. Jika sudah parah bisa menonjol keluar dan terus membesar sebesar bola tenis sehingga harus diambil tindakan operasi untuk membuang wasir.

Wasir luar merupakan varises di bawah otot yang umumnya berhubungan dengan kulit. Biasanya wasir ini terlihat tonjolan bengkak kebiruan pada pinggir anus yang terasa sakit dan gatal.

Hal yang menyebabkan seseorang menderita wasir adalah beragam, yaitu terlalu banyak duduk, diare menahun, kehamilan ibu hamil yang diakibatkan perubahan hormone, keturunan penderita wasir, hubungan seks yang tidak lazim, penyakit yang meningkatkan tekanan intrakolon penderita atau mengejan, konstipasi / obsitpasi menahun, penekanan kembali aliran darah vena, dan lain-lain.

  1. Divertikulosis dan Divertikulitis

Divertikulosis merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya divertikula (kantung-kantung), biasanya pada diding kolon. Divertikulosis bisa terjadi pada seseorang yang menderita konstipasi dalam jangka waktu yang panjang.

Divertikula juga dapat terbentuk dari akibat peningkatan tekanan intrakolon, yang terjadi bila buang air besar dilakukan dengan dipaksa dan batuk rejang yang parah. Divertikula bisa muncul di setiap bagian dari kolon, tetapi paling sering terdapat di kolon sigmoid, yaitu bagian terakhir dari kolon tepat sebelum rektum.

Sebuah divertikulum merupakan penonjolan pada titik-titik yang lemah, biasanya pada titik dimana pembuluh nadi (arteri) masuk ke dalam lapisan otot dari usus besar. Kejang (spasme) diduga menyebabkan bertambahnya tekanan dalam usus besar, sehingga akan menyebabkan terjadinya lebih banyak divertikula dan memperbesar divertikula yang sudah ada.

Sebagian besar penderita divertikulosis tidak menunjukan gejala. Namun beberapa ahli yakin bahwa bila seseorang mengalami nyeri kram, diare dan gangguan pencernaan lainnya, yang tidak diketahui penyebabnya, bisa dipastikan penyebabnya adalah divertikulosis.

Pintu divertikulum bisa mengalami perdarahan, yang akan masuk ke dalam usus dan keluar melalui rektum. Perdarahan bisa terjadi jika tinja terjepit di dalam divertikulum dan merusak pembuluh darahnya. Perdarahan lebih sering terjadi pada divertikula yang terletak di kolon asendens (arah naik).

Sesungguhnya divertikula tidak berbahaya tetapi tinja yang terperangkap di dalam divertikula akibat konstipasilah yang berbahaya. Alasannya adalah tidak hanya menyebabkan perdarahan tetapi juga dapat menyebabkan peradangan dan infeksi sehingga timbul divertikulitis.

Leave a comment