Bahaya Penyakit Hipotensi Pada Orang Dewasa!

Tekanan hipotensi atau hypotention atau lebih sering dikenal postural hypotention (lebih sering terjadi pada orang yang sedang berdiri atau sit-up). Biasanya tekanan darah dikendalikan seiring perubahan posisi tubuh, tetapi orang yang mengalami postural hypotention tidak bisa menjaga tekanan darahnya.

Postural hypotention dapat terjadi akibat konsumsi obat antidepresan atau obat antihipertensi (tekanan darah tinggi), dan sering terjadi pada orang yang mengalami Diabetes mellitus. Tekanan hipotensi yang akut terjadi akibat kejutan dan dapat disebabkan oleh luka yang serius seperti myocardial infraction (serangan jantung) atau kegagalan adrenalin.

Tekanan hipotensi yang sesungguhnya adalah jika seseorang selalu mengalami tekanan darah di bawah 120/80, sedangkan semua yang disebutkan pada alinea di atas bersifat sementara. Seseorang yang mengalami tekanan hipotensi dapat dikatakan mengidap tekanan darah tinggi.

Jika tekanan sistoliknya (atas) meningkat setidaknya 20 mmHg dan tekanan diastoliknya (bawah) meningkat setidaknya 10mmHg, walaupun tekanan darahnya setelah peningkatan masih di bawah 140/90. Misalnya seseorang yang biasanya tekanan darah rendahnya 110/70, jika meningkat menjadi 130/80 sudah dikatakan mengidap penyakit tekanan darah tinggi.

Berikut ini adalah beberapa bahaya akibat hipotensi:

  1. Depresi

Ternyata depresi bukan hanya bisa disebabkan oleh masalah-masalah yang ada di sekitar kita saja. Kondisi tubuh yang mengalami tekanan Hipotensi pun mampu berujung pada bahaya satu ini. Sebelum depresi benar-benar dialami, anda bisa menghindarinya dengan mulai rajin check up ke dokter dan menjalani pola hidup sehat.

Hipotensi sebetulnya bukanlah masalah kesehatan yang perlu dikhawatirkan asalkan anda tahu bagaimana cara mengendalikan tekanan darah untuk tetap stabil. Sebelum bahaya Hipotensi dialami, cegahlah sebaik mungkin.

  1. Penglihatan kabur

Bahaya pertama yang muncul akibat Hipotensi adalah dapat menyebabkan penglihatan penderita Hipotensi menjadi kabur. Ketika hipotensi atau Hipotensi ini sedang kambuh dan juga muncul, maka dapat berdampak pada terganggunya penglihatan.

Hal ini dapat membuat seseorang menjadi sulit untuk melihat ke depan, karena pandangannya yang cenderung kabur dan sulit mendeteksi objek di depannya.

  1. Keringat dingin

Selain jantung yang menjadi lebih berdebar-debar, efek lanjutan yang dapat dialami akibat Hipotensi adalah munculnya keringat dingin dalam jumlah yang banyak. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi detak jantung yang menjadi lebih kencang dan juga cepat serta berdebar-debar.

Detak jantung yang lebih cepat ini memicu keluarnya keringat dingin yang cenderung berlebihan pada penderita Hipotensi atau hipotensi tesebut.

  1. Nafas menjadi lebih cepat

Bahaya akibat Hipotensi adalah dapat menyebabkan nafas menjadi sangat cepat dan juga tidak teratur. Hal ini disebabkan karena kondisi dimana jantung mengalami detak yang lebih cepat, sehingga hal ini akan membuat tubuh merespon dengan membuat nafas menjadi lebih cepat dan juga terkesan menjadi terengah-engah.

  1. Menurunkan konsentrasi dan fokus

Bahaya akibat Hipotensi berikutnya adalah dapat menurunkan konsentrasi dan juga fous dari seseorang. Hal ini berkaitan erat dengan kondisi otak yang tidak mendapatkan pasokan dan juga suplai darah serta oksigen yang optimal sebagai akibat dari Hipotensi.

Dengan menurunnya asupan oksigen dan juga darah ke otak, maka hal ini dapat menyebabkan konsentrasi dan juga fokus dari penderita Hipotensi akan menurun.

  1. Pusing

Bahaya akibat Hipotensi yang kedua adalah dapat menyebabkan terjadinya kepala sering pusing dan kepala sering pusing dan sakit kepala pada penderitanya. Pusing dan juga sakit kepala ini dapat terjadi karena pasokan dan juga asupan darah serta oksigen yang menuju ke otak menjadi sangat sedikit dan juga berkurang drastis, sehingga otak menjadi sulit bekerja.

Dampaknya adalah dapat menyebabkan munculnya rasa pusing dan juga sakit kepala pada penderita hipotensi atau Hipotensi.

  1. Jantung berdebar

Bahaya akibat Hipotensi berikutnya yang dapat muncul adalah dapat menyebabkan terjadinya jantung yang berdetak lebih cepat sehingga terasa berdebar. Tekanan darah yang rendah ini memaksa jantung untuk bekerja lebih cepat dan juga bekerja lebih kuat lagi, sehingga efeknya yang terasa adalah cepat lelah dan jantung berdebar-debar atau sering disebut “deg-deg an”.

Leave a comment